
Di Jakarta saat ini Davin, Jojo dan juga Bryan sedang menuju ke rumah Alvin, untuk mengantarkan Bryan menemui Nabila (Mamanya), setelah tadi Bryan di bawa dulu ke rumah Davin untuk membersihkan diri dan memakan sarapan.
Kinan ikut serta dalam mobil tersebut, sambil terus memeluk Bryan dan mencium pucuk rambutnya, membuat Kinan sangat bahagia. Apalagi melihat Bryan tidak terluka sedikitpun, bertambahlah kebahagiaan Kinan saat ini.
"Sayang, Mama Billa pasti akan bahagia melihat kedatangan kita nanti." Ucap Kinan sambil membelai rambut Bryan.
"Iya Ma, aku juga kangen sama Mama Billa, Papa Al, dan juga dedek Erick, aku kangen banget sama mereka semua." Ucap Bryan. Terlihat berbinar bahagia.
Jojo dan Davin saling pandang, kemudian melihat ke belakang dimana Kinan dan Bryan duduk di jok penumpang di belakang. Keduanya terlihat seperti ibu dan anak yang sesungguhnya.
"Sekarang istirahatlah sayang, biar nanti setelah sampai di rumah, kamu terlihat segar." Ucap Kinan dengan membelai rambut Bryan.
"Iya Ma." Ucap Bryan kemudian menyandarkan kepalanya di pangkuan Kinan dengan kaki di selonjorkan di kursi mobil.
Perjalanan itu pun di liputi perasaan haru bercampur bahagia, bahkan Kinan tidak henti-hentinya mencium pucuk rambut Bryan untuk mencurahkan kebahagiaan di hatinya. Bahkan air mata bahagia tidak dapat di sembunyikan lagi oleh Kinan.
Mungkin karena kelelahan, akhirnya Bryan tertidur dalam pangkuan Kinan, Dave yang duduk di depan merasa kasihan dengan Kinan yang kini perutnya sudah membesar. Dan masih harus memangku Bryan.
"Jo, minggirkan mobilnya sebentar." Ucap Davin.
Jojo yang bingung pun melihat ke arah Davin, kemudian melihat ke belakang ke arah Kinan yang sama-sama tidak mengerti kenapa Davin meminta untuk meminggirkan mobilnya.
"Ada apa Dave?" Tanya Jojo
"Sudah cepat minggirkan dulu mobilnya, Jo." Ucap Davin.
Tanpa banyak bertanya lagi Jojo pun mengikuti permintaan Davin untuk meminggirkan mobilnya. Setelah berhenti di pinggir jalan, Davin bersiap untuk membuka pintu mobil untuk keluar.
Jojo yang memang tidak mengerti maksud Davin, hanya memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh sepupunya tersebut. Kinan juga melakukan hal yang sama dengan Jojo.
"Sayang keluar lah sebentar." Ucap Davin ketika berhasil membuka pintu mobil yang di belakang.
Kinan semakin bingung dengan maksud Davin, lalu Kinan melihat ke arah Jojo yang hanya mengedikkan bahunya pertanda sama-sama tidak tahu apa maksud Davin.
"Hah, bagaimana dengan Bryan mas?" Tanya Kinan yang memang tidak mengerti apa maksud dari Davin tersebut.
"Biar aku pegangi," Ucap Davin.
Tanpa banyak tanya Kinan pun keluar dari mobil, kemudian Davin segera masuk dan menggantikan posisinya memangku Bryan. Setelah itu Davin menyuruh Kinan untuk kembali duduk di sebelahnya.
"Duduklah di sini." Ucap Davin kemudian menarik kepala Kinan supaya bersandar di bahunya.
"Hem." Jawab Kinan sambil menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahagia.
'Mas Dave begitu pengertian dengan kondisiku.' Batin Kinan dengan mengelus-elus perutnya yang sudah membuncit.
Jojo tersenyum melihat keharmonisan Davin dan Kinan. Bahkan jiwa-jiwa bujangnya meronta untuk segera memiliki keluarga kecil seperti Davin, memiliki istri dan anak. Dan entah kenapa Jojo tiba-tiba teringat dengan Ayumi.
Bayangan Ayumi seakan menari di kepala Jojo, seolah ingin segera mengajak Jojo untuk melangsungkan ijab qobul, menghalalkan ikatan di antara mereka.
"Jo, tunggu apa lagi? Ayo jalan." Ucap Davin membangunkan lamunan Jojo.
"Ck, iya iya," Jawab Jojo. "Berasa jadi sopir kalau sudah begini." Gerutu Jojo kemudian.
Tidak selang berapa lama, sampailah mobil yang di kemudikan oleh Jojo di halaman rumah Alvin. Dengan di sambut oleh Nabila dan juga Ayumi di teras, membuat suasana haru tiba-tiba datang.
"Mama,"
"Bryan, kesayangan Mama, Mama kangen banget sama Bryan." Ucap Nabila yang tidak bisa menahan rasa rindunya pada Bryan. Kemudian memeluk Bryan yang baru keluar dari mobil dan berlari menghampirinya.
Tangis Nabila pecah tanpa di minta, melihat putra kesayangannya kembali ke dalam pelukannya dan keadaannya baik-baik saja, bahkan tidak ada luka sedikitpun membuat Nabila terlihat bahagia.
'Terimakasih ya Allah, anakku telah kembali dengan selamat.' Batin Nabila.
Seakan tidak ingin melepaskan Bryan dari pelukannya, sehingga membuat orang yang melihat itu jadi ikutan menangis. Termasuk Ayumi dan Kinan.
Kemudian Nabila menggendong Bryan untuk memasuki rumahnya, setelah sekilas melihat semua yang ada di teras rumah tersebut seakan memberikan kode menyuruh mereka masuk ke dalam.
Jojo menarik tubuh Ayumi ke dalam pelukannya, supaya Ayumi bisa menumpahkan segala rasa haru dan bahagia di dalam pelukan Jojo yang hangat.
Davin dan Kinan yang melihat langsung kebahagiaan mereka kini memilih untuk melangkahkan kakinya memasuki rumah mewah tersebut. Dengan di ikuti oleh Jojo dan Ayumi.
Setelah cukup lama mereka berbincang, akhirnya Jojo memutuskan untuk ke kantor setelah mendapat kabar jika kini Alvin sudah sampai di Bandara, dan beberapa anggota kepolisian sudah bersiaga di Bandara untuk menjemput Mario dan beberapa anak buahnya.
**************************
Sesampainya di Bandara Alvin yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keluarganya, langsung meminta kunci salah satu mobil untuk di kendarainya pulang.
"Sean bereskan kekacauan di sini, dan tunggu sampai Jojo datang." Ucap Alvin sebelum benar-benar meninggalkan area Bandara.
"Baik tuan." Ucap Sean.
"Aku akan langsung pulang untuk melihat keadaan Bryan, jangan sampai ada masalah nanti." Ucap Alvin.
"Siap tuan, saya mengerti." Ucap Alvin lagi
Dan memang sebelumnya Alvin sudah meminta Sean untuk mengurus semuanya, sedangkan untuk Rangga, Alvin telah menyuruh Rangga untuk mengembalikan sisa formula blue ke tempat yang sudah di tentukan.
Bahkan sudah dari lima menit yang lalu Rangga meninggalkan area Bandara. Sedangkan untuk Tania, dia di antarkan sopir kembali pulang ke apartemen miliknya.
Seakan semuanya bisa bernafas dengan lega sekarang, karena kasus ini telah selesai. Dan hanya menunggu pihak berwajib membawa para tahanan itu ke dalam sel.
Pihak kepolisian yang memang sudah di siagakan oleh Jojo untuk menyambut Mario, dengan cepat membawa Mario masuk ke dalam mobil, dan karena sampai saat ini Mario belum sadarkan diri, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan yang berarti.
'Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang, bisa bermain dengan anak-anakku, dan juga menghabiskan waktu dengan Nabila.' Batin Alvin yang sedang mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumahnya.
Pikirannya kini di penuhi oleh Nabila dan kedua anaknya, bahkan Alvin tersenyum sendiri membayangkan pertemuan mereka nanti.
"Padahal belum sebulan aku berpisah denganmu honey, tapi aku sudah sangat merindukanmu." Gumam Alvin yang masih memegang kemudi mobil dan memperhatikan jalanan di depannya.
Sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya, senyuman itu seakan enggan untuk meninggalkan wajah Alvin. Hingga sampailah di di rumah mewahnya.
Bersambung