She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Acara pelelangan part 01



Di sebuah mansion yang terletak jauh dari kota Jakarta, terlihat Bryan yang sedang asyik bermain robot dan mobil remote yang memang di sediakan oleh Mario. Walaupun kadang-kadang Bryan merengek minta pulang karena kangen dengan kedua orangtuanya.


Namun Mario yang selalu memberikan mainan baru untuk Bryan, sehingga membuat Bryan lupa akan rasa rindunya dengan kedua orangtuanya dan asyik bermain dengan mainan barunya.


Malam ini Mario sudah siap terbang ke Bali untuk menghadiri acara lelang, karena Mario menginginkan formula blue serta dua buah berlian yang melegenda yaitu the hope diamond dan A Haritage in bloom yang harganya triliunan rupiah itu.


Menurut kabar dari anak buahnya, dalam acara pelelangan nanti formula blue masuk dalam daftar list barang yang akan dilelang, serta berlian yang harganya triliunan rupiah juga akan masuk dalam daftar lelang yang akan diadakan di Bali malam ini.


Makanya Mario begitu bersemangat untuk datang dalam acara pelelangan tersebut, walaupun Mario sebelumnya tinggal di Jepang.


"Apa semuanya sudah siap?" Tanya Mario kepada anak buahnya.


"Sudah bos, acara lelang malam ini sepertinya akan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah di rencanakan." Ucap anak buahnya lagi. "Bahkan formula blue juga masuk dalam daftar list barang lelang malam ini."


"Bagus, kalau aku bisa mendapatkan formula blue, maka dengan mudah aku akan menguasai seluruh organisasi mafia dunia, dan membuat mereka semua bertekuk lutut padaku, hahaha." Ucap Mario bahagia.


Mario bahkan membayangkan jika dirinya akan menjadi ketua mafia dunia, menggantikan Davin (karena memang yang Mario tahu jika Davin lah ketua mafia dunia). Bahkan Formula blue yang sudah diincarnya sejak lama untuk di jadikan senjata ampuh untuk menggertak musuh-musuhnya, kini ada di dalam daftar list barang yang akan di lelang.


Sehingga Mario sangat berambisi untuk mendapatkan formula blue dalam acara lelang di Bali. Bahkan Mario merasa dengan adanya Bryan di tangannya maka semua akan berjalan begitu mudah untuk memuluskan langkahnya menjadi ketua mafia dunia.


"Bagaimana keadaan bocah kecil itu? Jangan sampai dia merengek meminta untuk kembali pulang." Ucap Mario.


"Semua masih aman bos, dia senang dengan semua mainan yang bos belikan." Ucap anak buah Mario.


"Bagus, bagus, dengan begini maka melawan Dave akan sangat mudah, jika Dave main-main, aku tidak akan segan membunuh cucuku sendiri, hahaha." Ucap Mario.


Anak buah Mario yang melihat bahwasannya sang boss begitu bahagia, seakan mereka juga ikut larut dalam kebahagiaan yang di rasakan oleh sang boss.


Setelah sampai di Bandara pribadi miliknya, Mario bersiap menaiki pesawat jet pribadi yang akan mengantarkannya ke pulau Bali. Langkah kakinya yang terlihat santai dengan kebahagiaan yang terpancar jelas di raut wajahnya, membuat siapapun yang melihat dapat ikut merasakan kebahagiaan Mario saat ini. Pesawat pribadi itupun membawa Mario untuk terbang ke Bali.


Sesampainya di Bali, Mario disambut oleh beberapa anak buahnya yang memang sudah bersiaga di sana, setelah itu mereka membawa Mario ke tempat pelelangan.


"Sudah dua hari aku tidak mendengar kabar dari Niko, Apa yang dilakukan laki-laki itu?" Tanya Mario.


"Maaf bos, kami juga tidak pernah melihat Niko keluar dari apartemennya, mungkin Nico masih bersembunyi dari kejaran organisasi Perlindungan." Ucap anak buahnya.


"Hem, ya ya, aku bisa memakluminya, karena memang saat ini organisasi perlindungan sedang mengejar sisa dari orang-orang organisasi naga emas. Wajar jika Niko masih bersembunyi sampai saat ini, mengingat jika dia adalah salah satu buronan organisasi perlindungan." Ucap Mario manggut-manggut seolah mengerti posisi Niko yang memang menjadi target utama buronan organisasi Perlindungan.


"Iya bos."


Mario memang belum mengetahui jika Niko telah di tangkap oleh Davin dan Jojo kemarin, makanya dia bisa bicara seperti itu. Bahkan Mario sendiri tidak menyadari akan satu hal, bahwa dirinya adalah target selanjutnya untuk di tangkap oleh organisasi Perlindungan, atau pun pihak kepolisian.


Perjalanan Mario menuju ke tempat pelelangan berjalan lancar, setelah sampai di gedung pelelangan tersebut, Mario di sambut oleh petugas pengamanan yang langsung memeriksanya.


Semua senjata yang di bawa oleh Mario, di sita oleh petugas keamanan gedung tersebut. Walaupun berat namun Mario cukup tahu diri untuk menyerahkan senjata api (pistol) yang di simpannya si balik jas resmi yang di kenakannya, dan mengikuti peraturan yang memang sudah tercantum di dalam undangan daftar hadir.


Setelah selesai di periksa Mario dengan di dampingi dua orang bodyguard memasuki gedung tersebut, matanya mencari tempat duduk kosong yang tersedia di dalam gedung. Karena memang saat ini ruangan di dalam gedung sudah mulai penuh dengan para tamu undangan.


Alvin yang memang sebelumnya sudah di beritahu oleh Sean dan anak buahnya, jika Mario sudah memasuki gedung pelelangan, matanya pun langsung bisa menangkap sesosok Mario yang duduk tidak jauh darinya.


Alvin memberi kode kepada Sean menggunakan jam tangan yang ada di tangannya, untuk terus memantau pergerakan Mario dan juga anak buahnya. Mata Alvin tidak pernah lepas dari mengawasi gerak-gerik Mario. Walaupun Mario memakai topeng untuk menyamarkan identitasnya, namun Alvin masih mengenalinya dengan baik.


'Kali ini tidak akan aku biarkan kamu lolos dengan mudah Mario, kejadian tujuh tahun lalu cukup jadi pelajaran bagiku.' Batin Alvin.


Smirk wajah penuh kemenangan tergambar jelas di wajah Alvin, walaupun belum melakukan penyerangan, Alvin sudah sangat yakin jika dirinyalah pemenangnya.


"Tuan Al, sepertinya Mario mengenali anda," Bisik bodyguard yang ada di samping Alvin. Ketika melihat ke arahnya.


Alvin yang memang tidak begitu tertarik dengan acara lelang tersebut menoleh ke arah dimana Mario sedang memperhatikannya. Bahkan Mario beranjak dari kursinya dan berjalan menuju ke arah Alvin.


"Wah, tidak kusangka jika ketua organisasi Perlindungan sedang ada disini, sungguh sangat menyenangkan bagiku bisa bertemu langsung dengan menantuku yang terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam." Ucap Mario sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Alvin.


'Si tua Bangka ini tidak tahu jika aku bukanlah menantunya, baiklah aku akan ikuti permainanmu tua bangka.' Batin Alvin.


Alvin pun menerima uluran tangan Mario yang mengajaknya untuk berjabat tangan. Dengan memperlihatkan senyuman di wajahnya.


"Papa mertua, aku juga tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini, apakah ada sesuatu barang yang sedang Papa mertua inginkan di sini? Atau karena rumor jika formula blue ada dalam daftar list lelang kali ini? Sehingga Papa mertua jauh-jauh dari Jepang kemari." Ucap Alvin.


"Ha-ha-ha, tidak ku sangka menantuku sangat pintar, siapa pun pasti akan tertarik dengan formula itu." Ucap Mario, "Bahkan melihat sang ketua organisasi pemilik dari formula blue ada di sini pun adalah suatu keajaiban. Dan aku rasa tidak mungkin jika ketua mafia dunia juga menginginkan formula blue, benar kan menantu?" Ucap Mario seakan ingin mengejek Alvin.


"Ha-ha-ha, tepat sekali, karena kedatanganku kemari ingin mencari siapa yang dengan berani menjual formula Blue di tempat lelang murahan seperti ini." Ucap Alvin tersirat ancaman di dalamnya. "Bahkan kedatanganku juga ingin menghabisi siapapun yang berhasil mendapatkan formula blue nantinya." Ucap Alvin dengan mencondongkan tubuhnya dan berbisik di depan Mario dan kemudian tertawa.


Mendengar hal itu Mario terperanjat, seketika raut wajahnya berubah pucat, namun karena cahaya lampu yang temaram, sehingga tidak tertangkap ketakutannya oleh Alvin.


'Ucapannya seakan ingin menggertak ku. Tapi aku punya senjata ampuh untuk melumpuhkan keangkuhan kamu dave.' Batin Mario.


"Hahaha, semoga itu tidak terjadi padaku yang adalah mertuamu sendiri." Ucap Mario.


"Oh ya!! Anda cukup percaya diri tuan Mario, tapi dalam dunia bisnis tidak ada kata saudara, apalagi hanya mertua, jadi persiapkan dirimu baik-baik tuan Mario." Ucap Alvin. Kemudian menepuk pundak Mario.


Glegg!!


Pemuda di hadapannya ini ternyata begitu punya nyali yang tinggi, tidak terlihat gentar oleh apapun. Tapi Mario masih percaya diri jika dia bisa mengalahkan pemuda di hadapannya tersebut.


'Ternyata benar rumor yang beredar jika ketua mafia dunia, sangat sulit di tebak.' Batin Mario.


Tidak lama acara lelang di mulai, para pemburu barang berharga bersiap dengan papan nomor yang telah di sediakan untuk mengajukan penawaran, Mario pun telah kembali ke bangkunya sendiri.


Walaupun sebenarnya Mario sedikit merasa gentar akan ancaman dari Alvin. Namun karena Mario merasa masih memiliki titik kelemahan ketua organisasi Perlindungan yaitu Bryan, makanya Mario terlihat begitu tenang.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan like komen dan juga votenya ya...


makasih banyak ya sebelumnya..


selamat membaca