She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Rapat di resort part 01



Mobil yang membawa Davin dan Kinan untuk menuju istana megah rumah Daffa, kini sudah memasuki halaman rumah tersebut, Kinan yang baru turun dari mobil langsung menuju ke ruang utama rumah mewah tersebut, dan di sambut oleh Risma dan juga Nabila yang kebetulan sedang bermain dengan Erick dan Bryan.


"Kinan! Akhirnya kamu sampai juga sayang, bagaimana perjalananmu?" Ucap Risma yang menghampiri Kinan. Kemudian di sambut oleh Kinan dengan mencium punggung tangan Risma lalu mencium kedua pipinya.


"Perjalanannya menyenangkan kok ma, Kinan tidak mengalami mual," Jawab Kinan.


"Kiki, aku sudah lama merindukan kamu," Ucap Nabila yang kemudian memeluk dan mencium Kinan.


"Sama Billa, aku juga rindu sama kamu, sepertinya sudah berbulan-bulan kita tidak ketemu." Ucap Kinan.


"Iya, sudah kangen pengen shopping bareng." Ucap Nabila dengan antusias.


"Nanti sayang kalau Kinan sudah memasuki trimester kedua dan sudah tidak mual dan muntah lagi kalian boleh belanja sepuasnya." Potong Risma yang melihat kedua menantunya sudah ada niatan untuk belanja.


"Iya Mama." Ucap Nabila dan Kinan kompak kemudian memeluk Risma bersamaan.


Risma memang selalu hangat kepada kedua menantunya itu, bahkan Risma sudah menganggap Nabila dan Kinan seperti anaknya sendiri.


Di luar Davin dengan di bantu sopir menurunkan barang-barangnya, setelah itu sang sopir dengan di bantu maid membawa barang bawaan Davin menuju ke kamarnya.


Setelah itu Davin memasuki pintu utama dan menghampiri Risma untuk mencium punggung tangan Risma dan kemudian mencium pipi kanan dan kirinya, setelah itu menyalami Nabila.


"Al ke mana, Bil?" Tanya Davin.


"Tadi ikut Papa dan Arka keluar, sepertinya mereka sedang pergi ke resort." Jawab Nabila.


"Ya sudah, kalian berdua pasti capek sebaiknya istirahat di kamar, apa lagi untuk Kiki, kamu harus istirahat sayang supaya kondisi kamu tidak drop." Ucap Risma.


"Ok ma, yuk sayang." Jawab Davin dengan mengajak Kinan menuju ke kamarnya.


Kinan hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu berpamitan kepada Risma dan Nabila, setelah Davin dan Kinan menuju ke kamar, Risma dan Nabila melempar senyum satu sama lain, kemudian melanjutkan bermain bersama Bryan dan Erick.


"Kamu mau mandi dulu atau mau langsung tidur sayang?" Tanya Davin.


"Aku mau tidur sebentar boleh kan mas?" Tanya Kinan.


Davin tersenyum kemudian memeluk tubuh Kinan, dan mengecup kening Kinan cukup lama.


"Istirahatlah sayang, aku akan keluar sebentar ke resort, bertemu Papa dan Al." Ucap Davin.


"Iya mas,"


Kemudian Davin membantu Kinan untuk berjalan ke ranjang, supaya Kinan bisa beristirahat, mengingat hari ini Kinan pasti capek setelah perjalanan jauh.


"Kalau ada apa-apa kamu bisa memanggil mama atau Nabila," Pesan Davin sebelum pergi ke resort.


"Iya mas." Ucap Kinan.


Dengan tersenyum, Davin kembali mengecup kening Kinan, dan kemudian pergi keluar kamar, Davin ingin menemui Alvin dan juga Dafa.


"Mau kemana Dave?" Tanya Risma.


"Mau ke resort ma, sudah lama tidak melihat keadaan resort." Ucap Davin.


"Apa kamu tidak capek?" Tanya Risma.


"Nggak lah ma, ya udah Dave pergi dulu ma, tolong bantu jaga Kinan ya Ma." Pesan Davin.


"Iya, hati-hati di jalan." Ucap Risma.


Davin hanya tersenyum sambil mengangguk, lalu dia keluar dari rumah menuju ke tempat parkir mobilnya, kemudian dia mengemudikan mobilnya menuju ke resort.


"Dave mau kemana ma? Bukankah baru aja sampai." Tanya Nabila yang baru keluar dari dapur dengan membawa sebotol susu untuk di berikan ke pada Erick dan segelas susu di salah satu tangannya untuk di berikan kepada Bryan.


"Oh," Ucap Nabila.


Kemudian Nabila memberikan gelas susu itu kepada Bryan, dan dia memangku Erick untuk memberikan susu formula yang di botol.


*********************


Di resort kini sudah ada Dafa, Alvin dan juga Arka serta Ryo, mereka sedang rapat membahas sesuatu, dan itu berhubungan dengan dunia hitam yang saat ini sedang bergolak kembali.


"Bagaimana dengan Rey, kenapa dia jarang ikut kita dalam rapat seperti ini." Ucap Dafa yang tidak pernah melihat Rey ikutan dalam rapat yang membahas tentang dunia hitam.


"Anak itu susah Daf, dia selalu menghindar untuk rapat-rapat seperti ini, kamu sendirilah Rey paling gak bisa terikat, dia masih ingin bebas." Ucap Ryo.


"Tapi lihatlah Yo, akibat kebebasan yang dia lakukan, dia justru jadi incaran organisasi Black rose, apalagi Juan yang bukan tandingannya, itu akan sangat membahayakan dirinya sendiri, Yo." Ucap Dafa sedikit menahan kekesalannya akibat sikap keras kepala Reyhan.


"Aku sudah menempatkan beberapa anak buahku di sekitar kampus Om, jadi jika terjadi sesuatu mereka pasti akan memberikan kabar." Ucap Arka.


"Ar, panggil aku Papa, seperti Ara memanggilku." Ucap Dafa tiba-tiba dengan wajah serius menatap Arka.


Semua yang ada di ruang rapat itu saling pandang satu sama lain termasuk Ryo yang terkejut dengan perkataan Dafa yang tiba-tiba.


"Sepertinya Papa akan segera mendapatkan menantu baru." Celetuk Alvin.


"Hah! I-iya Om eh Pa," Ucap Arka terlihat canggung.


Alvin yang melihat reaksi Arka seperti itu, sebenarnya ingin tertawa namun Alvin menahan tawanya, karena tidak ingin membuat Dafa marah jika Alvin menertawakan hal itu. Apa lagi saat ini Dafa terlihat begitu serius.


"Dan itu berlaku mulai saat ini, jadi biasakan dirimu Ar." Ucap Dafa dengan terlihat tidak main-main dengan ucapannya.


"Ba-baik Pa." Jawab Arka.


"Terus bagaimana dengan kejadian yang menimpa kamu dan Dave, di Spanyol waktu itu, Al?" Tanya Dafa.


"Itu salah satu anak buah organisasi naga emas Pa, namun mereka menggunakan tangan anak buah Mario." Ucap Alvin.


"Mario? Orangtuanya Kiki?" Tanya Ryo.


"Iya Om, Mario semakin melebarkan sayapnya, dia sangat di perhitungkan di dunia hitam saat ini." Jelas Alvin.


"Apa Dave sudah tahu soal ini?" Tanya Arka.


"Sudah, justru dia yang mengerahkan beberapa orang untuk mencari tahu keberadaan Mario." Ucap Alvin.


"Kasihan Kinan, pasti dia selama ini menderita akibat perbuatan orangtuanya." Gumam Dafa.


"Setahu aku, dulu Kinan akan di jual ke salah satu mafia juga, tapi Dave yang membereskannya." Ucap Ryo.


"Kejadian di Belanda waktu itu?" Tanya Dafa.


"Iya Daf, waktu itu Kinan lari dari perjodohannya, dan orang yang akan di jodohkan dengan Kinan waktu itu adalah Antonio, kamu pasti tahu siapa yang membereskan Antonio kan?" Jelas Ryo.


"Siapapun yang mengusik keluargaku harus mati Yo, dan waktu itu dia menculik Al, apa menurutmu aku akan diam saja?" Ucap Dafa.


Seketika suasana menjadi hening, termasuk Alvin yang hanya diam karena apa yang di katakan papanya adalah benar adanya, dan waktu itu Antonio telah salah menculik orang, namun karena Sammy juga yang ingin membalas dendam kepadanya, sehingga penculikan itu terjadi.


Ryo hanya terkekeh mendengar perkataan Dafa, karena Ryo sangat mengenal siapa Dafa, lebih dari dirinya sendiri, Dafa sangat terkenal dengan kekejamannya jika sudah menyangkut dengan keluarga.


Jiwa iblisnya pasti akan keluar jika ada yang mengusik keluarganya, bahkan Dafa tidak akan segan untuk menghabisi siapa pun itu yang mengusik keluarganya. Sudah banyak bukti nyatanya, dimana siapapun yang mengusik keluarganya, pasti berakhir dengan meregang nyawa.


Bersambung...