
Luna tersenyum dengan tingkah Ayumi, karena hanya Ayumi yang mampu menaklukkan Jojo, sehingga Luna berniat ingin segera meresmikan pernikahan mereka, mengingat Risma dan Dafa yang sudah menimang cucu, membuat Luna juga ingin segera memiliki cucu.
"Lalu kenapa kamu terlihat tidak bahagia sayang." Ucap Luna.
"Aku, aku selama ini tidak pernah merasakan bagaimana rasanya punya seorang mama, jadi aku, aku.." Ucap Ayumi terpotong ketika Luna tiba-tiba memeluknya dengan erat.
Jojo yang duduk di kursi samping Ayumi, terkejut dengan sikap mamanya yang memeluk Ayumi tiba-tiba itu, sedangkan Nando dan juga yang lain hanya saling pandang.
"Kamu bisa memanggilku Mama, sayang, jadi kamu jangan pernah merasa sendirian lagi, kami adalah keluarga kamu saat ini." Ucap Luna dengan membelai punggung Ayumi.
"Ma-mama, mama, Ayumi sekarang punya seorang mama." Ucap Ayumi berulang-ulang, karena merasa sangat bahagia, bahkan Ayumi mengeratkan pelukannya dan menangis dalam pelukan Luna.
Semua yang melihat itu menjadi terharu, termasuk Nando, melihat Ayumi yang seperti itu, mengingatkan Nando ketika dulu sang mama meninggalkannya saat masih kecil, dan Risma masih belum tahu apa-apa.
Tak terasa Nando ikutan meneteskan air mata, dengan cepat Nando mengusap air matanya dengan ibu jarinya, kemudian dia tersenyum ke arah Luna dan Ayumi.
"Jo, sebaiknya kamu segera nikahi dia." Ucap Nando tiba-tiba.
Mendengar itu Luna melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Jojo, kemudian Luna kembali ke posisi duduknya semula. Sedangkan Ayumi melihat ke arah Nando seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"A-Apa Pa?" Ucap Jojo.
"Mama setuju Pa, sebaiknya mereka segera menikah, apa lagi mama sudah sangat ingin menimang cucu," Ucap Luna terlihat girang.
"Nah betul kak, usia kakak itu udah cukup matang untuk menikah, jadi tunggu apa lagi?" Timpal Syifa.
Ayumi hanya memandang mereka satu persatu, sambil mengerjapkan matanya berkali-kali karena bingung harus bicara apa.
"Aish, kalian ini." Ucap Jojo.
"Biar Papa yang urus semuanya." Ucap Nando.
"Terserah Papa saja, aku mau ke toilet bentar." Jawab Jojo. Kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke toilet.
Nando yang melihat reaksi Jojo tertawa geli, sungguh putranya itu sangat unik, dia memang tidak pandai untuk mengekspresikan perasaannya. Namun Jojo sangat mengerti bahwa sebenarnya Jojo juga sangat menginginkan pernikahannya dengan Ayumi.
Berbeda dengan Nando, kini Ayumi malah berpikir jika Jojo tidak mengharapkan pernikahan itu terjadi, mengingat di saat Nando serius membahas soal pernikahan, Jojo justru seperti menghindar.
'Apa kak Jojo tidak bahagia jika menikah denganku? Kenapa dia sepertinya menghindari pembahasan soal pernikahan.' Batin Ayumi.
"Yumi, sepertinya Jojo sangat menyukaimu," Ucap Nando membangunkan lamunan Ayumi.
"Hah, i-iya mungkin Om."
"Panggil aku Papa, jangan panggil Om,"
"Iya Pa."
Semuanya seakan larut dalam kebahagiaan, di tengah pesta kecil pernikahan Ara dan Arka, tak di sangka jika Jojo juga sudah menemukan wanita yang di cintainya.
Dan itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi Jojo dan Luna, karena sudah beberapa kali Nando memperkenalkan Jojo dengan beberapa gadis, namun hasilnya selalu nihil, dan sekarang justru Jojo sendiri yang membawa gadis untuk di kenalkan kepada mereka.
Sungguh suatu kebahagiaan yang tiada tara bagi Nando dan juga Luna, entah kenapa Nando merasa menyukai Ayumi.
**********************
"Sayang, kalau kamu merasakan capek, sebaiknya kamu istirahat di kamar." Ucap Davin.
"Iya Ki, jangan sampai kamu kecapekan." Ucap Nabila.
"Gak apa-apa kok, bentar lagi aku akan ke kamar, aku masih ingin di sini nemanin kamu mas." Ucap Kinan dengan memegang tangan Davin.
"Baiklah sayang, jangan sampai kamu terlalu capek." Ucap Davin.
"Iya mas iya." Jawab Kinan.
Davin terlihat lega akan jawaban dari Kinan, mereka pun akhirnya kembali berbincang-bincang, pembicaraan mulai dari A sampai Z akhirnya pun terjadi saat ini.
Sampai seorang maid datang memberitahu jika Erick sudah mengantuk dan waktunya tidur, akhirnya mau tidak mau, Nabila mengambil alih Erick dari tangan maid, dan dibawanya ke kamar untuk menidurkannya.
Kinan mengikuti langkah Nabila, untuk menuju ke kamarnya sendiri yang memang berdampingan, karena memang saat ini Kinan sudah sedikit lelah dan dia berniat untuk istirahat di kamarnya.
"Dave, Al." Sapa Jojo yang mendatanginya sehabis dari toilet.
"Jojo!!" Ucap si kembar kompak.
"Boleh aku bergabung dengan kalian?" Tanya Jojo.
"Emangnya ada apa? Kamu di bully lagi Sama Om Nando?" Tanya Alvin dengan senyuman mengejek.
"Ck, kamu tahulah bagaimana Papa, sebelum dia mendapatkan seorang menantu dia akan terus seperti itu." Jawab Jojo.
"Bukankah kamu sudah membawa pulang Ayumi? Lantas tunggu apa lagi? Nikahi saja dia." Ucap Davin sambil meneguk orange jus di depannya.
"Iya, bener tuh apa yang dikatakan oleh Dave, segerakan saja nikahi dia. Gue yakin Ayumi pasti mau." Ucap Alvin menimpali.
"Kalian sama saja seperti Papa, untuk kali ini aku pasti akan menikahi Ayumi." Ucap Jojo. "Tapi apa harus secepat itu?"
Alvin dan Davin saling pandang seakan mereka tidak mengerti jalan pikiran Jojo. Bukankah dia sebenarnya juga mencintai Ayumi? Lantas kenapa Jojo harus menundanya? Begitulah yang terlintas di pikiran mereka berdua.
"Aku masih terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Ayumi, apalagi Mario belum tertangkap saat ini." Ucap Jojo seakan menjawab pertanyaan kedua adik sepupunya.
"Kami yang akan mengurus Mario, bukankah kamu sudah sepakat denganku, jika aku mendapatkan Mario kamu akan menghapus semua berkas tentang organisasi." Ucap Davin.
"Sssttt, jaga bicara loe Dave, lihatlah kita sekarang ada di mana?!" Ucap Alvin.
"Gue tahu, gue cuma mau mengingatkan pada Abang kesayangan kita ini, supaya dia jangan ragu mengambil keputusan apalagi ini menyangkut kehidupan pribadi dia dan masa depannya nanti." Ucap Davin.
"Betul apa yang dikatakan Dave, sebaiknya loe jangan ragu-ragu untuk mengambil keputusan. Apalagi kami tahu jika Ayumi benar-benar tulus mencintai elo, Jo." Ucap Alvin
Sejenak Jojo memikirkan apa yang dikatakan oleh Alvin dan Davin, kemudian dia melihat kearah keluarganya dan juga Ayumi yang terlihat bahagia di tengah-tengah keluarganya itu.
Jojo terus memandangi Ayumi dari kejauhan, sungguh Jojo merasa nyaman jika bersama Ayumi, perasaan yang selama ini tidak pernah dia rasakan ketika bersama dengan wanita lain.
Kepolosan dan keluguan yang di miliki Ayumi, membuatnya semakin tertarik, apalagi Ayumi yang terlihat bersungguh-sungguh mencintainya. Membuat hati Jojo menghangat.
Hari semakin gelap sudah berubah menjadi malam, pesta pernikahan sekaligus ulang tahun Ara, kini telah usai bahkan para tamu sudah pada pulang, hanya tinggal beberapa kerabat yang masih setia dan seakan ini menghabiskan waktu bersama. Kedua mempelai juga sudah masuk kedalam kamarnya saat ini.
Bersambung.