She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Kencan ala Jojo dan Ayumi



Dengan cepat Ayumi menganggukkan kepalanya, karena ini momen langka bagi Ayumi, dulu jarang sekali Jojo mau di ajak jalan, begitu banyak alasan yang di jadikan Jojo untuk menghindari ajakan Ayumi jalan.


Anggap saja ini adalah kencan bagi Ayumi, walaupun Jojo menganggapnya sebagai jalan-jalan, namun itu sudah membuat Ayumi bahagia.


Jojo akhirnya mengajak Ayumi jalan-jalan di seputaran kota Jakarta, mulai dari ke taman mini Indonesia indah, taman impian jaya Ancol, kedua tempat tersebut menjadi tujuan jalan-jalan kedua orang itu.


Hanya untuk sekedar menghilangkan kepenatan setelah lama bergulat dengan pekerjaannya, kini Jojo akhirnya bisa sejenak melepaskan lelahnya, jika di ingat kembali Jojo belum menyelesaikan kasus penyelundupan barang terlarang yang akhir-akhir ini memasuki Indonesia.


Bahkan di klub malam sudah begitu banyak pengguna yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut, dan dari data yang dia dapat bahwa pemasok utama adalah Mario, yang tidak lain adalah Papanya Kinan (mertua Davin).


Karena hal itulah Jojo meminta bantuan kepada organisasi Perlindungan supaya membantunya menangkap Mario. Ya memang, itu tidak akan mudah karena Mario selalu bersembunyi dari satu negara ke negara lain. Belum lagi ada orang atau organisasi yang sangat berpengaruh di belakang sepak terjang Mario.


Hal itulah yang membuat Mario sulit sekali untuk ditangkap, beberapa kali usahanya gagal menangkap Mario, dan karena hal itu juga akhirnya Jojo meminta bantuan kepada Alvin dan Davin.


Mengingat kekuasaan organisasi perlindungan yang begitu luas sehingga permudahkan dia untuk menangkap Mario, apalagi di dunia hitam, Mario adalah salah satu musuh bagi organisasi perlindungan.


"Kak Jo, kakak kenapa malah melamun? Bukannya tadi kakak yang mengajakku jalan-jalan." Ucap Ayumi ketika mendapati Jojo hanya terdiam di saat sedang makan siang bersama di sebuah cafe.


"Bukan melamun Yumi, aku hanya sedang memikirkan sesuatu hal," Ucap Jojo mengelak.


"Memikirkan apa kak? Kakak lagi ada masalah? Atau jangan-jangan kakak sedang memikirkan wanita lain?" Tanya Ayumi.


Mendapat beberapa pertanyaan dari Ayumi, yang menurutnya tidak masuk akal, membuat Jojo tertawa, kemudian Jojo mengacak pucuk rambut Ayumi.


"Kamu berpikiran terlalu jauh Yumi, sebaiknya cepat selesaikan makanmu dan kita akan bermain ke tempat yang lain, atau kita pulang saja ke apartemen?" Ucap Jojo.


"Habisnya sikap kakak membuatku berpikir yang tidak-tidak, kakak terlihat tidak bahagia ketika jalan bersamaku." Ucap Ayumi terlihat sedih.


"Bukan Yumi sayang, aku hanya kepikiran tentang pekerjaanku saja."


Mendengar Jojo memanggilnya sayang, dengan cepat Ayumi menoleh ke arah Jojo, Ayumi mengerjapkan matanya berkali-kali, seakan tidak percaya apa yang didengarnya saat ini. Seorang Jojo memanggilnya sayang? Apakah ini pertanda dari akhir dunia? Atau Ayumi sedang bermimpi? Begitulah yang Ayumi pikirkan saat ini.


"A-Apa kak? Kakak, kakak memanggilku sayang, benarkah apa yang aku dengar ini?" Ucap Ayumi yang terlalu girang karena panggilan sayang tersebut.


Jojo mengulas senyum tipis dari sudut bibirnya, kemudian menganggukkan kepalanya, seolah Jojo mengisyaratkan bahwa apa yang didengar Ayumi adalah benar adanya.


"Aaaaa, kakak memanggilku sayang, kak Jo memanggilku sayang, bolehkah aku mendengarnya sekali lagi kak?" Ucap Ayumi yang begitu histeris bercampur bahagia ketika Jojo mengiyakan apa yang jadi pertanyaannya.


Jojo meraih tangan Ayumi yang berada di atas meja makan kafe tersebut, kemudian menggenggamnya dengan erat, setelah itu Jojo mencium punggung tangan Ayumi dengan penuh cinta.


"Iya sayang, mulai saat ini aku akan memanggilmu seperti itu, apa kamu bahagia?" Tanya Jojo,


Dengan cepat Ayumi menganggukkan kepalanya, Ayumi merasa terharu dengan perlakuan Jojo hari ini, Baru kali ini Jojo bersikap sangat romantis versi Ayumi. Karena biasanya Jojo selalu menjaga jarak dengannya, padahal Jojo sangat tahu bahwa Ayumi sudah mengejarnya begitu lama.


Mendengar ucapan Ayumi, Jojo mengernyitkan keningnya, bagaimana bisa Ayumi punya pikiran seperti itu? Begitulah yang ada di benak Jojo saat ini.


"Kenapa kamu punya pikiran seperti itu Yumi?" Tanya Jojo.


"Yaa, karena selalu aku yang memaksa kakak untuk menikahiku, bahkan aku juga yang mengajukan syarat jika aku yang membawa Kinan keluar dari markas kak Jirayu waktu itu, maka kak Jojo harus menikahiku." Ucap Ayumi dengan polosnya. "Bukankah itu berarti jika hanya aku yang mencintai kakak dan menginginkan supaya kakak mau menikahiku?"


Jojo menghela nafas panjangnya, mungkin benar apa yang dikatakan oleh Ayumi, tapi tidakkah Ayumi mengetahui sutu hal, jika sebenarnya Jojo juga menginginkan Ayumi sebagai istrinya.


Yah memang harus diakui, jika Jojo adalah tipe orang yang sangat sulit mengakui perasaannya sendiri ataupun mengekspresikan bagaimana perasaannya saat ini.


Tapi harus di garis bawahi jika Jojo bukanlah tipe orang yang dengan mudah untuk di paksa, jika itu tidak sesuai dengan keinginannya. Paksaan Ayumi untuk menikahinya, sebenarnya bukanlah sepenuhnya keinginan Ayumi saja, melainkan Jojo sebenarnya juga menginginkannya.


Sikap Ayumi yang manja, dan juga pemberani membuat Jojo yang tidak pernah memikirkan wanita manapun, akhirnya luluh juga. Tanpa harus dia yang memulai untuk berjuang, kini dengan sendirinya Ayumi sepenuh hati menerimanya.


"Kenapa kamu seyakin itu jika aku tidak mencintai kamu, Yumi?" Tanya Jojo.


"Hah!!"


Mendengar ucapan Jojo, Ayumi mengerjapkan matanya berkali-kali, bahkan sekali lagi jantungnya berdebar sangat kencang, benarkah ini Jonathan yang selama ini dia kenal? Kenapa hari ini dia seperti orang asing? Itulah arti dari kebingungan Ayumi saat ini.


"Kenapa kamu seperti terkejut begitu Ayumi? Apa ada kata-kataku yang salah?" Tanya Jojo.


"Bukan, bukan, hanya saja aku merasa jika kakak ini, bukankah kak Jojo yang aku kenal, apa kakak sedang sakit? Atau kakak salah minum obat? Sehingga membuat kakak selalu bicara begitu manis." Ucap Ayumi.


Mendengar ucapan Ayumi, Jojo tergelak tawanya begitu keras, sungguh gadis yang ada didepannya saat ini terlihat begitu menggemaskan bagi Jojo.


"Jadi kamu mengira kalau aku sedang sakit? Baiklah kalau begitu aku tarik kembali semua ucapanku, kita tidak jadi menikah." Ucap Jojo berpura-pura kesal.


"Hah!! Tidak bisa begitu dong kak, kan kakak udah janji mau menikahi Ayumi." Ucap Ayumi dengan memanyunkan bibirnya ke depan.


Cetak!!


Jojo menyentil kening Ayumi pelan, sehingga membuat Ayumi yang tadinya manyun, menoleh ke arahnya.


"Sakit kak," Ucap Ayumi sambil mengusap keningnya yang barusan kena sentilan jari Jojo.


"Makanya jangan berpikiran yang aneh-aneh, bisa-bisanya mengatai calon suami sakit, hanya gara-gara aku bilang begitu terhadapmu." Ucap Jojo.


Ayumi tersenyum sebagai jawaban atas ucapan Jojo, sungguh hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Ayumi, karena selain bisa kencan dengan Jojo, Ayumi juga tahu satu hal, bahwa Jojo sebenarnya juga mencintainya.


Bersambung