
"Hah, ish, bu-bukan gitu kak Jojo, aku cuma merasa heran aja, kenapa setiap dekat dengan kakak, jantung aku berasa tidak normal." Ucap Ayumi kesal.
Mendengar jawaban polos Ayumi, lagi-lagi Jojo tergelak tawanya, seakan ingin sekali Jojo melahap Ayumi saat itu juga. Namun Jojo mendekat kemudian mengacak pucuk rambut Ayumi.
Ayumi jadi kepikiran dengan apa yang sudah diucapkan Jojo. Apa mungkin sebegitu terlihatnya kah wajah Ayumi yang menurut Jojo minta di cium? Sehingga Jojo suka sekali menggoda hingga wajah Ayumi semerah tomat.
"Sudahlah, Yumi. Jangan dipikirkan lagi, sebaiknya kamu segera mandi, biar aku yang selesaikan tugas kamu di sini." ucap Jojo untuk mengurangi rasa berdebar dalam dadanya saat ini. Karena semakin Ayumi seperti itu, semakin membuat Jojo tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Oh, iya kak, kalau begitu aku mandi dulu, tunggu ya kak." Ucap Ayumi.
Jojo hanya mengangguk, kemudian Ayumi melepaskan Appron yang di kenakannya, setelah itu Ayumi berlari masuk ke dalam kamar, untuk membersihkan dirinya sebelum makan malam bersama Jojo.
"Huft, aku rasa aku benar-benar menyukai dia, dan juga menginginkan dia." Gumam Jojo di sela-sela menyiapkan makan malamnya.
Dengan cekatan Jojo menyusun semua makanan yang tadi di masak oleh Ayumi di meja makan, menyiapkan piring dan sendok garpu, serta tidak lupa air mineral.
Setelah semua sudah selesai di siapkan, Jojo membereskan dapur yang berantakan akibat Ayumi memasak tadi, sekalian menunggu Ayumi yang sedang mandi. Tidak butuh waktu lama dapur itupun sudah bersih dan kinclong.
Jojo berjalan menuju ke sofa ruang tamu, kemudian menyalakan televisi untuk membunuh rasa bosan menunggu Ayumi yang memang lumayan lama mandinya.
"Yuk kak kita makan." Ajak Ayumi yang Baru keluar dari kamar dengan memakai hot pant serta kaos lengan pendek putih kegedean.
Mendengar Ayumi mengajaknya untuk makan, Jojo menoleh ke arah suara Ayumi. Melihat penampilan Ayumi seperti itu, membuat Jojo terbelalak matanya, sungguh ini membuat Jojo jadi kesulitan menelan ludahnya sendiri.
"Hah, yuk lah." Ucap Jojo tersadar dari lamunannya.
Mereka berdua pun makan dengan tenang tanpa suara, Usai makan malam, Jojo pun pergi begitu saja tanpa menghiraukan Ayumi.
Ayumi heran dengan perubahan sikap Jojo yang tiba-tiba, ada apa dengan Jojo? Begitulah yang Ayumi pikirkan.
'Kak Jojo kenapa sih?, apa aku berbuat salah? Perasaan tadi semua baik-baik aja.' Batin Ayumi merasa kurang nyaman dengan sikap acuh Jojo terhadapnya barusan.
Ayumi dengan segera membereskan bekas makanan yang ada di meja makan, lalu mencuci piring kotor yang tadi di pakai kedua untuk makan malam, setelah itu Ayumi berjalan ke ruang tamu untuk menikmati acara televisi.
"Sudah waktunya untuk mengemas barang, Yumi. Jangan bengong tidak jelas begitu dong di depan televisi. Kita harus berangkat sepagi mungkin besok, agar lebih cepat sampai di rumah papa," ucap Jojo sambil melambaikan tangannya di depan wajah Ayumi yang terbengong di depan TV.
"Hah!! Astaga kenapa aku bisa lupa kak." Ucap Ayumi terkejut.
Ayumi membelalakkan matanya. Dia teringat dengan hari esok. Dengan tergesa - gesa Ayumi berlari menuju ke kamarnya. Mengingat jika Ayumi belum mempersiapkan apa pun untuk ke kota S besok pagi.
Jojo hanya menggelengkan kepalanya melihat Ayumi yang berlari menuju ke kamarnya. Padahal tadi Jojo tidak bermaksud mengabaikan Ayumi, hanya saja Jojo berusaha menahan dirinya saat melihat Ayumi dengan pakaian seksi nya.
Setelah berada di kamarnya sendiri, Ayumi pun mambereskan barang bawaannya dan segera bersiap untuk tidur. Besok dia harus bangun dan menyiapkan sarapan mereka sepagi mungkin. agar mereka bisa menikmati perjalanan mereka yang cukup jauh.
********************
Pagi itupun Ayumi benar-benar bangun terlalu pagi, supaya bisa menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Setelah memakan sarapannya, Ayumi dan Jojo bersiap untuk keluar dari apartemen.
Perjalanan ke kota S yang seharusnya menggunakan pesawat, kini harus di gantikan dengan memakai mobil pribadi, karena sebuah alasan teknis yang mengakibatkan penerbangan di tunda. Dan membuat Jojo memilih untuk memakai mobil sebagai transportasi ke kota S.
Perjalanan menuju ke kota S yang memang masih terlalu pagi berangkatnya, membuat Ayumi terlihat seperti sedang mengantuk. Hingga kepalanya berkali-kali terantuk jendela kaca di sampingnya.
"Yumi, Kalau kamu mengantuk, tidur saja. Jangan ditahan - tahan seperti itu." Ucap Jojo kemudian mengacak pucuk rambut Ayumi dengan gemas.
Jojo terkekeh melihat Ayumi yang sedang menahan rasa kantuknya. Gerakan kepala Ayumi yang seperti orang mengangguk - angguk itu sungguh terlihat lucu bagi Jojo
"Kak, Ayumi belum mengantuk." Ayumi menggerutu kesal karena sedari tadi Jojo terus - menerus menyuruhnya untuk tidur. Padahal dia tidak ingin tertidur karena dia ingin menemani Jojo yang sedang menyetir mobilnya sendiri.
Jojo menolehkan pandangannya ke arah Ayumi dan berkata dengan tegas, "Yumi, kamu itu masih mengantuk. Kamu tidak bisa berbohong. Kenapa kamu malah kekeuh bilang sama aku kalau kamu tidak mengantuk? Aku mengaku salah, aku tiba - tiba mempercepat keberangkatan kita seperti ini. Tapi, kamu masih bisa lanjut untuk tidur di mobil."
Ayumi merasa tatapan Jojo sangat tajam padanya. Dia tidak bisa membohongi Jojo lagi. Akhirnya, dia pun mengatakan alasan yang sebenarnya kalau sebenarnya Ayumi ingin menikmati waktu bersama dengan Jojo.
"Kak. Ayumi tidak mau kalau Ayumi tertidur, Takutnya Kak Jojo jadi ikutan mengantuk. Terus gak fokus lihat jalannya, lalu nabrak apa gitu. Kan bahaya, Kak! Belum lagi, kita itu cuma berdua di dalam mobil ini. Aku juga perlu waspada dengan Kak Jojo." ucap Ayumi dengan polosnya.
Seketika Jojo tergelak tawanya. Suara tawanya memenuhi suasana di dalam mobil yang sedang dikendarainya. Ayumi malah kebingungan dengan pemandangan yang ada di hadapannya kini. Melihat Jojo yang tertawa lepas membuat Ayumi semakin bingung, apa yang lucu dari dirinya.
"Kakak kenapa sih?" tanya Ayumi dengan wajah masamnya.
Jojo berusaha untuk menghentikan tawanya yang sudah meledak yang sampai bisa membuat Ayumi berwajah masam. Dia tidak ingin melanjutkan perdebatan dengan gadis polos yang bisa menghipnotis nya tersebut.
"Ayumi, kamu tidur saja. Aku tahu kalau kamu mengkhawatirkanku. Tapi gak gitu juga caranya. Sekarang kamu tidur. Tenang saja, aku tidak akan apa-apain kamu. Nanti aku yang rugi kalau aku apa-apain kamu," ucap Jojo sambil melirik ke arah Ayumi.
"Kok jadi kakak yang rugi sih? Harusnya kan aku yang rugi, kak." Ayumi kembali bertanya pada Jojo.
"Rugi kalau ngapa-ngapain nya di jalan, kalau di dalam kamar gak pa-pa." Ucap Jojo sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ish, kak Jojo." Ucap Ayumi yang terlihat merah merona di kedua pipinya saat ini.
"Tidurlah, biar kamu tidak terlalu capek nanti, aku akan bangunkan kamu di saat jam makan siang." Ucap Jojo yang kembali mengacak pucuk rambut Ayumi.
"Kakak suka sekali sih mengacak rambut aku." Ucap Ayumi kesal karena rambutnya berantakan akibat ulah Jojo, namun Jojo justru tersenyum tipis kemudian melihat jalanan di depannya.
Ayumi yang sedikit kesal karena ulah Jojo pun, menyandarkan kepalanya dan menolehkan pandangannya ke arah luar jendela. Tak berapa lama, Ayumi sudah berdamai ke alam mimpi.
Perjalanan panjang itu pun kini berhenti sejenak untuk makan siang, kemudian setelah makan siang mereka melanjutkan kembali perjalanannya untuk ke kota S.
Sepanjang jalan Ayumi terlihat bahagia, bahkan Ayumi selalu mengajak Jojo bicara, segala apapun yang dia lihat bisa jadi topik yang menarik. Dan anehnya Jojo sangat suka dengan apapun yang di bicarakan oleh Ayumi.
Ayumi yang mendengar suara Jojo langsung membuka matanya. Dia mengucek kedua matanya untuk menjernihkan penglihatannya.
"Kita sudah sampai, Kak?" tanya Ayumi dengan wajah kantuknya.
"Kamu bisa lihat sendiri kan, Yumi? Kita sudah sampai mana." Jojo hanya menjawab singkat, lalu keluar dari mobil dan membuka bagasi mobil untuk mengeluarkan semua barang yang akan dibawa masuk.
Ayumi yang baru saja keluar dari mobil pun meregangkan otot-ototnya yang pegal akibat Perjalanan jauh tadi. Kemudian Ayumi mengikuti langkah kaki Jojo. Agar dia tidak terpisah dari Jojo.
"Sini, Kak. Aku bisa bawa koperku sendiri." Ayumi menarik pegangan kopernya yang dipegang oleh Jojo.
"Sudah, biar aku saja, sebaiknya kamu segera masuk, takutnya Mama dan Papa ada di dalam." Ucap Jojo yang tidak mau mengalah dengan Ayumi.
Ayumi yang mendengar ucapan Jojo pun terdiam dan hanya berjalan mengikuti Jojo hingga sampai di depan pintu utama rumah Jojo yang sangat adem.
Terlihat Nando dan Luna sedang duduk di sofa, dan sepertinya memang menunggu kedatangan kedua orang ini.
"Pa, Ma. Kami pulang." Jojo menyapa kedua orang tuanya yang memang sedang bersantai di ruang tamu.
"Aduh, anak Mama. Mama rindu," ucap Luna sambil memeluk Jojo dan Ayumi secara bergantian.
"Selamat datang kembali ke rumah, anak nakal." Nando pun menyapa Jojo dan Ayumi.
Tidak lupa, Jojo dan Ayumi menyalam dan mencium punggung tangan Nando dan Luna. Pak Supir datang untuk mengambil alih barang bawaan Jojo dan Ayumi. Sehingga mereka bisa langsung menuju ke ruang makan.
"Kalian tadi sudah makan siang?" tanya Luna pada kedua anak muda yang mengikutinya.
"Sudah Ma. Kami sudah makan tadi di jalan," Ucap Jojo.
"Apa itu benar Yumi?" Tanya Luna memastikan ucapan Jojo benar atau tidaknya.
"Iya Ma, kami memang sudah makan kok, cuma sekarang badan Yumi capek banget." Ucap Ayumi.
Mendengar Ayumi mengeluh, membuat Luna, Nando dan juga Jojo terkekeh. Kemudian Jojo mengacak pucuk rambut Ayumi dan berlalu sebagai isyarat supaya Ayumi mengikutinya.
Luna dan Nando menganggukkan kepala mereka pertanda mereka menyetujui apa yang harus di lakukan oleh Ayumi untuk mengikuti langkah Jojo.
"Kak Jojo tunggu!!" Teriak Ayumi dengan berlari mengejar Jojo yang kini sudah berada di ambang pintu kamarnya.
"Apa Yumi?" Tanya Jojo dengan menghentikan langkahnya itu, kemudian menoleh ke arah Ayumi.
"Aku juga capek kak, pengen istirahat juga." Ucap Ayumi.
"Lalu? Kamu mau kita istirahat di kamar yang sama?" Tanya Jojo dengan nada menggoda Ayumi.
"Memang apa salahnya kak? Istirahat doang kan?" Tanya Ayumi yang seakan itu bukanlah masalah yang besar.
Tanpa memperdulikan Jojo, Ayumi menggeser tubuhnya maju kedepan sehingga mau tidak mau Jojo memberi jalan pada Ayumi. Dengan cepat Ayumi membuka handle pintu lalu masuk ke dalam kamar Jojo.
Jojo menghela nafas panjangnya, memang harus ekstra sabar menghadapi Ayumi yang memang masih begitu polos. Bahkan sangking polosnya memasuki kamar cowok pun seolah bukan masalah besar untuknya.
Ayumi yang kini sudah ada di dalam kamar Jojo langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, tanpa memperdulikan Jojo yang bersiap untuk mandi, karena memang seharian di perjalanan membuat tubuhnya lengket.
"Ka-kakak mau apa? Kenapa lepas baju?" Ucap Ayumi saat melihat Jojo melepaskan baju kemeja yang di kenakannya tadi.
Melihat reaksi Ayumi yang mulai terlihat takut, timbullah niat hati Jojo untuk menjahilinya. Dengan berjalan mendekati Ayumi, yang masih berbaring di ranjang, Jojo kemudian melempar kemeja yang barusan di kenakannya ke sembarang arah.
"Ka-kakak mau apa? Jangan dekat-dekat kak," ucap Ayumi yang mulai terlihat takut dengan ulah Jojo.
"Kenapa Yumi? Bukankah kamu suka berada di kamarku, Hem?" Ucap Jojo yang sudah menindih tubuh Ayumi dan mengunci pergerakannya.
"Ta-tapi bukan begini kak." Ucap Ayumi yang gugup bercampur berdebar kencang di dadanya. Melihat Jojo yang hanya mengenakan kaos dalam warna putih yang begitu tipis sehingga memperlihatkan perut sixpack nya.
"Kalau bukan begini lantas yang gimana Yumi." Ucap Jojo semakin ingin melahap Ayumi saat itu juga.
"Ka-kakak." Ucap Ayumi.
Cupp..
Dengan segera Jojo melahap bibir Ayumi, seakan tidak ingin memberi celah kepada Ayumi untuk kabur, Jojo menyesap bibir bawah Ayumi sehingga membuat Ayumi Sedikit membuka bibir bawahnya.
Dengan cepat Jojo melumatnya dan menjelajahi isi di dalam mulut Ayumi. seakan mendapat lampu hijau atas perlakuannya, membuat Jojo semakin berani untuk menelusupkan tangannya ke dalam kaos yang Ayumi kenakan.
Merasakan tangan Jojo yang mulai meraba isi di dalam kaosnya, membuat Ayumi terbelalak matanya, dan tumbuhnya merasakan tegang panas dingin di saat yang sama.
Jojo semakin liar menelusuri leher jenjang Ayumi dengan memberikan kecupan ringan dan juga memberikan tanda kepemilikan di sana, dan itu membuat Ayumi melenguh nikmat.
Jojo sejenak menghentikan aktifitasnya, lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher Ayumi yang nafasnya sama-sama memburu seperti dirinya saat ini.
'Sial!! Kenapa justru aku yang tidak bisa menahan diriku sendiri. Padahal tadinya aku hanya ingin menjahili Yumi.' Batin Jojo yang kini seakan tidak kuat menahan dirinya.
"Kak Jojo, apa ini yang kakak maksudkan dengan 'berdebar dan tegang di saat yang bersamaan' karena barusan aku merasakan hal itu kak?" Tanya Ayumi dengan polosnya. Yang masih dengan nafas saling memburu.
Entah kenapa momen romantis tersebut hilang sekejap oleh pertanyaan Ayumi yang begitu polos terhadap Jojo. Dengan tersenyum kecil Jojo menganggukkan kepalanya yang masih berada di ceruk leher Ayumi saat ini.
Bersambung...