Tahajjud

Tahajjud
Rencana Jeny.



Keduanya kini sudah berada di meja yang sudah di pesankan, Tampak seorang pegawai restoran yang menghampiri sepasang suami istri tersebut...


Dengan senyuman sang pelayan menyodorkan buku menu kepada mereka..


Argi yang menerimanya pun segera memesan makan malam yang akan mereka santap..


" Sayang kamu mau makan apa malam ini?? Tanya sang suami yang matanya masih fokus pada buku menu..


" Apa aja, deh, yang penting aku tidak tidur dengan perut kosong, sebab kalau perut aku kosong kamu juga yang repot. Ujar nya sambil melihat ke arah sang suami.


Mendengar itu Argi pun mengangkat wajah nya yang sedari tadi menunduk lalu memeggang dagu sang istri.


" ya'iyalah, kalau kamu sakit perut entar gak bisa buat dede kecil nya, sambil ia tersenyum menggoda.


Sang pelayan pun ikut tertawa mendengar ucapan Argi, Sedang kan Alfi menahan malu karena sang pelayan pun ikut mendengarnya..


Menyadari itu sang pelayan pun berkata, tidak apa" nyonya, anggap saja aku obat nyamuk nya, lagian aku tidak mendengar apa" ucap sang pelayan, lalu ia pun berlalu ketika Argi sudah memesan makanan...


" iiikhh apa'an sih, tu kan aku jadi malu di tertawain sama pelayan tadi, ujar Alfi dengan nada manja nya..


" Biarin aja, toh istri sendiri kok, sambil mengedipkan matanya..


♡♡


Kini makan malam sudah di hidangkan, Keduanya pun tampak menikmati makan malam dengan romantis nya..


Jeny yang sedari tadi tampak tersenyum ketika melihat Argi meneguk minuman yang di atarkan pelayan.


" Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku, dan sampai kapan pun, aku tidak akan rela jika dia yang menemanimu..


Sedangkan keduanya tak menyadari jika minuman Argi sudah di campur sesuatu oleh jeny..


" Sayang kamu tunggu bentar ya, Aku mau ke toilet..


" Jangan lama ya, soalnya dah ngantuk aku nya..


Lalu Argipun melangkah menuju toilet..


Lalu Akhirnya dia pun terkulai, lalu di sambut oleh Jeny yang sudah mengikutinya.


Dengan senyuman kemenangan ia pun membopong tubuh Argi menuju kamar nya..


Ketika ia hendak membukakan pintu kamar nya, sang pelayan yang tadi membawakan buku menu melihat nya.


" Lah bukan kah itu pria yang sama tadi aku lihat, tapi kok sama wanita yang lain ya?? kok dia tampaknya tak berdaya gitu ya?? Tanya sang pelayan pada dirinya sendiri..


" Atau jangan" dia di apa"in lagi sama tu perempuan. Setelah berbicara pada dirinya sendiri dia pun kembali ketempat kerjanya..


Alfi tampak gelisah menunggu kedatangan sang suami yang sudah dari tadi pamit nya ke toilet.


** kemanaaaa tu orang ya, kok dari tadi gak balik" dari toilet nya.**


Lalu dia pun berjalan menuju toilet yang di datangi sang suami..


" kok gak ada ya, kemana sih dia pergi nya, lalu dia pun berniat kembali ke tempat duduk nya. Atau aku kembali duluan aja ke kamar, toh mungkin saja dia membeli sesuatu.


Alfi pun memanggil pelayan untuk membayara nya..


" Berapa semuanya,, tanya nya kepada sang pelayan.


" Langsung aja ke kasur nya nyonya.


" Oh iya, entar kalau suami aku kembali ke sini bilang saja aku udah kembali kekamar, uacap nya sambil menyodorkan uang ratusan kepada pelayan sebagai tanda terima kasih nya..


Alfi yang sudah berjalan meninggalkan sang pelayan, Lalu sang pelayan pun mengingat ketika diri nya melihat lelaki yang dari tadi bersama wanita yang memberikan nya uang dia pun kembali mengejar nya..


" Nyonya tunggu dulu,, dia berlari mendekati Alfi..


" Ada apa, Alfi yang kembali berhenti lalu bertanya..


" Tadi saya melihat suami nyonya bersama wanita menuju sebuah kamar, tapi sang lelaki sepertinya dalam pengaruh obat ujar nya..