
Kita tinggalkan dulu mereka yang sedang memburu Mario di Bali.
Kita kembali dulu ke Jakarta. Nabila yang mengetahui jika Bryan jadi korban penculikan kini terlihat begitu shock, hatinya sangat terpukul dengan kejadian itu. Sehingga Nabila hanya bisa menangis, bahkan Nabila meminta ikut Davin yang dalam proses pencarian bersama dengan Yudha.
Seluruh anak buahnya yang ada di Jakarta di kerahkan untuk mencari Bryan, karena berita hilangnya Bryan sudah tersebar,maka pihak kepolisian pun di kerahkan untuk membantu mencari hilangnya Bryan.
"Billa, kamu yang tenang dan bersabar, aku yakin Dave bisa menemukan Bryan." Ucap Jojo ketika menemui Nabila di rumahnya bersama dengan Ayumi. Kinan yang juga terlihat shock dengan kejadian kemarin, kini seperti orang linglung. Dan kondisinya tidak jauh beda dengan Nabila saat ini.
"Bagaimana aku bisa tenang jika tidak ada kabar tentang anakku?, bagaimana aku bisa melakukannya, kak Jojo?" Ucap Nabila terdengar histeris di sela-sela tangisnya, bahkan matanya seakan bengkak karena sudah menangis dari tadi.
"Aku tahu Billa, aku tahu bagaimana perasaan kamu, tapi aku mohon pikirkan juga bagaimana Erick, dia masih membutuhkan kamu, dia belum tahu apa-apa, jadi jangan sampai gara-gara kamu tidak makan, itu akan mempengaruhi kesehatan kamu dan juga Erick." Ucap Ayumi.
Ayumi berusaha menenangkannya dan membujuk Nabila supaya mau makan, karena jika Nabila tidak makan, maka kesehatan Nabila sebagai taruhannya, apalagi saat ini Nabila masih menyusui.
"Tapi Yumi.." Ucap Nabila.
"Aku mohon Billa," Ucap Ayumi memohon dengan tatapan mata sendunya.
Ayumi tahu bagaimana perasaan Nabila saat ini, dia pasti sangat terpukul dengan kejadian ini, perasaanya sangat terluka, sangat sedih, dan juga khawatir, saat tidak mendengar kabar dari anaknya. Padahal ini sudah hari kedua, tapi penculik itu belum juga menghubunginya.
Kalau pun mau minta tebusan kenapa tidak ada kabar sama sekali sampai saat ini? Lantas apa yang di inginkan penculik itu? Begitulah yang ada dipikiran Nabila saat ini.
perlahan Ayumi menyuapi Nabila sedikit demi sedikit, dengan air mata yang berlinang di pipinya Nabila berusaha mengunyah dan menelan makanan yang di suapi Ayumi kepadanya.
Ayumi memang belum mempunyai anak, tapi Ayumi yakin jika suatu saat, dia mempunyai anak dan mengalami hal yang sama dengan Nabila, pasti saat ini kondisinya tidak jauh beda dengan Nabila, atau bahkan lebih dari apa yang di alami Nabila.
"Sedikit lagi Nabila, jangan sampai perut kamu yang kosong." Ucap Ayumi.
Dengan sabar Ayumi menyuapi Nabila, makanan yang hanya memang sedikit itu kini telah kandas habis, kemudian Ayumi mengambilkan segelas air putih untuk Nabila.
Setelah selesai menyuapi Nabila, Ayumi membawa nampan yang berisi piring bekas makanan dan juga gelas kosong keluar kamar dan membawanya menuju ke dapur. kemudian Ayumi memilih untuk duduk di sofa ruang tamu.
Setelah memastikan jika Ayumi sudah benar-benar keluar dari kamar, Jojo pun duduk di kursi dekat meja rias, dan menghadap ke arah Nabila yang saat ini sedang menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang tempat tidurnya.
"Billa, aku sudah mengerahkan beberapa anggota kepolisian untuk mencari keberadaan Bryan. Dan aku yakin sebentar lagi anak kamu pasti akan ditemukan, sebaiknya kamu tetap tenang dan menunggu kabar dari Dave maupun Al." Ucap Jojo.
"Makasih kak Jojo, kakak selalu membantuku." Ucap Nabila. Sambil memangku sebuah bantal.
"Kita adalah keluarga dan sudah sepantasnya aku selalu membantumu." Ucap Jojo. "Aku tahu jika saat ini Alvin juga melakukan hal yang sama denganku, yaitu mencari Bryan, jadi kemungkinan besar Bryan untuk segera di temukan begitu besar, dan pasti dalam keadaan baik-baik saja. Jadi aku harap sekarang kamu tenang dan jaga kesehatanmu, istirahatlah Billa," Ucap Jojo menasehati Nabila.
"Iya kak."
"Aku akan keluar, kalau kamu mendengar kabar apapun tentang Bryan, segera hubungi aku atau pun Dave, karena kami akan bertindak jika keberadaan Bryan sudah di temukan." Ucap Jojo yang mulai beranjak berdiri dari duduknya. "Nanti biar Ayumi yang akan menemani kamu di sini." Ucap Jojo. Sebelum akhirnya keluar dari kamar Nabila.
"Iya kak, sekali lagi makasih atas bantuan dan perhatian kakak." Ucap Nabila.
"Hem," Jawab Jojo yang kini sudah di ambang pintu keluar, sambil menganggukkan kepalanya. "Sekarang istirahatlah, Billa, semoga mimpi indah."
Nabila hanya mengangguk, kemudian membenarkan posisi tidurnya, Nabila tidur dengan posisi miring, dengan air matanya yang terus mengalir di pipinya. Sesekali Nabila terlihat sesenggukan akibat kelamaan menangis.
Jojo keluar dari kamar Nabila, untuk menuju ke ruang tamu menemui Ayumi yang sudah ada di sana. Ayumi terlihat sedang duduk di sofa ruang tamu. Dan segera berdiri ketika melihat Jojo yang berjalan ke arahnya.
"Bagaimana Nabila kak? Apa dia sudah baikan?" Tanya Ayumi antusias. Wajahnya masih terlihat cemas jika mengingat keadaan Nabila.
"Huft, dia masih terlihat sedih dan shock dengan kejadian ini, semoga saja Dave segera menemukan Bryan." Ucap Jojo. "Karena Alvin sedang ada tugas di luar kota, pasti ini akan terasa berat bagi Nabila di saat suaminya tidak di sampingnya." Ucap Jojo sedikit berbohong pada Ayumi.
"Hah, kasihan sekali Nabila, seandainya aku yang berada di posisinya saat ini, aku pasti sudah tidak sanggup untuk jauh-jauh dari anakku, mungkin aku bisa gila kali ya kak?" Ucap Ayumi sambil menghela nafas beratnya. Kemudian menunduk melihat lantai keramik di ruang tamu tersebut.
Jojo hanya tersenyum tipis kemudian mengacak pucuk rambut Ayumi, dan entah kenapa di saat melakukannya, Jojo merasa sangat tenang. Akhir-akhir ini mengacak pucuk rambut Ayumi seperti magnet tersendiri bagi Jojo.
Seakan batinnya terasa bahagia dan tenang setelah melakukannya, apa lagi di saat seperti ini, seakan itu bisa menjadi obat bagi Jojo, yang merasa tubuhnya penuh dengan beban berat akhir-akhir ini.
"Tenang sayang, aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti anak-anak kita nantinya, atau pun menyakiti kamu, aku akan selalu standby di dekatmu." Ucap Jojo,
Blush!!
Ayumi seketika merah merona akibat ucapan Jojo, jantungnya juga berdetak begitu cepat, kelamaan dekat dengan Jojo bisa-bisa Ayumi terkena serangan jantung mendadak.
"Kenapa Yumi? Kok merah gitu mukanya?" Goda Jojo.
"Kalau aku lama-lama dekat dengan kakak, aku rasa usiaku tidak akan lama lagi." Ucap Ayumi yang terlihat malu-malu.
Jojo mengerutkan keningnya sekaligus terkejut dengan ucapan Ayumi barusan, apa karena bahaya yang selalu mengelilingi hidup Jojo? Makanya Ayumi bicara seperti itu. Atau karena Ayumi merasa jika Jojo selalu mengundang bahaya? Makanya pikiran Ayumi seperti itu? Tiba-tiba terlintas begitulah yang ada di kepala Jojo.
"Kenapa kamu bicara begitu, Yumi?" Tanya Jojo yang berusaha tenang, walaupun hatinya penuh rasa takut, kalau-kalau Ayumi akan meninggalkannya.
"Habisnya setiap kali dekat sama kak Jojo, jantungku seperti mau copot, berasa terkena serangan jantung dadakan, kalau begini terus bukankah aku bisa mati muda?." Ucap Ayumi dengan polosnya.
Mendengar jawaban Ayumi, Jojo malah tergelak tawanya, dan itu membuat Ayumi semakin bingung, apanya yang lucu dari pertanyaannya? Bahkan Ayumi berpikir jika ada kalanya Jojo seperti tidak waras. bahkan karena tidak warasnya, terkadang Jojo suka membuat Ayumi kelabakan sendiri dengan ulah konyol Jojo itu yang suka tertawa sendiri padahal tidak ada yang perlu di tertawakan.
Bersambung..