
Seminggu sudah Ara dan Arka menikah, dan saatnya Alvin dan Davin kembali ke Jakarta untuk kembali melanjutkan semua aktivitasnya seperti semula, apalagi selama mereka berada di kota S, banyak sekali meeting yang tertunda.
Walaupun begitu semua masih dalam kendali yang baik, karena Yudha dan Sean mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Orang kepercayaannya tersebut sangat bisa di andalkan jika Alvin maupun Davin sedang tidak ada di tempat.
Davin yang sedang berada di ruangan kerjanya, dia memeriksa semua email yang masuk. Beberapa email yang masuk adalah dari klien perusahaan, dan ada juga yang dari dunia hitamnya.
"Mario?!" Gumam Davin ketika melihat sebuah email yang mengatakan jika kini Mario ada di Indonesia.
Davin memang sebelumnya sudah mendapat laporan jika Mario saat ini sedang ada di Indonesia, tapi kabar itu masih Simpang siur, sehingga Davin belum terlalu memikirkan langkah apa yang akan di ambilnya, tapi yang jelas saat ini Mario adalah salah satu buronan yang harus dia dapatkan.
Mengingat jika Mario adalah orangtua Kinan, jadi Davin berencana akan memperketat penjagaan untuk Kinan dan juga Soraya, karena tidak menutup kemungkinan kalau Mario akan menemui istrinya. Bahkan bisa saja mencelakai Kinan.
Suara seseorang membuka pintu ruangannya sejenak mengalihkan fokus Davin, dan melihat sekilas siapa yang berani masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Kebiasaan loe masih belum berubah Al," Ucap Davin yang melihat jika Alvin yang memasuki ruangannya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Kemudian Davin kembali fokus ke layar komputer di depannya.
"Dave, loe udah tahu kan jika mertua loe ada di Indonesia?" Tanya Alvin saat sudah memasuki ruangan tersebut, kemudian duduk di kursi di depan meja kerja Davin.
Davin yang awalnya fokus ke layar komputer, kini menghentikan aktivitasnya dan menatap Alvin penuh tanya. Karena memang barusan Davin menerima sebuah email jika Mario sudah ada di Indonesia.
"Iya gue udah tahu, sebelum kita ke Jakarta, Arka sudah mengatakannya, apa berita itu sudah dapat di pastikan kebenarannya?." Ujar Davin.
"Gue rasa bisa, karena X sendiri yang menyelidikinya, dan X juga yang melaporkan jika Mario ada di Indonesia, cuma gue belum menerima kabar berita di mana tepatnya dia tinggal sekarang." Ucap Alvin. "Apa Jojo sudah tahu tentang ini?" Tanya Alvin.
"Gue rasa sih belum, karena sampai saat ini Jojo masih ada di kota S, kalau dia sudah tahu, dia pasti akan ikut kita ke Jakarta." Ucap Davin.
"Mario saat ini sudah memiliki begitu banyak anak buah, Dia merekrut besar-besaran anggota baru untuk dijadikan anak buahnya, tapi setahu gue dia melakukannya diam-diam, dan saat ini Mario juga menggerakkan anak buahnya untuk selalu melakukan transaksi barang terlarang bahkan senjata api," Ucap Alvin.
"Lantas bagaimana cara kita memancing Mario keluar dari sarangnya? Apa loe sudah mempunyai sebuah rencana?" Tanya Davin.
"Gue sudah menyuruh salah satu anak boleh kita menyamar sebagai pembeli senjata api ataupun barang terlarang miliknya, atau pilihan kedua menyelinap kan salah satu mata-mata ke dalam anggota Mario, bagaimana menurut loe?" Ucap Alvin.
"Lumayan, Mario punya hutang sama gue. Kejadian di villanya Martin waktu itu, karena dia salah satu orang yang terlibat dalam kasus villa Martin. Dan gue nyesel kenapa bisa dia lolos tanpa sepengetahuan gue." Ucap Davin mengingat kejadian tujuh tahun silam.
"Itu sudah lama berlalu, loe jangan mengungkit masalah itu lagi, toh sekarang Ara sudah sembuh dari traumanya dan bahkan dia sudah bahagia bersama Arka." Ucap Alvin. "Sekarang yang terpenting adalah loe harus ekstra menjaga keselamatan Kiki ataupun tante Soraya, setahu gue, Mario adalah orang yang rela mengorbankan keluarganya demi tercapai ambisinya."
"Itulah yang menjadi kekhawatiran gue, Al." Ucap Davin. "Orang seperti Mario, dia akan melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, termasuk mencelakai keluarganya sendiri." Ucap Davin.
"Apa loe sudah melakukan pengamanan secara ekstra untuk Kiki?"
"Gue menyuruh Sean untuk diam-diam melakukan pengamanan terhadap Kiki, karena jika di ketahui oleh Kiki maka dia akan curiga." Ucap Davin sedikit ragu.
"Menurut gue, itu bagus juga daripada kita terlambat untuk menjaga keamanan Kiki, dan memang sudah selayaknya loe melakukan hal itu, karena kemungkinan Mario akan mencelakai Kinan masih terbuka lebar, jangan sampai loe lengah, apalagi Kinan saat ini sedang hamil." Ucap Alvin.
"Iya gue tahu, gue sudah meminta Sean untuk mencari tahu keberadaan Mario saat ini, dan gue yakin jika Sean akan melakukan tugasnya dengan baik." Ucap Davin.
"Gue juga sudah memerintahkan X dan anak buahnya untuk melacak keberadaan Mario, bahkan gue yakin jika X sangat bisa di andalkan dalam hal ini," Ucap Alvin.
"Sebenarnya yang diincar oleh Mario adalah formula blue dan juga formula kematian, karena lelaki itu sangat gila harta, jadi gue yakin dia ingin mendapatkan formula Blue dan formula kematian untuk dijual di pasar gelap dengan harga yang sangat tinggi." Jelas Davin, "Mengingat begitu banyak organisasi mafia yang menginginkan formula itu. Mereka pasti akan membayar dengan harga yang fantastis."
"Lantas Apa rencana loe Dave?" Tanya Alvin.
"Gue akan turun langsung ke pasar gelap, dan memeriksa beberapa tempat lelang, dan gue yakin jika Mario ada di salah satu tempat itu." Ucap Davin.
"Hahaha, dia tidak bodoh Dave, dia pasti akan mengenali loe, secara loe kan menantunya," Ucap Alvin dengan tergelak tawanya.
"Dan gue tidak sebodoh itu juga Al, mau memperlihatkan wajah tampan gue di pasar gelap ataupun di tempat pelelangan." Ucap Davin.
Alvin mengerutkan keningnya sambil menopang dagu, dia penasaran dengan apa yang akan direncanakan oleh Davin. Mengingat sang kakak kembarnya yang hanya beda beberapa menit itu, selalu mempunyai cara yang tidak dapat ditebak oleh lawan.
"Loe tenang saja, kita sama-sama mencari keberadaan Mario, loe jalankan rencana loe, dan gue akan menjalankan rencana gue, sehingga kemungkinan Mario akan kabur semakin tipis," Ucap Davin dengan tatapan misteriusnya.
"Ya ya ya, gue mengerti." Ucap Alvin manggut-manggut,
Mereka berdua akhirnya membahas tentang rencana apa yang akan dilakukan nantinya, mengingat jika Mario adalah orang yang sangat licin untuk di tangkap.
Dan untuk jackpot kali ini adalah, jika organisasi Perlindungan mampu membawa Mario hidup-hidup, dan diserahkan kepada pihak kepolisian, maka pihak kepolisian sudah berjanji akan menghapus semua berkas tentang kejahatan organisasi.
Dan itu adalah kesepakatannya dengan Jojo, bahkan Davin sendiri yang meminta waktu 6 bulan untuk menangkap Mario.
Bersambung..
Dukung selalu author nya ya...
Selamat membaca dan love you all...