She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Bubur ayam



Setelah sampai di apartemennya, Davin pun segera menyiapkan bubur ayam pesanan Kinan, dan ditaruh di sebuah mangkok untuk dihidangkan buat Kinan sarapan. Setelah itu Davin memanggil Kinan di kamarnya.


"Sayang, bubur ayamnya mau makan di sini? atau kita makan bersama di meja makan? Itu sudah aku siapkan." Ucap Davin ketika sudah sampai di kamar.


"Dapat ya mas bubur ayamnya?" Tanya Kinan antusias.


"Iya, mau di bawakan ke sini?" Tanya Davin.


"Nggak usah mas, kita makan bersama saja di meja makan." Ucap Kinan terlihat bahagia, karena keinginannya untuk makan bubur ayam kesampaian juga.


Dengan senyum bahagia Davin melingkarkan tangannya di pinggang Kinan, dan mengajaknya untuk sarapan pagi bersama di meja makan.


Kinan terlihat sangat antusias dengan bubur ayam yang sudah disiapkan oleh Davin, senyuman bahagia mengembang ketika dia benar-benar melihat semangkuk bubur ayam yang sudah ada di meja makan.


"Kok cuman beli satu mas? Mas nggak mau makan bubur ayamnya?" Tanya Kinan, ketika mereka berdua sudah berada di tempat meja makan tersebut.


"Aku belum lapar sayang, lagian ini masih terlalu pagi untuk aku makan sarapan, aku temani kamu untuk makan sarapan bersama." Ucap Davin lembut sambil membelai rambut Kinan kemudian mengecup pucuk rambut Kinan dengan penuh cinta.


"Hem!! baiklah-baiklah." Ucap Kinan


Kinan menjawab dengan anggukan cepat, lalu kemudian dengan segera dan dengan lahapnya Kinan memakan sarapan bubur ayam tersebut. Melihat itu senyum tipis terlihat di sudut bibir Davin, usahanya pagi ini tidak sia-sia, karena Kinan dengan lahap memakan bubur ayam pemberiannya.


"Pelan-pelan sayang, nanti kalau masih kurang aku akan membelikannya lagi untukmu." Ucap Davin dengan lembut dan tersenyum.


"Mas beli dimana bubur ayamnya? enak banget tahu nggak sih mas." Ucap Kinan. "Mas cobain deh."


"Buat kamu aja sayang, kan kamu yang kepengen makan bubur ayam tadi." Ucap Davin. Menolak suapan Kinan.


Karena Davin menolak suapan darinya, kini Kinan melanjutkan makan sarapannya kembali, lalu dia melanjutkan dengan meminum susu yang sudah dibuatkan oleh Davin.


"Sayang, seandainya besok kita berangkat ke kota S, Apa kamu sudah siap?" Tanya Davin.


"Hem, siap mas siap, aku sudah siap banget, apalagi aku sudah tidak terlalu mual, ini kan sudah mendekati hari H acara ulang tahun Ara, tidak mungkin kita tidak datang kesana." Ucap Kinan yang terlihat sangat bersemangat untuk kepergian ke kota S. Karena memang hari ulang tahun Ara tinggal beberapa hari lagi.


"Baiklah kita putuskan besok untuk melakukan perjalanan ke kota S, jadi sebaiknya hari ini kamu harus istirahat sayang, supaya besok fit dalam perjalanan menuju ke kota S." Ucap Davin.


"Iya mas."


"Cepat habiskan sarapanmu sayang, setelah itu aku akan melihat kondisi kantor sebentar, karena Al sudah ada di kota S jadi aku harus pergi ke kantor dan memastikan semuanya baik-baik saja saat ini, apalagi kita nanti akan lumayan lama berada di kota S," Ucap Davin.


"Iya."


Dengan segera Kinan menghabiskan sarapannya dan juga meminum susu yang memang sudah tinggal separuh, setelah itu mereka berdua berjalan menuju ke kamar. Davin memang harus bersiap untuk pergi ke kantor.


******************


Di apartemen milik Jonathan, Ayumi yang memang tinggal bersama dengannya kini telah menyiapkan sandwich dan juga susu untuk sarapan pagi mereka berdua.


Dan rencananya besok Jojo akan membawa Ayumi untuk pergi ke kota S, berniat memperkenalkannya kepada Nando dan juga Luna sebagai calon istri. Baru kali ini Jojo punya niatan untuk membina hubungan serius dengan seorang wanita.


"Kak Jojo, jadi rencananya besok kita akan pergi ke tempat orangtua kak Jojo? Yang kata kak Jojo ada di kota S itu." Ucap Ayumi, ketika mereka berdua sedang melakukan sarapan bersama.


"Ada siapa aja di keluarga kakak?" Tanya Ayumi penasaran.


"Papaku bernama Nando Prasetya, mamaku Luna, dan aku juga punya dua orang adik perempuan namanya Meisya dan Syifa." Jelas Jojo, memperkenalkan nama-nama anggota keluarganya.


"Kak Jojo anak yang tertua ya?" Tanya Ayumi.


"Hem, aku memang anak sulung." Ucap Jojo.


"Oh begitu, kedua adik kak Jojo apa mereka masih kuliah atau sudah bekerja?" Tanya Ayumi.


"Kalau Meisya dia kuliah sambil bekerja membantu mengelola perkebunan teh milik keluarga kami, sedangkan Syifa hanya kuliah saja karena Shifa anak yang paling kecil dan paling manja, dalam keluarga kami." Ucap Jojo.


"Sepertinya keluarga kak Jojo sangat baik dan sangat hangat, bahkan terlihat saling menyayangi satu sama lain." Ucap Ayumi.


"Iya, keluargaku dan keluarga besar Al dan Dave, keluarga kami sangat hangat dan saling menyayangi satu sama lain, bahkan ikatan keluarga kami sangat kuat, seandainya salah satu diantara kita terkena masalah, maka yang lain akan dengan cepat membantu." Jelas Jojo.


"Memang sih terlihat sekali kekompakan kalian, tapi sepertinya istri Dave tidak tahu jika suaminya terlibat dalam dunia hitam." Ucap Ayumi, yang memang menaruh kecurigaan seperti itu.


"Kamu benar, bahkan semua anggota keluarga kami yang perempuan tidak ada yang tahu jika kami terlibat dalam dunia hitam, mangkanya kamu jangan sampai membocorkan masalah ini kepada mereka." Ucap Jojo mengingatkan. sambil mengacak pucuk rambut Ayumi.


"Oh begitu, oke-oke, i see, and I understand, pantas aja Kinan sepertinya tidak tahu apa-apa tentang organisasi kalian." Ucap Ayumi. "Karena waktu itu Niko berusaha mengintrogasi dia, namun Kinan tidak tahu apa-apa, karena hal itulah Niko sengaja menjadikan Kinan hanya sebagai umpan bukan target utama." Ucap Ayumi.


"Iya, kakakmu terlalu berani untuk melakukan tindakan yang mengganggu organisasi Perlindungan." Ucap Jojo.


"Dari yang aku dengar, ketua mafia dunia adalah dari organisasi Perlindungan, Apa itu benar?" Tanya Ayumi.


Jojo mengerutkan keningnya, tidak disangka gadis yang akan dinikahinya, ternyata sangat mengetahui seluk beluk bahkan informasi tentang dunia hitam.


Ini adalah sebuah kejutan tersendiri bagi Jojo, sosok seorang Ayumi ternyata sangat menarik, dan penuh dengan kejutan yang tidak terduga sebelumnya. Padahal awalnya Jojo hanya mengira jika Ayumi adalah sepupu dari Tuan Jirayu, yang tidak tahu apa-apa tentang dunia hitam.


Namun kenyataannya Ayumi tahu banyak tentang dunia hitam, bahkan Ayumi mengetahui jika ketua mafia dunia berasal dari organisasi Perlindungan, tapi untungnya Ayumi tidak tahu jika ketua mafia dunia adalah Al dan Dave, yang beberapa waktu lalu ditemuinya.


"Aku justru malah tidak mengetahuinya sama sekali, jika ketua mafia dunia berasal dari organisasi Perlindungan." Ucap Jojo berpura-pura bodoh.


Jojo bersikap pura-pura tidak tahu supaya bisa mengorek informasi dari mulut Ayumi, sebenarnya Jojo ingin tahu sejauh mana Ayumi terlibat dalam dunia hitam. Apalagi Jojo sudah berniat untuk menikahinya, maka Jojo harus tahu latar belakang Ayumi yang sebenarnya.


"Bukannya kak Jojo adalah salah satu anggota dari organisasi Perlindungan? Kok malah tidak tahu?" Ucap Ayumi.


"Hahaha, kamu percaya tidak jika aku bukanlah anggota organisasi manapun." Ucap Jojo


"Hah!!"


"Ah sudahlah, bagaimana kalau kita jalan-jalan menikmati suasana ibukota." Ucap Jojo mengalihkan pembicaraan.


Dengan cepat Ayumi menganggukkan kepalanya, karena ini momen langka bagi Ayumi, dulu jarang sekali Jojo mau di ajak jalan, begitu banyak alasan yang di jadikan Jojo untuk menghindari ajakan Ayumi jalan.


Anggap saja ini adalah kencan bagi Ayumi, walaupun Jojo menganggapnya sebagai jalan-jalan, namun itu sudah membuat Ayumi bahagia.


Bersambung