
Tepat pukul 2 siang, Kota Jeddah yang terkenal dengan sengatan panas mataharinya, tapi para penduduknya tidak merasakan teriknya, bagi mereka itu adalah hal yang biasa..
Alfi yang sudah menunggu kabar dari Kak Surahmanpun sudah tampak gusar.
sesekali dia melihat ke bawah melalui balkon, untuk memastikan apakah orang yang akan memberinya kabar sudah datang atau belum..
** Kak Surahman kok lama bangat ya??? Apa hari ini aku benaran di antar ke tarhil atau tidak??? Aku udah gak sabar pengen cepat" pulang **
Batin nya yang sudah tak sabar dengan semua ini.
Tanpa dia sadari, bahwa 2 orang manusia sedang memperhatikannya, dengan perasa'an yang terbanding balik dengan perasa'annya..
Namun berusaha untuk tegar melepaskan kepergian'nya..
Di tengah kegelisahanya menanti Kak Surahman yang membawa kabar, Tampak Istri dari Surahman pun mendekatinya dan menepuk pundaknya..
" Gak usah gelisah, Entar lagi kak Surahman pasti pulang, ucapnya sambil melemparkan senyum..
Dia yang terkejut dengan tepukan lalu menengok ke arah pemilik tepukan..
" Eeeh,,,, Kak Nur, kirain siapa,, sambil membalas senyum Kak Nur..
" Entar kalau udah di tarhil, jangan lupa kasih kabar, dan kalau udah terbang ke indo juga harus ngasih kabar ya.
" Pasti kak,, itu yang pertama akan aku lakukan ucapnya sambil menggenggam tangan wanita yang selama ini sudah di anggap kakak oleh dirinya..
Di sa'at mereka berdua saling berbincang tiba" pintu di ketuk seseorang dari luar..
Took.
Took
Took....
" Ia bentar Safira berlari ke arah pintu dan membukanya, ternyata yang mengetok adalah Surahman..
Ciuuuuut,, Bunyi handel pintu di buka dari dalam..
" Sudah Kak, Tuuu lagi sama kak Nur, safira memoncongkan mulutnya sambil melemparkan bola matanya ke arah Alfi dan Nur..
Surahman yang sudah melihat ke arah Merekapun segera mendekatinya.
" Ayo Alfi, kakak antar sekarang, Ajak Surahman.
Yang di ajakpun segera berlalu ke dalam kamar untuk mengambil koper dan ponsel yang sedari tadi di chars..
🦋🦋
Sekian menit mereka bertiga larut dalam kesedihan, Kini sa'atnya Alfi harus pergi meninggalkan mereka.
Lambaian tangan pun menjadi tanda perpisahan bagi mereka, ketika Dirinya sudah masuk kedalam mobil dan menghilang..
Dalam perjalanan menuju tempat yang di tuju, Safira kembali mengingat sa'at pertama dirinya bertemu dengan Keluarga kak Nur dan juga Safira, Dimana mereka tidak ada hubungan persaudra'an tapi karena kebaikan dan ketulusanlah yang menjadikan mereka layakanya saudara sekandung..
Lalu meneteslah bulir" bening dari kelopak matanya, tak ingin larut dengan perasa'an sedih, Diapun segera menarik tarhanya yang sengaja dia lilitkan di lehernya untuk menghapus bulir" bening tersebut sebelum Kak Surahman melihatnya..
***
Sekian Menit Dirinya berada di dalam Mobil bersama Kak Surahman.
Tiba" Kak surahmanpun memberhentikan mobil miliknya di sebuah tempat yang tidak di kenalinya, lalu surahmanpun, menyuruhnya untuk turun karena yang lainnya sudah menunggu kedatanganya..
" Alfi, hanya sampai di sini Kak mengantarmu ya, Hati" di jalan..
Setelah kak Surahman berpamitan padanya dia pun mencium punggung tangan Kak Surahman layaknya Seorang Saudaranya sendiri.
" iya Kak, terimakasih sudah mengantarkan aku dan sudah baik selama selama ini, Sampaikan salamku kepada Kak Nur dan Safira dan juga yang lainya..
Surahmanpun tersenyum kearahnya dan kembali masuk kedalam mobilnya, sebelum sempat kak Surahman menarik Gasnya tampak seorang pria paruh baya mendekatinya, Entah apa yang mereka bicarakan aku pun tak mendengarkannya..
Setelah beberapa menit mereka berbicara, lalu Kak Surahamanpun berlalu.....