
Kemudian Davin mematikan panggilannya, dan kembali fokus dengan rencana yang akan mereka jalankan. Target pertama saat ini adalah Niko. Ayumi yang menjadi umpan untuk mendatangi apartemen Niko pun juga telah siap.
Setelah Davin meminta beberapa orang anak buahnya untuk ikut bersamanya menuju ke apartemen Niko, maka mereka bertiga bersiap untuk berangkat menjalankan rencana tersebut.
************
Ayumi dengan langkah penuh percaya diri, menuju ke depan pintu apartemen milik Niko, setelah yakin jika Jojo dan Davin mengikutinya di belakang, Ayumi pun memberanikan diri mengetuk pintu apartemen tersebut.
Tok tok tok!!
Wajah Ayumi yang berusaha bersikap tenang, membuat siapapun tidak akan curiga jika dia sedang dalam proses penyamaran. Apalagi Niko yang sudah mengenal dengan baik bagaimana Ayumi, jadi Niko tidak memiliki kecurigaan sedikitpun tentang Ayumi yang memang adik sepupu Tuan Jirayu.
"Yumi! Kamu beneran datang kemari? Aku kira kemarin cuma main-main ketika kamu minta alamat apartemenku." Ucap Niko yang membuka pintu apartemen. Sambil memastikan tidak ada yang melihat Niko menyuruh Ayumi untuk masuk. "Yuk masuk."
Ayumi hanya mengangguk kemudian memasuki apartemen tersebut, Ayumi mengedarkan pandangan matanya menyapu seisi apartemen milik Niko tersebut.
"Kamu tinggal sendirian?" Tanya Ayumi.
"Iya, kalau terjadi apa-apa, aku tinggal menyuruh beberapa anak buahku datang kemari, karena mereka tinggal di apartemen depan dan selalu mengawasi dari sana jika terjadi sesuatu padaku." Ucap Niko. "Kamu mau minum apa?"
"Terserah kamu, apapun boleh." Ucap Ayumi lalu duduk di sofa.
"Ok tunggu sebentar." Ucap Niko berjalan menuju ke pantry.
'Jadi anak buah Niko ada di apartemen depan itu, bagaimana ini jika mereka tahu kalau kak Jojo dan adik ipar ada di sini.' Batin Ayumi yang sedikit gelisah memikirkan hal itu.
Ayumi pun berdiri mendekati jendela yang menghadap ke arah apartemen depan gedung ini, seakan Ayumi melihat-lihat situasi. Ketika mendengar langkah kaki Niko yang berjalan menuju ke ruang tamu, Ayumi buru-buru duduk kembali ke sofa.
Tidak lama Niko membawa dua gelas minuman dingin. Dan memberikan salah satunya kepada Ayumi, dan setelah itu Niko duduk di sofa.
"Jadi ada apa sebenarnya kamu datang kemari?" Tanya Niko.
"Aku hanya main aja kemari, memangnya kenapa Niko? Apa harus ada alasan dulu gitu? untukku datang kemari." Tanya Ayumi sambil menyeruput minuman dingin yang di berikan oleh Niko.
"Ha-ha-ha, bukan begitu Yumi, aku kira kalau kedatangan kamu kemari untuk meminta perlindungan dariku, mengingat jika saat ini tuan Jirayu ada di dalam tahanan organisasi Perlindungan." Ucap Niko.
"Aku bisa jaga diri baik-baik, jadi tidak perlu perlindungan darimu." Ucap Ayumi percaya diri.
"Ya ya aku tahu, kalau soal bela diri kamu memang paling jago, bagaimana kalau soal laki-laki? Aku tidak yakin kamu bisa menjaga diri dengan baik." Ucap Niko yang kemudian berjalan mendekati Ayumi lalu duduk di sampingnya.
"A-Apa maksud kamu Niko?" Ucap Ayumi gugup karena Niko semakin merangsek ke arahnya. Bahkan Niko terang-terangan merangkulkan tangannya di bahu Ayumi. Dan dengan pandangan mata yang sulit di artikan oleh Ayumi. "Bagaimana jika ada laki-laki yang berniat jahat untuk melakukan ini padamu." Bisik Niko lalu kemudian mulai berusaha menciumi leher Ayumi yang ada di sampingnya.
"Apa-apaan kamu Niko, lepaskan aku." Ucap Ayumi mulai memberontak dan akan beranjak dari duduknya, namun Niko yang masih mencengkram bahunya menekan dengan kuat sehingga Ayumi tidak mampu berdiri.
"Jangan kurang ajar kamu Niko." Ucap Ayumi yang kini terlihat emosi.
"PLAKKK!!"
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Niko, sehingga meninggalkan bekas merah di sana. Niko yang merasakan nyeri di sudut bibirnya, kemudian dengan cepat menerkam Ayumi dan kini posisi Niko sudah ada di depan Ayumi, dengan sebelah tangannya mengunci pergerakan kedua tangan Ayumi.
"Niko!! Jangan kurang ajar kamu!!" Teriak Ayumi menggema di seluruh apartemen Niko saat ini.
"Hahaha, tenang saja Yumi, aku hanya sedang mengajarkan kamu sesuatu yang akan di lakukan oleh lelaki dewasa ketika bertemu dengan wanita dewasa sepertimu." Ucap Niko dengan bangganya. "Karena aku yakin dengan kepolosan kamu, kamu belum pernah merasakan hal seperti ini, Haha."
Ayumi yang berada dalam cengkeraman Niko berusaha untuk memberontak, namun Niko yang mencengkram bahunya dengan kuat, membuat Ayumi kesulitan. Bahkan Niko yang kini sudah memposisikan diri di hadapan Ayumi membuat Ayumi semakin ganas dan berusaha untuk menciumnya dengan paksa.
Walaupun Ayumi membuang muka ke kiri dan kanan supaya Niko tidak bisa melakukannya. Bahkan Ayumi yang kesal itu berusaha menendang-nendang ke arah Niko, namun seakan selalu gagal. Karena Niko yang mengapit kedua kaki Ayumi.
"Laki-laki brengsek, gila, berani-beraninya kamu melakukan ini padaku!!" Umpat Ayumi dengan kesal bercampur emosi. Sambil berusaha melepaskan diri dari Niko.
"BRAAKKK!!"
Suara dobrakan pintu mengagetkan Niko yang sedang berusaha melakukan aksinya. Kemudian dia melihat ke arah pintu dan melihat siapa yang dengan berani mengganggu kesenangannya.
Jojo dengan langkah panjangnya mendekati Niko, sedangkan Davin menarik tubuh Ayumi supaya menjauh dari Niko.
"BUGGG!!!"
Sebuah bogem mentah mendarat di pipi Niko, membuat Niko jatuh ke lantai keramik apartemen tersebut, dan di sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Cuih, aku sudah menduga jika kalian akan datang, hahaha!!" Ucap Niko, dengan susah payah bangun.
Dengan segera Jojo mencengkram kerah baju Niko, dan akan melayangkan tinjunya kembali.
"Drap drap drap!!"
Suara derap langkah kaki begitu banyak orang menghentikan aksi Jojo, dengan sekejap beberapa orang telah mengepung Jojo, Ayumi, dan juga Davin yang ada di dalam apartemen itu.
Jojo akhirnya melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Niko, walaupun tatapan matanya dengan tajam melihat semua pergerakan Niko. Tatapan seakan ingin mematahkan tangan Niko yang dengan berani menjamah wanitanya.
Setelah berdiri dengan tegap, Niko mendekati salah satu anak buahnya dan meminta senjata api darinya, lalu berjalan mendekat ke arah Davin.
"Ha-ha-ha, kalau tidak begini, aku rasa aku tidak akan bisa melakukan pembalasan dendam terhadapmu, Dave," Ucap Niko yang mulai mendekati Davin.
Davin terlihat begitu tenang, walaupun Niko menodongkan senjata api di pelipis kepalanya, tidak ada rasa takut sedikitpun di raut wajah Davin saat ini.
Jojo dan Ayumi terkejut melihat Niko yang bersiap untuk menarik pelatuk pistol, bahkan wajah Jojo terlihat sangat pucat, dengan kondisi saat ini.
"Jangan main-main Niko!!," Teriak Ayumi seakan ingin mencegah Niko menembakkan senjata apinya.
"Kenapa Yumi? Kenapa? Apa karena kamu sekarang berada di pihak mereka, Hah?" Teriak Niko dengan sinis penuh emosi.
Degg!!
Jantung Ayumi berdetak kencang mendengar ucapan Niko, ternyata Niko sudah mengetahui jika dirinya dekat dengan Davin. Wajah Ayumi seketika pucat.
'Jadi Niko sudah tahu dari awal, dan dia sengaja untuk menjadikanku sebagai umpan untuk membawa kak Jojo dan adik ipar kemari, betapa bodohnya aku sampai masuk ke dalam jebakannya.' Batin Ayumi, merutuki kebodohannya sendiri.
Niko berbalik badan melihat ke arah Ayumi, berjalan mendekat kearah Ayumi, senyuman sinis menghiasi wajah Niko. Kemudian Niko mencengkram dagu Ayumi dengan kuat, dan membuat Ayumi meringis kesakitan.
"Wanita penghianat sepertimu, seharusnya memang harus mati Yumi," Ucap Niko tepat di depan wajah Ayumi. "Tapi, tidak akan aku biarkan kamu mati dengan mudah,"
Bukannya takut, Ayumi justru melihat Niko dengan pandangan mata jijik, seolah Ayumi ingin menampar wajah Niko dan mematahkan kaki dan tangannya karena tadi hampir saja Niko melakukan hal buruk terhadapnya.
Jojo melihat Niko dengan pandangan mata emosi, jika tidak mempertimbangkan keselamatan Ayumi ataupun Davin, mungkin saat ini Jojo tidak akan mengampuni Niko karena dengan berani mengancam calon istrinya.
Bersambung..
Yuk gabung di group ayu..
dengan cara klik detail novel ayu ya..
terus di bawahnya tulisan vote kan ada tuh tulisan grup Rahayu avilia, nah klik di situ...
lalu masuk di group ayu di situ...
biar kita bisa saling kenal..
saling sapa..
kata orang tak kenal maka tak sayang lho.. yuk ah kita kenalan di group "Rahayu avilia" ..
selamat membaca ya dan love you all..