She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Kinan check up



Kinan sedang menikmati waktu sendirinya di kursi taman yang hanya di temani kue dan juga segelas susu, perutnya yang telah terlihat membesar membuat Kinan kesulitan untuk banyak bergerak. Tapi walaupun begitu Kinan tetap menikmatinya dengan penuh kebahagiaan.


Karena kesibukan Davin untuk melakukan tugasnya sebagai pemilik perusahaan, maka membuat Davin banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Apalagi saat ini Davin sedang ada tugas di luar negeri.


Rasa syukur pada sang pencipta tak henti-hentinya Kinan ucapkan, apalagi setelah penantian panjangnya,  kini akhirnya Kinan bisa hamil apalagi kehamilan Kinan kali ini yang langsung di karuniai bayi kembar tiga.


"Ki, ternyata kamu di sini," sapa Nabila yang datang dengan Erick di gendongannya.


Mendengar sapaan di belakangnya, Kinan menoleh ke belakang dan kemudian tersenyum melihat Nabila yang datang dengan Erick di gendongannya.


"Di dalam suntuk Billa, makanya duduk di sini mencari angin," ucap Kinan.


"Loh bukankah hari ini jadwal kamu kontrol ke rumah sakit ya Ki?" Tanya Nabila.


Mendengar perkataan Nabila, Kinan mengerutkan keningnya seakan mengingat-ingat sesuatu, karena Kinan sepertinya sedang melupakan sesuatu.


"Astaga, kenapa aku bisa sampai lupa sih," Ucap Kinan. " Tunggu sebentar aku bersiap-siap dulu." Sambung Kinan lagi lalu dia beranjak dari duduknya untuk bersiap.


Nabila hanya menggelengkan kepalanya mendengar pengakuan Kinan, karena memang hari ini adalah jadwal Kinan untuk check up ke dokter kandungan.


Dan karena hal itulah Nabila datang ke rumah Kinan untuk mengantar Kinan ke rumah sakit check up ke dokter kandungan. Selama Davin tidak ada, maka Nabila yang akan mengantar Kinan check up.


Nabila menunggu di kursi taman dengan Erick, saat seorang baby sitter mendatanginya dengan membawa sebotol susu formula, Nabila pun memberikan Erick ke baby sitter tersebut.


Setelah lebih dari 15 menit menunggu akhirnya Kinan keluar juga dari kamarnya, kini mereka akhirnya menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya Kinan yang kini sudah terlihat membesar.


"Billa, apa Al juga ikut mas Dave ke USA?" Tanya Kinan saat menunggu antrian di depan ruang tunggu pasien.


"Mas Al ke Spain Ki, katanya ada yang perlu di selesaikan di sana, soal kerja sama bisnis yang baru," ucap Nabila memberikan penjelasan. Karena memang begitulah Alvin berpamitan dengan Nabila.


"Oh, aku kira ikut mas Dave, padahal pernikahan kak Jojo dan Ayumi sebentar lagi, takutnya mereka belum bisa pulang pass hari itu." Ucap Kinan.


"Kamu tenang saja, mereka pasti pulang kok tepat waktu, walaupun mereka gila kerja, tapi soal keluarga selalu nomor satu." Ucap Nabila menenangkan Kinan.


"Iya sih, mungkin bawaan bayinya kali ya, pengennya ga mau lama-lama di tinggal," ucap Kinan dengan tersenyum.


Mendengar itu Nabila hanya tertawa, karena dia tahu bagaimana rasanya berada di posisi Kinan saat ini, dulu saat hamil, jangankan di tinggal pergi jauh, di tinggal ke luar kota sebentar saja, bawaannya pengen marah mulu.


Walaupun Nabila tidak merasakan ngidam seperti yang di alami oleh Kinan, tapi untuk bermanja-manja dengan sang suami, Nabila lebih parah dari pada Kinan. Bahkan Alvin sampai beberapa bulan tidak masuk kantor saat Nabila mengalami hamil muda.


Bukannya Nabila yang ngidam, melainkan Alvin, belum lagi saat datang manjanya Nabila, untuk di tinggal sebentar saja, Nabila bawaannya marah-marah tidak jelas. Pengennya selalu di temani dan di manja terus.


Berbeda dengan Kinan yang di awal kehamilan tidak bisa mencium aroma masakan, bahkan selalu mengalami morning sickness. Belum lagi sifatnya yang berubah melankolis saat jauh dari Davin. Bawaannya pengen nangis saat jauh dari sang suami.


Bahkan Kinan membayangkan bagaimana rasanya jika Alvin seharian belum mandi, saat pulang kerja. Dan Nabila bilang aroma keringat Alvin lebih harum dari pada parfum. Sungguh pemandangan yang sangat menggelikan bukan? Tapi itulah nikmatnya saat hamil, berbagai hal yang tidak mungkin, akan jadi mungkin terjadi dengan sendirinya.


"Ternyata orang hamil beda-beda ya, kalau aku malah kadang suka kesal dengan mas Dave yang pulang kerja gak segera mandi, mau dekat-dekat dia aja gak mau. Tapi kalau udah mandi, cium aroma sabun mandi dan shampo yang di pakai mas Dave, malah ga mau pisah. Pengennya nempel dia terus." Ucap Kinan yang membuat keduanya tergelak tawanya.


Sungguh ajaib memang jika kita sedang hamil, apapun bisa terjadi. Yang awalnya tidak kita sukai akan jadi suka, atau yang awalnya kita sukai, akan berbalik tidak suka.


Setelah lama menunggu akhirnya kini giliran nama Kinan yang di panggil oleh suster rumah sakit. Dengan di temani Nabila, kini keduanya masuk ke dalam ruang pemeriksaan kandungan.


Pemeriksaan tidak berlangsung lama, apalagi kondisi Kinan yang sehat, dan juga calon bayi di dalam perut Kinan juga sehat, maka sang dokter memberikan resep vitamin kepada Kinan.


"Kamu tunggu di sini sebentar, biar aku yang menebus obatnya," ucap Nabila kepada Kinan, dan menyuruhnya untuk duduk di kursi tunggu depan apotik.


"Baiklah," jawab Kinan yang menuruti kemauan Nabila, lalu Kinan mencari tempat duduk. Setelah menemukan kursi kosong, Kinan pun duduk di kursi tersebut.


Nabila berjalan ke apotik depan, kemudian menyerahkan resep dokter ke pihak apoteker. Karena pihak apoteker sudah kenal siapa Nabila, mereka pun segera menyiapkan resep dari dokter kandungan tersebut.


Nabila duduk di kursi paling depan, jika dia duduk agak jauh, takutnya saat di panggil tidak dengar. Tidak kurang dari 10 menit, akhirnya resep punya Kinan telah selesai dan Nabila pun maju ke depan untuk mengambilnya.


Setelah mendapatkan penjelasan cara minum obat tersebut, Nabila pun berjalan menghampiri Kinan. Lalu keduanya keluar dari gedung poliklinik sebuah rumah sakit ternama di Jakarta menuju ke halaman parkir.


Keduanya terlihat bahagia dengan hasil pemeriksaan hari ini, apalagi semuanya baik-baik saja. Itu menambah kebahagiaan bagi mereka.


"Triple baby sepertinya lapar, bagaimana kalau kita mampir makan siang dulu." Ajak Kinan.


"Boleh, mau makan apa?" Tanya Nabila yang fokus dengan kemudi mobil.


"Ke restoran tempat aku dulu bekerja aja. Sekalian pengen lihat bagaimana keadaan tempat itu sekarang," ucap Kinan.


"Siap bumil," ucap Nabila penuh semangat. Kinan hanya tersenyum menanggapi ucapan Nabila.


Nabila pun melajukan mobilnya ke arah restoran yang di maksudkan oleh Kinan. Walaupun mereka berdua adalah istri dari sang pemilik restoran, namun keduanya bersikap biasa saja. Bahkan mereka tidak mau adanya perlakuan yang istimewa dari para pegawai.


Baik Kinan atau pun Nabila tidak pernah terlihat sombong setelah jadi istri milyuner. Bahkan mereka terlihat bersahabat dengan para pegawai, baik itu pegawai di kantor atau pun di tempat yang lain.


Setelah sampai di restoran yang di maksudkan, mereka di sambut sang manager dan salah satu pelayan, seperti biasa yang dulu di perintahkan oleh Davin, sang manager mengantarkan Kinan dan Nabila ke ruangan VVIP.


Setelah memesan makanan yang di inginkan, sang manager dan pelayan meninggalkan keduanya. Kini mereka berdua lebih leluasa ngobrol tanpa takut akan terdengar orang lain.


Bersambung..