
Aku dan Safirahpun berpelukan, Tak lupa diapun juga meminta maaf kepadaku karena diapun menyadarinya bahwa ini juga kesalahnya..
Kini aku dan safirahpun kembali duduk di kursi masing masing, sedangkan si Agus hanya terdiam melihat kami berdua yang saling berpelukan.
Ku tatap wajah si Agus dia pun tertunduk seakan mengerti dengan keadaanya.
" Gus, aku minta maaf ya, karena tidak bisa menerima cintamu, kan kamu tau, aku dan safira adalah sahabat, meskipun saat ini, Safirah sudah mempunyai pasangan sah tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu, Karena bagiku menjaga perasa'an seseorang adalah hal yang sangat penting, apa lagi orang itu adalah orang yang kita kenal.
Lagian kita di sini, di tanah rantauan ini adalah untuk mencari hidup, memang , rezeki, jodoh, dan maut adalah ke hendak Allah, karena itulah aku mohon kamu mengerti dan mau memaafkan aku..
Dia pun mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk dan berkata..
" yang seharusnya meminta ma'af adalah Aku, Karena aku pershabatan kalian menjadi putus, dan aku memang pantas untuk tidak di cintai meskipun saat Ini aku sudah bersama safirah lagi, jujurnya kepadaku..
" Jadi???? Kamu dan safira sudah punya hubungan lagi??? Terus suaminya safirah kemana?? Tanyaku dengan perasa'an curiga..
" Suaminya sudah balik ke indo, karena anaknya yang di indo lagi sakit. Jelas Agus kepadaku.
" Astaghfirullahhul Aaziim,, jadi dia sudah punya istri di Indo?? Tanyaku dengan perasa'a iba kepada Safirah..
Safira yang menatapku dengan wajah sendupun tersenyum, entah itu senyum sedih atau senyum senang aku tak bisa memahami..
Matahari senja mulai memerah, Kak Nur bersama suaminya yang sedari tadi duduk terpisah mulai mendekati kami.
sekarangkan sudah saling memafkan, jadi mulailah hidup yang baru, ucap Kak surahman yang di senyumi Kak Nur..
" Kak, aku minta maaf ya ucap Safirah kepada Nur..
" iya, kakak juga udah memaafkan kamu.
" boleh aku tinggal di rumah kakak lagi?? Tanya nya kepada Kak Nur.
" Boleh lah, toh, baju" kamu masih ada di rumah, ucap kak Nur yang tampaknya menyetujui permohonan Safira..
Ayo kita pulang sekrang, sebentar lagi mau Azan magrib, ajakku setelah membayar semua tagihannya kepada pemilik warung makan Indo.
" aku mau ikut sekarang kerumah Kak Nur ya, tanya safirah lagi.
" iya, buruan masuknya kemobil..
Sedangkan Agus sendiri dia pulang bersama taxi menuju tempat tinggalnya..
🦋🦋
Alhamdulillah satu masalah telah terselesaikan, Alfi dan safirapun kembali tinggal serumah sebelum kepulanganya..
Suasana di rumah kak Nur malam itu sangatlah ramai, suara anak" kak Nur yang ikut bermain bersama Safira dan Alfi pun terdengar sedangkan Kak Nur asil bersama layar laptopnya di kamar, dan Kak suarahman sendiripun belum pulang kerumah karena masih berada di luar..
" Al, ke bakala yuk, Ajak Safirah.
" mau ngapain?? .
" masa dari tadi kita mainya nya gk ngemil?? Jawab safira dengan memberi kode agar di ia kan oleh Alfi, padahal hanya menggoda Obet dan Alawi..
Kedua bocah itu pun dengan perasaan senangpun berteriak secara bersama'an.
Kami ikuuuut,, horeee mau beli men, ucap Alawi dengan gaya bicaranya yang ke kanak"an..
" Hahahaha, berhasil ucap Safira..
kena tipu, kena tipu,,, teriak safira yang berhasil membuat keduanya merasa senang dengan kepura'an nya..
" ya' udah cuuuhss ke bakala, teriak Alfi yang sudah mamakai abaya..
Mereka berempat pun berjalan menuju bakal terdekat untuk membeli sesuatu yang mereka mau.
Setelah memilih apa yang merek mau lalu mereka kembali kerumah..
**
Di tengah jalan tampak sebuah Mobil berhenti di samping mereka, obet dan Alawi yang mengetaui itu adalah sang papa, mereka pun segera membuka pintu mobil dan masuk, sedangkan Safira dan Alfi berjalan kaki, karena rumah sudah dekat.
permainan yang tadi di tunda karena ke bakala pun di lanjuti sambil duduk menik mati cemilan yang tadi mereka beli..
Pukul 11 malam, Obet dan Alawipun sudah masuk ke dalam kamar, begitu pun Alfi dan Safira yang sudah menuju ke kasur masing masing..
**Olalaaaa,, Ada telepon masuk dari seseorang,,,**
Nada ponsel milik Safira terdengar, Alfi yang mendengarnya pun tertawa.
" Hahaha, Gak ada rahasia sama nada sambung lu Fir.
" Biasa lagi ganguan jiwa dianya, ucap safira yang tertuju pada nada sambungnya..
" Heheh ,Angkat gi, Entar yang nelpon merajuk lagi. Ucap Alfi yang sudah tau siapa pemilik panggilan tersebut.
**
Safira yang asik menelpon , sedangkan Alfi sudah larut dalam dalam tidurnya dan sudah terbawa mimpi entah kemana. Dan tersadar dia melihat Safira sudah tertidur di sampingnya..
Dia pun tersenyum melihat cara tidur Safira..
Lalu diapun bergegas mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat malamnya.
***
Kini pagi menyapa,, Alfi yang merasa perih di perutnya segera membuat sebungkus Mie goreng, Sengaja dia buat hanya sebungkus karena yang lainya pada belum bangun..
Lagi asiknya menikmati makanan dia di kejutkan dengan panggilan dari Agus.
" 📞 Eeh Alfi, Safira mana?? Udah dari tadi aku nelpon dia loh, Tapi gak di angkat"
📞 Tuu, orangnya masih tidur, kamu mati'in aku mau bangunin dia dulu.
Aguspun mamatikan panggilanya dan kembali memghubungi safira..
" Firah, Bangun tuu ada telpon dari Agus.
" haaaaamm ,apa an?? Tanyanya yang masih mabuk tidur.
" buka matanya, tu si Agus nelpon.
"iya iya, dia pun melerai ponselnya yang tergeletak di sampingnya dan mengucek ngucek matanya ciri khas orang yang baru bangun tidur..
Dan akupun kembali melanjutkan makanku dan membiarkan dirinya sendiri di kamar.
Alhamdulillah kenyang juga akunya, sambil berdiri menuju ke dapur untuk mencuci piring kotor yang sudah kugunakan..
" Astaga,, ni orang pelit bangat ya, bikin mie untuk diri sendiri, ucap safira setelah melihag diriku mencuci piring bekas makanku.
" heheh, surus siapa bangunya lama, kalau mau bikin sendiri aja.
" iya deh, aku mau, tapi lebih enak kalau kamu yang bikinin, rayu Safira.
" yeeee,,, ngerayu nie yeee,,,iya deh aku buatin, sono cuci muka dulu ke, biar gak keliatan muka bantalnya, Ejek Alfi..