
Dengan Hati yang gelisah, Dia berusaha untuk tenang menghadapi semuanya, meskipun ini masalah dengan hati dan perasa'an nya, Bagi Alfi membahagiakan dan menyenangi hati sang mama adalah salah satu niatnya karena Allah..
Setelah menyiapkan semuanya di atas meja, Dia pun menghampiri sang mama dan tuan Dirgantara berada, Lalu merekapun menikmati sarapan pagi nasi Bukhari buatan Alfi dengan lahap nya sambil sesekali berbicara tetang masa lalu waktu bersama suami dan sang sahabat....
* Pov Argi *
Kepergian sang papa yang ingin mencari tau tetang keberada'an keluarga sang sahabat, menjadi beban tersendiri untuk dirinya.
Ya' tentu saja menjadi beban buat dirinya, bilamana sang papa menemui sang sahabat, tentu saja dia terpaksa harus menerima perjodohan itu, dan sudah tentu dia akan kehilangan wanita yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta.
* aah, papa egois, mementingkan diri sendiri, tanpa memikirkan bagaimana perasa'anku, apa yang harus aku katakan kepada Alfi, jika diriku sudah di jodohkan *
Dia terlihat sangat frustasi dengan keputusan sang papa tapi di sisi lain dia tak bisa berbuat apa" dia hanya bisa berdo'a semoga sang papa tidak bertemu dengan sang sahabat....
🦋🦋
Terimakasih ya Bu, Atas jamuan sarapan paginya, Dan masakan nak Dira sangat Enak puji tuan Dirgantara..
Alfi yang merasa di pujipun tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
" Kalau ada waktu, dan ingin menikmati masakan Alfi, boleh kok om kemari, tawar Alfi yang mencoba menenangkan hati nya sa'at ini..
Sedangkan sang mamapun ikut terseyum dan mengangguk tanda setuju dengan ucapan sang putri..
Merasa sudah cukup lama berada di kediaman sang sahabat kini tuan Dirgantarapun berpamitan untuk kembali kerumahnya, dan jika ada kesempatan dia akan memberikabar untuk datang bersama istri dan putranya, untuk melanjutkan rencana mereka tentang perjodohan ini..
" Nak Dira, kalau butuh apa" jangan sungkan" untuk menghubungi om ya, karena kamu pun secepat nya akan menjadi bagian keluarga nya om, Ucap tuan Dirgantara seakan meyakini bahwa Alfi adalah jodoh yang tepat buat sang putra..
" I,,,ii,, ia Om, inshaa Allah, kalau Dira butuh dira akan menghubungi om..
" Kalau begitu, om pamit ya, Asaalamualaikum ucap nya.
**
Sang istri yang sudah menunggu kedatangan sang suamipun rupanya juga sudah tak sabar.
Dalam hatinya diapun berdo'a
" Semoga wanita pilihan sang suami, adalah wanita yang baik" dan semoga juga Argi mau menerima nya. Ucap nya yang di selingi dengan do'a..
**
Di kediaman Alfi,,
Kedatangan tuan Dirgantara adalah kebahagian tersendiri bagi sang mama,
Sedangkan bagi Alfi kedatangan tuan Dirgantara adalah akhir segalanya, Dimana dirinya yang sudah mempunyai pilihan sendiri, terpaksa harus pupus dan berakhir.
" Kamu kemana sih Argi, kenapa tidak pernah menghubungi aku?? Apakah aku ada salah sama kamu?? Sampe" kamu tidak memberi kabar apapun, Padahal sa'at ini aku butuh kamu..*
Ucap nya yang berusaha untuk berdamai dengan hatinya yang sa'at ini sedang gundah gulana..
**
Setelah menunaikan sholat Asar, Alfipun ingin mencari ketenangan, Tujuan nya kali ini adalah pantai.
Dengan menikmati sunset, Mungkin ia bisa saja melupakan semuanya..
Benar saja, Dengan Hati yang ikhlas karena Allah dia pun bisa melupakan semuanya, meskipun dia sendiri tidak tau, Apakah dia akan benar" melupakan, atau rasa itu akan mencul kembali setelah hari ini..