She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Acara pelelangan part 02



Walaupun sebenarnya Mario sedikit merasa gentar akan ancaman dari Alvin. Namun karena Mario merasa masih memiliki titik kelemahan ketua organisasi Perlindungan yaitu Bryan, makanya Mario terlihat begitu tenang.


'Aku akan gunakan anak kecil itu sebagai senjata untuk melumpuhkanmu Dave, dan saat itu tidak akan lama lagi segera tiba.' Batin Mario sambil tersenyum mengejek melihat sekilas ke arah Alvin.


Entah kenapa sampai saat ini masih banyak yang salah mengira yang mana Davin dan yang mana Alvin, termasuk Mario yang masih mengira jika yang tadi di temuinya adalah Davin alias Dave.


Kemudian Mario fokus kembali dengan melihat ke arah panggung dan menunggu barang yang sedang di incarnya mendapat giliran untuk di lelang.


Suasana di dalam gedung menjadi sangat riuh oleh para pemburu barang langka, semua berebut untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun berbeda dengan Alvin dan Rangga yang menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan taringnya.


"Baiklah-baiklah, kalian semua pasti sedang menunggu barang langka satu ini, karena barang ini begitu spesial dan sangat sulit untuk mendapatkannya, maka dengan bangga saya persembahkan pada kalian semua FORMULA BLUE." Ucap sang pembawa acara di panggung, memperkenalkan produk formula blue yang terletak di sebuah kotak kaca dan terkunci menggunakan kunci kode angka dan infra red untuk membukanya.


Semua yang hadir terlihat begitu antusias dengan barang yang memang sedang di incar oleh dunia hitam maupun medis itu. Apalagi banyak ketua organisasi yang hadir dalam acara lelang tersebut. Dan kemungkinan besar mereka mengincar formula blue.


"Dan konon dari cerita yang saya dengar, formula blue ini sangat berbahaya bagi siapapun yang terkena suntikannya, karena formula ini akan mengontrol sistem saraf. Dan jika siapapun yang terkena formula ini, maka dia akan patuh pada tuannya, jika tidak patuh maka secara otomatis sistem pembuluh darahnya akan pecah dan bisa mengakibatkan kematian, karena formula blue ini sangatlah ajaib, sebuah penemuan langka, maha karya dari para ilmuwan dengan di bantu peralatan yang sangat canggih, maka wajar jika harga yang akan di tawarkan juga sangatlah menguras kantong. Dan untuk itu maka formula blue ini akan di buka dengan harga 100 milyar rupiah, dan bagi siapapun yang berani membayar dengan harga tinggi, maka dialah pemenangnya." Ucap sang pembawa acara, yang kemudian membuat suasana gedung menjadi terasa panas karena persaingan untuk mendapatkan formula tersebut.


Semua bertepuk tangan ketika pembawa acara itu sudah menyebutkan harganya. Bahkan banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan Formula blue tersebut. Kenaikan bukan lagi 1 atau 2 juta. Tapi langsung menuju ke angka puluhan juta.


Alvin dan Rangga yang masih terlihat tenang tanpa melakukan pergerakan apapun, mengikuti jalannya acara lelang tersebut, namun terdiamnya kedua orang itu adalah untuk mengawasi setiap gerak-gerik yang mencurigakan dari semua yang ada di dalam gedung tersebut.


"Wow, wow, ternyata sungguh fantastis peminat dari formula blue yang hanya beberapa ratus mili liter ini, ayo siapa lagi yang akan menaikkan harga, karena terhitung 1 menit dari sekarang, waktu akan habis." Ucap sang pembawa acara.


Mendengar ucapan sang pembawa acara, semua yang hadir kembali riuh berebut dengan cara menambahkan penawaran harga yang berkelipatan dari harga sebelumnya.


'Bagaimana pun, aku harus mendapatkan Formula blue tersebut, dan tidak akan aku biarkan siapapun untuk bisa memilikinya.' Batin Mario dengan wajah penuh nafsu untuk memiliki barang tersebut.


Semua orang berebut untuk mendapatkan Formula blue, termasuk Mario yang selalu menambahkan harga dari para pesaingnya. Dan itu sangatlah terlihat begitu ambisiusnya dia untuk mendapatkan Formula blue tersebut.


Alvin hanya tersenyum licik melihat Mario saat ini, karena situasi saat ini semakin ramai oleh orang yang sedang beradu kekuatan uang untuk mendapat formula blue, bahkan saat ini formula blue yang sudah di tukar oleh Rangga dengan yang palsu itu telah mencapai harga 250M sungguh sangat dahsyat harga Formula blue palsu di pasar lelang ini.


Lantas bagaimana jika itu adalah formula blue yang asli, yang pasti harganya tidak akan dapat di bayangkan lagi.


"DOORR!!" Sebuah tembakan peringatan terdengar di sana, semua pengunjung acara lelang tersebut berteriak histeris, melihat seseorang memakai topeng sedang mengacungkan senjata api ke atas.


Semua pengunjung berhamburan keluar, acara yang awalnya berjalan lancar, kini telah kacau oleh orang yang dengan berani mengacungkan senjata api untuk membuat pengunjung ketakutan.


Kini hanya tinggal beberapa orang yang tidak takut dengan ancaman orang di balik topeng tersebut, dan itu adalah para ketua mafia yang memang sudah terbiasa dengan hal-hal semacam ini.


"Formula ini adalah milikku, tidak akan aku biarkan kalian mengambilnya dariku, ha-ha-ha." Ucap orang itu yang masih mengacungkan senjata api ke udara.


Bahkan entah darimana datangnya beberapa orang yang berseragam serba hitam itu muncul, dan bahkan semakin banyak dan mengepung orang-orang yang tersisa di dalam. Termasuk Rangga dan Alvin serta Tania yang memang belum keluar dari gedung itu.


Misi mereka hanya satu yaitu menangkap Mario hidup-hidup, untuk di serahkan kepada Jojo, Karena selain berkas kejahatan organisasi Perlindungan di hapus, tidak ada hal yang lebih penting lagi. Dengan begitu maka organisasi Perlindungan bisa di bilang organisasi legal di mata hukum.


"Semakin menarik, aku akan lihat siapa yang dengan berani mengacaukan acara lelang kali ini." Gumam Alvin yang seakan menyaksikan pertunjukan gratis di depan matanya.


Rangga dan Tania mendekati bangku dimana Alvin saat ini duduk dan terlihat tenang, bahkan suasana yang tadinya tertib kini berubah kacau dengan kehadiran orang yang mengacungkan senjata api tersebut.


"Apa-apaan ini, kalian dengan lancang akan mengambil Formula itu secara paksa, ini perampokan namanya." Ucap salah seorang yang masih ada di dalam gedung itu berusaha protes.


"Ha-ha-ha, tembak mati siapapun yang dengan berani mengeluarkan suara tidak terimanya." Ucap lelaki yang masih menggunakan topeng tersebut.


"Doorrr!!" Suara tembakan menggema di seisi gedung pelelangan, dan tubuh orang yang berusaha protes tadi jatuh dan tewas di tempat.


Mario menjadi gentar, karena tidak adanya senjata yang di bawanya masuk tadi, semua orang pun di giring untuk berkumpul di tengah aula, termasuk Rangga dan juga Alvin.


Tania terlihat gemetar karena hal itu, namun Rangga menggenggam tangannya dengan erat, serta sorot matanya yang lembut ke arah Tania, seolah tatapan mata Rangga itu memberi isyarat ke Tania supaya jangan takut, ada aku disini.


Tania membalas genggaman tangan Rangga tak kalah eratnya, sehingga terlihat dengan jelas Rangga menyunggingkan senyum terbaiknya. Dan entah kenapa Tania merasa hangat hanya karena tatapan mata Rangga, bahkan tidak merasa takut lagi.


"Kalau kalian ingin selamat, maka bersikap baiklah dan bekerja sama denganku. Aku minta siapkan helikopter dalam waktu 10 menit dari sekarang, jika tidak?" Ucap lelaki itu lalu berjalan mendekat ke arah orang-orang yang berkumpul di tengah aula.


"Doorrr!!" Lelaki itu menembak salah satu orang yang ada dalam kerumunan itu.


"Kalau tidak di kirim dalam waktu 10 menit lagi, maka setiap 10 menit setelah itu, aku jamin akan ada korban yang dengan suka rela memberikan nyawanya sebagai tumbal atas kelalaian kalian." Ucap lelaki itu kepada sang pembawa acara. "Aku tidak mau tahu bagaimana caramu mendatangkan helikopter tersebut,"


"Ba-baik tuan, akan saya hubungkan dengan pimpinan saya dan mengirim helikopter untuk tuan." Jawab pembawa acara tersebut dengan wajah penuh ketakutan.


Lelaki bertopeng itu memberikan kode kepada salah satu anak buahnya, untuk mengikuti pembawa acara itu menelepon bos nya. Dengan tangan yang bergetar hebat karena takut, pembawa acara itu menghubungi pemilik tempat lelang itu yang tidak lain adalah tuan Xavier.


Sedangkan Alvin dan berada di antara kerumunan orang yang berada di tengah aula, memberikan sinyal supaya Sean masuk ke dalam gedung dan mengerahkan seluruh anak buahnya, membawa paksa Mario dari tempat itu.


'Gawat, jika seperti ini terus-terusan, kesempatanku untuk mendapatkan formula blue akan sangat sulit, aku harus mengerahkan anak buahku untuk masuk ke dalam, tapi bagaimana caranya? Tidak ada alat komunikasi sama sekali yang aku bawa. Dasar sial!!' Batin Mario sambil mengamati situasi saat ini.


Sekilas Mario melihat ke arah Alvin, Mario mengamati Alvin yang begitu tenang dalam situasi seperti ini.


'Bagaimana dia bisa setenang itu, padahal saat ini bisa saja nyawanya melayang oleh orang yang menginginkan formula blue itu, sungguh misterius menantuku ini.' Batin Mario.


Situasi saat ini hening, tidak ada pergerakan apapun, karena sang pembawa acara tadi sudah memberikan informasi jika helikopter akan segera di kirim oleh tuan Xavier. Sehingga lelaki yang bisa di bilang sebagai perampok itu hanya duduk diam menunggu.


Alvin hanya diam tenang tidak melakukan apapun, matanya hanya mengamati pergerakan Mario. Baginya tidak ada yang lebih penting dari hal itu.


Bersambung...