
Di Kantor Argi di tempatkan Satu ruangan dengan Sang papa, Sang papa yang sebagai Owner ingin mengenalkan Argi sebagai CEO, kepada karyawan yang lain, Sengaja sang papa melakukan itu semua karena sang papa tau, bahwa tidak selamanya dia harus bekerja ketika Umurnya sudah tak muda lagi, Dan tenagapun sudah tak sekuat dulu, Oleh karena itu dia menginginkan sang putra yang akan menggantikanya jika suatu sa'at dirinya harus beristihat dan menikmati masa tuanya..
Di tatap nya wajah sang putra yang lagi asik memainkan layar laptop yang berada di meja kerja, Sedangkan yang di perhatikan tidak terlalu memperhatikan nya, karena sibuk dengan data" perusaha'an yang akan di serahkan kepada sang papa untuk menandatangani..
" Argi,,, Panggil sang papa.
" Ada apa pa, jawabnya tanpa menoleh.
" Kamu siap menggantikan papa untuk memimpin perusa'an ini?? Tanya sang papa..
" Emang papa mau kemana?? sampe nanya Argi siap menggantikan segala.
" Papa mau di rumah, temanin mamamu, kasian sendirian mulu..
" Apa aku cari calon bini aja pa, biar mama ada temanya kalau di rumah, ucap nya secara spontan..
Sang papa yang mendengarnya langsung tertawa..
🦋🦋
Sedangkan di Rumah, Nyonya sasmitha, di buat penasaran akan kata"Sang anak yang ingin berbicara dengan nya dan Juga sang suami..
Tapi apa daya, dia harus menahan rasa ingin tau nya sampe sang putra pulang dari kantornya..
* Kira" apa yang ingin Argi sampaikan ya?? Kok aku kadi penasaran gini. *
gumam nya sambil bersandar di tempat tidur...
**
Alfi yang sudah tidak melakukan pekerja'an apapun tampak santai saja, tiba" dia di kejutkan dengan suara sang mama yang sudah duduk di samping nya.
" Anak gadis gak boleh ngayal, Pemali.
Dia pun menengok ke arah sang mama yang sudah berada di samping nya, tampa bekata apa".
" Al, kapan Argi akan menemui mama??
" Gak tau lah ma, mungkin dia lagi sibuk, jadi belom ada waktu untuk menemui mama, ucap nya..
" Oh,, gitu ya..
_________________€€________________
Jarum jam sudah menunjukan pukul Empat sore, Sang papa yang sudah lebih dulu pulang pun sudah berada di rumah, sedangkan Argi masih berada di kantor, karena data" yang ia kerjakan belum terselesaikan, Namun di dalam hatinya berkeinginan untuk segera pulang karena ada sesuatu hal yang ingin dia sampaikan kepada sang papah dan mama..
Hatinya yang sa'at ini bercabang memikirkan apakah harus menyelesaikan pekerja'an nya atau menundanya dan akan melanjutkanya di hari esok, ketika pikiranya sedang tak menentu tiba" layar pintarnya berdering.
Triing,,
Triing
Di tatapnya layar pintar yang tergeletak di atas meja kerja, ternyata Wanita yang ia cintai menghubunginya dengan cepatnya dia lalu mengangkatnya..
" 📱 Assalamualaikum ( Alfi )
"📱Wa'alaikum salam ( Argi ) Hay,, kangen ya ??? Goda nya kepada Alfi.
📱 ikhh,, pede bangat jadi orang. dengan suara yang sedikit malu"..
📱 terus apa kalau gak kangen.
📱 Aku cuman mau nanya, gimna sama pekerja'an mu, kan hari ini hari pertama kamu ngantor..
lalu merekapun asik bercanda, layaknya dunia ini adalah milik mereka..
**
Di Meja makan, sudah ada sang papa, bersama sang mama.
Argi yang baru saja selesai mandi dan mengganti pakaianpun segera menuju meja makan untuk melakukan makan malam bersama orang tuanya, dan lebih tepatnya ingin menyampaikan tetang keseriuasanya terhadap Alfi..
Melihat sang putra yang sudah duduk di samping sang mama, lalu sang papapun berkata.
" Gimana dengan pekerja'anmu hari ini??
" Aman pa, tinggal entar aku serahkan ke papa untuk tanda tangan.
" Kerja bagus nak, yang semangat ya, ucap sang papa yang di senyumi sang mama..
Lalu merekapun menikmati makan malam tanpa ada suara..
Setelah selesai makan malam, Sang papa tak langsung masuk kedalam kamar, begitu juga Argi..
Sang papa berjalan menuju ruang tamu, sedangkan sang mama masih berada di meja makan, untuk membereskan semuanya..
Dia yang melihat sang papa yang menuju ruang tamu langusung menemui sang papa.
" Pah, Argi mau bicara sebentar boleh?? Ucapnya dengan hati"...
" Sini duduk di sebelah papa, sambil menepuk kursi di sampingnya untuk di duduki sang putra, Sepertinya kamu serius sekali, tanya sang papa.
" Heheheh, ia pah, ini masalah hati.
" Apa?? Hohoooh rupanya Anak papa jatuh cinta ya, goda sang papa.
Siapa namanya, dan bagaimana keluarganya, tanya sang papa yang terlihat semangat..
" Namanya Alfi pa, Dia berasal dari keluarga biasa" saja.. Ucap nya terbata" takut tak di restui sang papa..
" Mau berasal dari keluarga seperti apapun, yang penting dia baik dan mau menghormati kita, mama sih setuju" saja, toh mama juga Sudah pernah bertemu dengan nya, timpal sang mama yang baru saja selesai dengan pekerja'an dapurnya..
" Oh, ya.. Kapan dan di mana, tanya sang papa yang terlihat sedikit tak suka jika sang istri rupanya sudah mengetahui kalau sang putra sudah punya pilihan sendiri..
Argi yang mendengar nada bicara sang papa agak berbeda hanya bisa diam, dia sengaja membiarkan sang mama yang menjelaskan semuanya kepada sang papa..
" Jika itu sudah kamauanmu dan keputusanmu, silahkan kamu kamu lakukan, tapi tidak dengan papa.
Setelah mengatakan demikian sang papapun meninggalkan dia bersama sang mama dan memilih masuk kedalam kamar..
🥀🥀
Kembali ke masa dulu..
Dua orang pemuda dengan mengenakan seragam di sebuah perusaha'an, tampak berjalan memasuki gedung yang memperkejakan mereka. Sebenarnya salah satu dari mereka berasal dari keluarga kaya raya, hanya saja kedua orang tuanya tak ingin sang anak menikmati harta tanpa harus bekerja, akhirnya kedua orang tua nya memilih untuk mengantarkan nya kepada sang paman yang waktu itu tinggal di desa, dia adalah Dirgantara, dan papa nya Alfi,, Dirgantara memilih merantau kekota untuk hidup mandiri, tanpa mengetahui bahwa kedua orang tuanya adalah orang yang kaya raya, dan akhirnya bertemulah dengan Ikhwan, mereka berasal dari desa yang berbeda, tapi di pertemukan di tempat kerja yang sama.
Hari berganti hari, Minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan kini genaplah sudah setahun kebersama'an mereka di perusaha'an yang sama, susah dan senang mereka rasakan bersama, seperti kata orang Sahabat menunjukkan cintanya di saat ada masalah, bukan saat yang bahagia, seperti itulah kehidupan mereka di kota. Hingga pada suatu hari, kedua nya berjanji untuk menjodohkan anak"mereka.. dan pada akhirnya ikhwan pun berhenti bekerja dan kembali ke desa asalnya di karenakn sakit.
Di awal sakitnya sang sahabat, dia selalu menghubunginya, meski hanya sekedar bertanya kabar, bahkan sekali" ikut mengirimkan hasil kerjanya untuk membeli obat..
dan Akhirnya Dia kehilangan kabar, mungkin waktu itu, sang sahabat sudah meninggal, dia berusaha terus menghubungi nomor sang sahabat, tapi hasilnya nihil, meskipun ia kehilangan kabar, tapi janji nya bersama sang sahabat tidak begitu saja ia abaikan..
Bahkan sampai sa'at ini, dia ingin menjodohkan Anaknya dengan anak sang sahabatnya yang sampai sa'at ini tak tau di mana rimbanya..