She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Di apartemen Jonathan part 02.



"Sakit ya? Kemarilah biarkan aku membantumu untuk menyembuhkan pipi kamu yang sakit." Ucap Jojo mulai berniat untuk menjahili Ayumi dengan berbagai cara. Dia sangat bahagia melihat Ayumi dengan segala macam tingkah polosnya.


Bukannya mendekat Ayumi justru ingin beranjak dari duduknya untuk meninggalkan Jojo, Ayumi berniat menaruh kembali kain yang di pakainya untuk membersihkan tumpahan air ke tempat yang semestinya.


"Sudahlah, Kak. Aku akan ke dapur menyiapkan lauk untuk makan malam kita. Aku juga harus menyiapkan semuanya yang harus dibawa besok pagi ke kota S. Bukan?" Ucap Ayumi sebelum benar-benar meninggalkan Jojo yang sedang terkekeh melihat Ayumi.


Setelah mengatakan hal tersebut, Ayumi benar-benar pergi begitu saja meninggalkan Jojo yang masih berdiri di tempatnya semula. Dia benar - benar menjauhi Jojo untuk menetralkan kembali degup jantungnya.


"Fiuuhh, untung saja tadi aku bisa mencari alasan. Kalau tidak, aku bisa mati tiba - tiba karena jantungku benar - benar mau copot." Ayumi mengoceh sendiri di dapur. Dia tidak menyadari kehadiran Jojo yang menguping ocehan Ayumi dari balik tembok.


Karena tadi Jojo mengikuti langkah Ayumi, yang bilang akan menyiapkan makan malam. Dan Jojo berniat untuk membantu Ayumi menyiapkan makan malam tersebut.


Jojo menahan tawanya yang hampir pecah akibat omelan Ayumi yang ditujukan padanya. Bahkan karena hal itu Jojo sampai menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.


'Gadis ini semakin membuatku terhipnotisnya oleh tingkahnya.' Batin Jojo.


Jojo pun melangkah memasuki dapur setelah berhasil menguasai dirinya dari tawanya yang hampir pecah karena tingkah Ayumi yang dengan berani membicarakan dirinya di belakang.


"Ahh!!" Teriak Ayumi saat kedua tangan kekar melingkar indah di pinggangnya, saat Ayumi sedang mengiris sayuran. "Sejak kapan Kakak ada di sini? Kenapa suka sekali membuat aku jantungan sih, kak?" Gerutu Ayumi karena ulah jahil Jojo tersebut.


"Aku kemari hanya ingin membantumu menyiapkan makan malam sayang." Ucap Jojo kemudian mengecup sekilas pipi Ayumi.


Blush!!


Tubuh Ayumi semakin menegang akan ulah Jojo, dan Ayumi yang memang tidak mengerti ada apa dengan dirinya itu jadi bingung, Ayumi kemudian meletakkan pisau itu di atas telenan yang di pakai untuk memotong sayuran barusan.


Kemudian Ayumi memegangi dadanya yang kembali berdetak dengan kencangnya, bahkan Ayumi merasa jika nafasnya juga sesak akibat ulah Jojo.


'Tidak bisa begini terus ini, kalau kak Jojo masih tetap di sini, bisa-bisa aku terkena serangan jantung mendadak.' Batin Ayumi.


Jojo yang melihat Ayumi memegangi dadanya jadi tersenyum kecil, kemudian Jojo membalikkan tubuh Ayumi supaya berhadapan dengannya. Ayumi yang berada dalam pelukan Jojo tidak dapat berbuat apa-apa, dia hanya menuruti kemauan Jojo.


"Kenapa sayang? Apa jantung kamu berdebar kencang?" Tanya Jojo.


Dengan tatapan mata sayu, Ayumi menganggukkan kepalanya perlahan, sebagai jawaban atas pertanyaan Jojo. Melihat Ayumi hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara, Jojo membelai pipi Ayumi dengan lembut, kemudian menyelipkan anak rambut yang tertebaran di sekitar wajah cantik Ayumi ke belakang.


"Apa tubuh kamu menegang jika aku menyentuhmu begini?" Tanya Jojo kembali dengan menyelipkan sebelah tangannya ke dalam kaos Ayumi dan meraba punggung Ayumi lembut.


Ayumi membelalakkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Jojo, apa yang di tanyakan oleh Jojo ternyata benar adanya jika tubuhnya menegang saat di sentuh oleh tangan Jojo, bukan hanya memegang bahkan terasa panas dingin di saat yang sama.


"Sebentar lagi aku akan membuatmu berdebar dan tegang di saat yang bersamaan, jadi kamu harus mempersiapkan dirimu mulai dari sekarang." Bisik Jojo tepat di telinga Ayumi.


Lalu Jojo yang sudah terbawa oleh suasana itu pun mengecup leher Ayumi dan meninggalkan jejak merah keunguan di sana. Sehingga membuat Ayumi melenguh lirih. Kemudian Jojo mencium bibir mungil Ayumi dengan lembut. Jojo pun memperdalam ciumannya sehingga membuat Ayumi tidak bisa bernafas.


"Bernafaslah dengan normal sayang, aku masih ingin melakukan yang lebih dari ini." Ucap Jojo saat menempelkannya keningnya di kening Ayumi.


"Ka-kakak." Ucap Ayumi dengan nafas yang sama memburunya dengan Jojo.


"Siapkan segera makan malam untuk kita, aku akan membersihkan diri dulu." Ucap Jojo mengacak pucuk rambut Ayumi sambil tersenyum.


Ayumi hanya mengangguk pelan sebagai jawaban, dan entah kenapa ketika Jojo meninggalkan dirinya, tersirat sedikit rasa kecewa di hatinya.


'Perasaan apa tadi, kenapa jantung dan dadaku berdebar kencang, perasaan aneh yang belum pernah aku rasakan, tapi terasa tegang dan nikmat secara bersamaan.' Batin Ayumi yang tubuhnya terasa lemas akibat ulah Jojo tadi.


Tidak ingin berlama-lama larut dalam pikiran yang aneh-aneh, Ayumi pun melanjutkan masakannya untuk makan malam bersama dengan Jojo. Sedangkan Jojo harus berjuang keras di dalam kamar mandi meredakan gejolak di dalam dadanya, dan juga menidurkan sang junior yang telah bangun.


'Berdekatan dengan kamu, kenapa membuat aku tidak bisa menahan diri Yumi. Aku ingin segera memiliki kamu seutuhnya.' Batin Jojo yang mengguyur tubuhnya dengan air dingin dari shower.


Ayumi yang masih berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam pun telah usai, kini Ayumi bersiap untuk menyusun masakan yang telah selesai itu di meja makan.


Namun lagi-lagi Jojo mengagetkannya dengan memeluk tubuh Ayumi dari belakang, Ayumi yang sudah mulai terbiasa dengan sikap Jojo yang selalu mengagetkan dirinya, kini hanya tersenyum ke arah Jojo, dan lagi Jojo mencium pipinya dengan lembut sambil tersenyum.


Kemudian Nampan yang berisikan piring yang sudah dipenuhi dengan berbagai jenis makanan yang dipegang oleh Ayumi pun diambil alih oleh Jojo. Dengan tersenyum manis Jojo melakukannya, dan Ayumi juga membalas senyuman Jojo.


Di sisi lain, Ayumi sangat penasaran dengan perasaannya sendiri, apalagi setiap dekat dengan Jojo, Ayumi merasa jantungnya seakan tidak normal.


'Kak Jojo kalau selalu bersikap manis begini, kenapa jantungku berdetak kencang.' Batin Ayumi. Sambil tersenyum ke arah Jojo.


Jojo mengerutkan keningnya sambil melihat ke arah Ayumi, merasa sedang di perhatikan oleh Jojo, Ayumi memerah mukanya, tersipu malu. Jojo mendekati Ayumi seakan ingin kembali menggoda Ayumi.


"Kenapa Yumi? Apa minta di cium lagi seperti tadi?" Bisik Jojo tepat di telinga Ayumi.


"Hah, ish, bu-bukan gitu kak Jojo, aku cuma merasa heran aja, kenapa setiap dekat dengan kakak, jantung aku berasa tidak normal." Ucap Ayumi kesal.


Mendengar jawaban polos Ayumi, lagi-lagi Jojo tergelak tawanya, seakan ingin sekali Jojo melahap Ayumi saat itu juga. Namun Jojo mendekat kemudian mengacak pucuk rambut Ayumi.


Bersambung..