She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Jebakan berhasil



Bukannya takut, Ayumi justru melihat Niko dengan pandangan mata jijik, seolah Ayumi ingin menampar wajah Niko dan mematahkan kaki dan tangannya karena tadi hampir saja Niko melakukan hal buruk terhadapnya.


Jojo melihat Niko dengan pandangan mata penuh emosi, jika tidak mempertimbangkan keselamatan Ayumi ataupun Davin, mungkin saat ini Jojo tidak akan mengampuni Niko karena dengan berani mengancam calon istrinya.


"Kenapa melihatku seperti itu?? Atau jangan-jangan kamu menyukai wanita ini." Ucap Niko kepada Jojo yang terus melihatnya seperti ingin mengulitinya hidup-hidup. Lalu mengacungkan senjata api ke arah Ayumi.


Jojo semakin tersulut emosinya, namun Jojo tidak ingin gegabah, karena Jojo yakin jika Davin sudah merencanakan sesuatu saat ini, makanya Davin terlihat begitu tenang, seakan tidak terprovokasi sama sekali dengan ulah Niko.


Ayumi semakin pucat pasi saat ujung pistol itu menyentuh pelipisnya, dengan susah payah Ayumi menelan ludahnya sendiri, apakah ini akhir dari perjalanan hidupnya? Cuma itu yang terlintas di kepalanya saat ini.


'Apa mungkin kisahku akan berakhir seperti ini?, padahal kisah cintaku dengan kak Jojo baru saja di mulai.' Batin Ayumi.


"Bagaimana jika aku menembak kepala wanita ini di hadapanmu? Ha-ha-ha." Ucap Niko yang bersiap menembakkan senjata api tersebut di kepala Ayumi.


"Jlebb!!" Suara suatu benda mengenai pergelangan tangan Niko yang sedang memegang pistol.


"Aarrgggggghhh!!"


Niko mengerang kesakitan, hingga pistol di tangannya jatuh ke lantai, sedangkan tangannya berlumuran darah segar, bahkan sebuah pisau kecil menancap di pergelangan tangan Niko. Membuat Niko berlutut di lantai sambil memegangi pergelangan tangannya.


Dengan gerakan secepat kilat Ayumi mengambil pistol tersebut dan menodongkan ke kepala Niko, membuat semua anak buah Niko terperanjat, karena tidak menyangka jika wanita di hadapan mereka itu sangat pandai ilmu bela diri. Bahkan sangat cekatan memainkan senjata api.


"Letakkan senjata kalian, atau kepala dia taruhannya!!" Ucapan Ayumi menggertak anak buah Niko. Senyum penuh kebanggaan tersirat di wajah Jojo saat melihat ke arah Ayumi.


Semua anak buah Niko saling pandang seolah meminta pertimbangan dari sesama rekannya. Dengan ragu-ragu mereka melihat ke arah Ayumi.


"Apa kalian benar-benar menunggu jika kepala Niko meledak dulu, hah?" Teriak Ayumi semakin menggertak anak buah Niko. Dengan menekan pistolnya ke arah pelipis kepala Niko.


Wajah Niko terlihat pucat pasi, tergambar jelas jika Niko saat ini sedang ketakutan luar biasa, bagaimana bisa seorang gadis yang biasanya penurut, kini berbalik melawannya bahkan menodongkan senjata api di kepalanya? Sungguh Niko salah menilai tentang Ayumi.


"Kalian tunggu apalagi, letakkan senjata kalian!!" Teriak Niko terdengar gemetar menahan ketakutannya.


Davin tersenyum ke arah Ayumi dan Jojo, senyuman penuh arti dari Davin, seakan membuat siapapun yang melihatnya, justru akan merasa takut. Tidak terkecuali Jojo yang melihat itu, karena Jojo yakin jika yang melempar pisau kecil ke tangan Niko adalah Davin.


Dan tidak di ragukan lagi, mengingat jika Davin sangat misterius dan sangat sulit di tebak pergerakannya. Apalagi semakin tenang Davin maka semakin berbahaya bagi para musuhnya. Namun Niko tidak menyadari hal itu.


Semua anak buah Niko meletakkan senjata mereka di lantai, perlahan Jojo mendekati mereka dan mengambil satu persatu senjata api itu dan di jauhkan dari para anak buah Niko. Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.


"Jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian, sebaiknya ikuti perintahku." Ucap Davin, sambil mengacungkan senjata ke arah mereka.


Semua mengikuti perintah Davin, lalu mereka merangsek ke depan untuk berkumpul seperti yang di perintahkan oleh Davin. Tidak lama setelah itu beberapa orang anak buah Davin telah datang seperti yang di instruksikan oleh Davin sebelumnya.


"Serahkan mereka semua ke aparat kepolisian, mereka sudah menunggu di bawah." Ucap Davin kepada para anak buahnya.


'Kenapa adik ipar malah menyerahkan mereka ke pihak yang berwajib? Kenapa tidak langsung menghabisinya saja sih?' Batin Ayumi bingung dengan sikap Davin.


"Baik Tuan." Ucap mereka kompak.


Dengan cepat para anak buah Davin sudah membersihkan lokasi itu dari para anak buah Niko, ada sebagian bersiaga di lokasi, karena takut jika ada penyerangan susulan.


"Selesaikan tugasmu dengan baik, karena jika dia berada di tanganku maka bukan penjara tempatnya, melainkan hanya tinggal namanya saja." Ucap Davin seakan memberi kode kepada Jojo supaya membawa Niko jauh dari hadapannya.


"Aku mengerti." Ucap Jojo.


Lalu Jojo mendekati Ayumi dan mengambil alih pistol dari tangannya, kemudian menggiring Niko untuk keluar dari apartemen menuju ke lobby.


Davin dan Ayumi mengikuti langkah Jojo yang menggiring Niko untuk menuju ke lobby apartemen. Ayumi masih sedikit bingung, kenapa mereka tidak langsung menghabisi Niko? Malah justru menyerahkan Niko ke polisi.


Niko sepertinya baru menyadari jika dia telah masuk ke dalam perangkap yang di sediakan oleh Davin, karena saat ini kedatangan para anak buahnya Davin menjadi bukti akan hal itu. Seakan persiapan sudah matang, di tambah lagi para polisi yang sudah bersiaga di lobby. Membuat Niko semakin yakin akan hal itu.


"Kalian masukkan mereka semua ke dalam sel, jangan biarkan mereka lolos, dan aku sendiri yang akan mengintrogasi mereka." Ucap Jojo kepada para anggota polisi, yang tidak lain adalah para bawahannya.


Ayumi terkejut mendengar Jojo yang bicara seperti itu kepada para polisi yang sibuk memasukkan para anak buah Niko ke dalam mobil tahanan, Ayumi mengerjapkan matanya berkali-kali, seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


'Kak Jojo anggota kepolisian? Benarkah ini? Apa aku sedang bermimpi?' Batin Ayumi.


Karena ingin meyakinkan jika itu bukan mimpi, Ayumi mencubit tangannya sendiri.


"Auw, sakit." Gumam Ayumi karena merasakan sakit karena cubitannya sendiri.


'Ini bukan mimpi, jadi beneran jika kak Jojo itu polisi, wah-wah, aku sudah tertipu selama ini yang selalu mengira jika dia adalah anggota gengster.' Batin Ayumi.


Davin yang sedang berada di dalam mobil, melihat tingkah konyol Ayumi yang mencubit tangannya sendiri itu, dia jadi terkekeh geli. Karena Davin yakin 100% jika Ayumi belum tahu jika Jojo adalah anggota polisi berpangkat jenderal.


"Gadis itu benar-benar lugu dan polos, tapi saat di depan musuh, dia sangat berani dan bisa di andalkan." Gumam Davin sambil memperhatikan kesibukan mereka.


Ayumi terpaku diam di tempatnya, dan pandangan matanya tidak lepas dari Jojo yanh sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ayumi sungguh semakin terpesona dengan Jojo.


"Yumi, kamu pergilah dengan Dave, aku akan menyusulmu nanti." Ucap Jojo yang entah sejak kapan sudah ada di depan Ayumi saat ini sambil menepuk bahunya pelan.


"Hah!!" Ucap Ayumi. Seakan tersadar dari lamunannya tentang sang calon suami.


"Apa kamu akan terus melihatku seperti itu, Hem?" Ucap Jojo dengan nada menggoda Ayumi.


Seketika wajah Ayumi memerah karena malu, Ayumi malu kepergok oleh Jojo karena melihatnya tanpa berkedip sedikit pun. Dan entah kenapa mengetahui fakta jika Jojo adalah anggota penegak hukum, membuat Ayumi semakin terpesona pada Jojo.


"Bu-bukan begitu kak, aku, aku.." Ucap Ayumi gugup dan salah tingkah sendiri.


Cup!!


Jojo dengan tiba-tiba mencium sekilas bibir Ayumi, sehingga membuat Ayumi mengerjapkan matanya. Kemudian Jojo menarik dagu Ayumi. dan mencium lagi bibir Ayumi dengan sedikit lumatan.


"Pulanglah dengan Dave, nanti aku akan jelaskan semuanya, dan ingat tunggu aku di apartemen. Jangan kemana-mana." Ucap Jojo. Kemudian di akhiri dengan drama mencium kening Ayumi lembut dan membiarkan Ayumi berjalan menuju ke mobil Davin.


Perasaan bahagia menyelimuti hati Ayumi saat ini, sambil melambaikan tangan ke arah Jojo, Ayumi berjalan mendekati mobil Davin.


Davin yang melihat drama romantis antara Jojo dan Ayumi, hanya menggelengkan kepalanya, seakan tidak percaya jika Jojo akhirnya bisa juga di taklukkan oleh seorang gadis lugu seperti Ayumi.


Bersambung


Yuk gabung di group ayu..


dengan cara klik detail novel ayu ya..


terus di bawahnya tulisan vote kan ada tuh tulisan grup Rahayu avilia, nah klik di situ...


lalu masuk di group ayu di situ...


biar kita bisa saling kenal..


saling sapa..


kata orang tak kenal maka tak sayang lho.. yuk ah kita kenalan di group "Rahayu avilia" ..


selamat membaca ya dan love you all..