She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Perjalanan ke Jakarta.



Mario sangat terkejut melihat apa yang di bawa oleh Rangga saat ini, wajah penuh ketakutan semakin tergambar jelas di wajahnya. Tidak lama kemudian dua orang bodyguard muncul di belakang Rangga.


"Ini," Ucap Rangga memberikan kotak putih itu kepada Alvin. Dan memang Rangga belum memahami bagaimana cara kerja isi di dalam kotak putih tersebut.


"Hem." Ucap Alvin sambil menerima kotak putih pemberian Rangga.


Mario beranjak dari duduknya kemudian mundur beberapa langkah berusaha melarikan diri, namun tatapan mata Alvin kepada dua orang bodyguard tersebut menandakan supaya bodyguardnya menahan langkah kaki Mario.


"Lepaskan aku!! Lepaskan!!" Teriak Mario berusaha memberontak.


'Cuih, bersiaplah pak tua, bos kami tidak akan mengampunimu dengan mudah.' Batin para bodyguard tersebut.


"Rangga tolong pegang kotak ini, biar aku siapkan semuanya." Ucap Alvin.


"Ok."


Rangga pun membuka kotak putih tersebut yang ternyata berisi formula blue yang asli, Rangga mendapatkan formula blue tersebut saat menukarnya di acara pelelangan kemarin.


Sebelum mengambil dosis untuk di suntikkan pada Mario, Alvin bersiap menggunakan hand glove di kedua tangannya. Kemudian Alvin mengambil sebuah alat suntik yang masih baru itu.


Alvin terlihat sudah sangat lihai mengambil dosis dari formula tersebut, dan setelah selesai Alvin meminta Rangga untuk menutup kembali kotak putih tersebut.


"Pegang dia!!" Perintah Alvin dengan tatapan tajam membunuh.


"Baik Tuan."


"Dave, aku tahu aku salah, tolong jangan seperti ini Dave, aku akan menjadi budakmu yang patuh, ku mohon jangan begini." Ucap Mario yang terus berusaha memberontak dari cengkeraman tangan para bodyguard Alvin.


Tanpa memperdulikan teriakan dari Mario, Alvin melangkah ke arah Mario yang terlihat semakin ketakutan. Bahkan jika di perhatikan wajahnya yang sangat pucat sudah terlihat seperti mayat hidup.


"Aku mohon Dave.. Aaarrgghhh!!" Ucap Mario. Di akhiri dengan teriakan yang membuat bulu kuduk merinding. Karena Alvin sudah memasukkan cairan itu ke dalam tubuhnya melalui suntikan.


Senyum miring seolah menandakan jika Alvin sangat puas tergambar jelas di wajahnya, kemudian Alvin memberi kode supaya bodyguard tersebut melepaskan Mario sebentar. Dan memberikan bekas suntikan dan juga hand glove itu kepada salah satu bodyguardnya untuk di buang ke tempat sampah.


"Seret lelaki tua itu ke mobil, kita bersiap untuk ke Jakarta sekarang juga." Perintah Alvin.


"Baik Tuan."


"Da-Dave ka-kamu ternyata begitu kejam." Ucap Mario terbata-bata sambil menahan lengannya bekas suntikan tersebut.


Bodyguard yang masih bersiaga di belakang Mario itu kemudian kembali mencengkram sebelah lengan Mario, menariknya secara kasar.


"Cih, lelaki tua Bangka tak tahu diri, sebaiknya kamu berkaca sebelum mengatakan hal itu." Ucap Alvin yang berbalik badan untuk meninggalkan Mario yang terhuyung akibat reaksi dari formula blue tersebut.


Alvin yang sudah bersiap untuk keluar dari ruangan tersebut, membuat Rangga juga bersiap untuk membukakan pintu keluar untuk Alvin.


"Oh ya pak tua!!" Ucap Alvin menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Mario. Rangga yang tadi ingin bersiap membukakan pintu keluar pun ikut terhenti dan melihat ke arah Alvin. "Perlu kamu tahu, jika namaku adalah Alvin bukan Dave, dan bukan juga menantumu." Ucap Alvin yang kemudian dengan mengedipkan sebelah matanya lalu berbalik badan, dan Alvin benar-benar keluar dari ruangan tersebut.


"A-Apa, dia bukan Dave." Ucap Mario terkejut yang akhirnya pingsan akibat reaksi yang di timbulkan oleh formula blue. Kedua bodyguard yang masih ada di dalam ruangan tersebut pun membawa Mario keluar.


Alvin meraih kacamata hitam di belahan kancing bajunya paling atas lalu mengenakannya, senyum penuh rasa puas terlihat jelas di wajah Alvin saat ini. Karena Mario ada di bawah kendalinya, dan tidak akan macam-macam kepadanya.


'Tak ku sangka lelaki di depanku ini sangat kejam di saat menghadapi musuh-musuhnya, aku salut padamu Al, kamu rela melakukan apa saja untuk melindungi keluargamu.' Batin Rangga dengan tersenyum melihat punggung Alvin yang berjalan di depannya.


Di sela-sela langkah kakinya Alvin mengambil ponsel dari saku jasnya, karena memang ponsel tersebut sedang berbunyi dengan di iringi getaran.


"Apa Sean?" Tanya Alvin tanpa basa-basi di saat melihat siapa yang sedang menelponnya.


"Bagus, siapkan semuanya, kita ke Jakarta sekarang," Ucap Alvin kemudian menutup panggilannya sepihak.


'Papa kangen kamu Bryan, Erick, kangen juga denganmu istri tercintaku.' Batin Alvin.


Rangga mengikuti langkah Alvin yang menuju ke mobilnya, dengan segera salah satu bodyguard bersiap membukakan pintu mobil tersebut.


"Kita langsung ke Bandara sekarang," Ucap Alvin, Saat menaiki mobil.


"Baik Tuan." Ucap bodyguard tersebut.


Setelah Alvin memasuki mobil, Rangga pun mengikutinya dan duduk di samping Alvin. Sekilas Rangga melihat wajah bahagia Alvin. Dan Rangga sangat tahu apa penyebabnya.


'Setelah semua ini, kamu pasti akan bahagia bertemu dengan keluarga kamu Al.' Batin Rangga.


Alvin menyandarkan tubuhnya di sandaran jok belakang mobil, kemudian Alvin menghela nafas beratnya, seolah ingin melepaskan beban berat yang saat ini sudah terlepas dari dirinya, akibat mendengar kabar jika Bryan sudah selamat dari cengkeraman Mario.


"Rangga, makasih banyak atas bantuan kamu selama kita ada di Bali." Ucap Alvin tanpa melihat ke arah Rangga yang ada di sampingnya. Mata Alvin terpejam saat ini, namun kesadarannya masih penuh menguasai dirinya.


"Itu sudah menjadi tugasku Al, kamu tidak perlu berterima kasih padaku." Ucap Rangga tulus dengan melihat ke arah Alvin.


Alvin pun menoleh ke arah Rangga di sampingnya tanpa mengangkat kepalanya dari sandaran kursi.


"Kamu memang sahabatku dari dulu sampai sekarang, aku janji akan selalu ada buatmu, jika kamu membutuhkan sesuatu dariku." Ucap Alvin sambil menepuk pundak Rangga dengan tersenyum.


"Aku mengerti Al," Ucap Rangga menepuk punggung tangan Alvin yang masih berada di pundaknya.


Keduanya pun kembali ke posisi duduknya masing-masing, kemudian terdiam untuk sejenak melepaskan lelah akibat misi ini. Bodyguard yang sedang merangkap menjadi sopir itu melihat bos nya dari kaca spion di atasnya.


'Ternyata bos juga manusia biasa yang memiliki sahabat, jika melihat bos seperti ini, dia seperti manusia pada umumnya, terlihat baik dan juga manusiawi.' Batin sopir yang sekaligus bodyguard tersebut.


Mobil yang di tumpangi Alvin dan juga Rangga kini melaju menuju ke Bandara, di ikuti oleh beberapa mobil di belakangnya. Arak-arakan mobil itu sudah seperti arak-arakan mobil petinggi negara yang melintas melewati jalanan besar.


Banyak mata melihat ke arah arak-arakan mobil yang di tumpangi oleh Alvin dan para anak buahnya, namun itu tidak membuat Alvin merasa terusik atau pun risih.


Alvin yang memang tidak menghiraukan tatapan orang-orang, saat ini yang di butuhkan olehnya hanyalah istirahat sebelum bertemu dengan keluarganya di Jakarta nanti.


Iring-iringan mobil Alvin kini telah sampai di Bandara pribadi yang memang khusus di gunakan untuk pesawat jet pribadi milik orang-orang kaya. Rangga membangunkan Alvin yang terlelap dalam tidurnya.


Setelah bangun, Alvin pun keluar dari dalam mobilnya, dengan di ikuti oleh Rangga, tidak lama setelah itu terlihat Sean dan juga Tania menghampiri mereka.


Alvin berjalan duluan menaiki anak tangga pesawat jet pribadi tersebut, kemudian di ikuti oleh Rangga, Sean dan juga Tania di belakangnya. Dan setelah itu bodyguard Alvin memapah Mario dengan tangan di borgol dan yang masih belum sadarkan diri itu memasuki pesawat tersebut.


Bersambung..


Maaf ya jika ada typo atau salah sebut nama, maklum efek crazy up di akhir bulan, jadi tidak memperhatikan jika ada yang salah..


Sekali lagi maaf kan ayu ya para pembaca setia ayu yang baik hati..


pokoknya selamat membaca dan love you all..


Eh iya, jangan lupa bantu like komen dan juga votenya ya, karena novel babang kembar ini di ikut sertakan dalam lomba 'WRITER SEASON 02' dan bantu Doanya semoga bisa menang, walaupun bukan juara utama.


makasih sebelumnya ya..