Tahajjud

Tahajjud
Guten Morgen.



Argi adalah putra satu" tuan Erlangga dan nyonya sasmitha, Meskipun Argi adalah putra satu" tapi dia tidak di manjakan dengan kekaya'an, Buktinya dia di didik untuk hidup mandiri, Meskipun sa'at ini dia belum bekerja dan punya penghasilan sendiri tapi setidaknya di mempunyai ijazah lulusan Islamkolleg Deutschland, oleh karena itu dia paham betul apabila menjalin hubungan dengan seorang gadis seperti Alfi.


Dengan bersandar di sebuah kursi yang berada di kamarnya, bayangan wajah anggun seorang Alfi yang tertutup dengan niqobnya selalu menjadi teman pengantar tidurnya.


* Al,, apakah aku bersalah jika mengagumimu dalam diamku?? Dan apakah dirimu bersedia jika engaku ku jadikan istriku. *


dengan berbicara sendiri akhirnya diapun menjemput rasa ngantuknya. Dan akhirnya tersadar setelah mendengar ketukan pintu dari sang ibu, yang mengajaknya untuk sarapan bersama..


🦋🦋


Sedangkan Alfi sendiri sudah berada di kebun bunga yang di tanamnya sendiri



Sang mama yang melihat sang putri hanya melemparkan senyum bahagia dan duduk di sebuah kursi yang berada di depan rumah sambil menikmati udara pagi tanpa gangguan polusi..


Baru saja wanita tua itu menyandarkan belakangnya di kursi yang akan dia duduki, dia di kejutkan dengan nada sohlawat yang berasal dari benda pipih milik sang putri, dengan membulatkan matanya dan mencoba mengeja nama yang tertera di ponsel milik sang putri.


" Al, ada yang nelpon ni, panggilnya kepada sang putri yang masih asik menikmati harumnya bunga.


" Siapa ma, tanya sang putri sambil mendekat kerah sang mama.


" Argi, yang menelpon.


" Ada apa ya ni anak, pagi" gini udah nelpon.


Lalu di angkatnya panggilan dari Argi.


Yang menelponnya pun dengan semangat memberikan kata selamat pagi.


" Guten Morgen Al,, Dengan semangat 45 dia mengucapkanya.


Alfi yang sedikit mengerti dengan pengucapan selamat pagi yang di lontarkan Argi kepadanya langsung tersenyum simpul, tanpa menyadari bahwa sang ibu sa'at ini masih berada di sampingnya dan melihat dirinya yang senyam senyum sendiri.


" Ada apa, pagi" gini udah nelpon?? Tanya nya kepada yang di sebrang sana.


" Jalan yuk, Ajak nya tanpa basa basi.


" Kemana??


" eiiit, tung------ Alfi menggantungkan ucapan nya karena Argi sudah mematikan panggilannya.


Iihkh,, ni anak main mati'im secara sepihak, kan aku belum selesai bicara.


Sang mama yang melihat sang putri yang keselpun tersenyum dan berkata,


" Ya' udah temuin aja kalau kamu ada waktu dan udah beres semua pekerja'anmu.


Mendengar suara sang mama, Alfi baru menyadari bahwa ternyata sang mama mendengar apa yang ia dan Argi bicarakan tadi.


**


Alfi yang sudah selesai memasak dan membereskan pekerja'an lainnya, lalu duduk bersandar di sebuah kursi untuk meredakan sedikit pinggangnya yang sakit, tanpa memperhatikan sudah pukul berapa sekarang.


Sedangkan Argi sudah tampak rapi dan bersiap keluar menuju mobilnya yang di parkir.


Sang mama kebetulan lagi berada di ruang tamupun denga atusiasnya bertanya kemana tujuan sang putranya di pagi ini.


" mau kemana Ar,


Argi lalu menoleh mendengar pertanya'an sang mama.


" Mau ketemu seseorang ma.


" Cewek?? Tanya sang mama.


" hehehe , ia ma.


" Ajak dong kesini sekali" sekalian ketemu sama mama, kali aja bisa dijadikan mantu, goda sang mama.


" Emang mama gak marah?? Tanya nya kepada sang mama.


" lah, buat apa marah, toh mama sudah ingin sekali melihat kamu menikah dan punya anak, mama udah pengen gendong cucu.


" Aah mama bisa aja, inshaa Allah deh nanti aku ajak kesini temuin mama, ya'udah Argi pergi sekarang ya ma.


Izinnya di anggukin sang mama yang memperhatikan sang putra lewat jendela kaca yang sudah di singkapkan gordennya.