
Memang sih suasana perkebunan begitu kental terasa, dengan beberapa pohon yang tumbuh di dekat taman, membuat suasana sejuk. Di tambah lagi di bawah pohon besar itu terdapat beberapa kursi taman dan ada juga meja bulat di tengah-tengahnya, seakan siapapun yang duduk di situ pasti akan betah dan tidak mau meninggalkan tempat tersebut.
"Benar-benar membuat suasana nyaman, terus kenapa kakak jarang pulang kemari?" Ujar Ayumi.
"Karena aku lebih nyaman tinggal di Jakarta, kan karena aku tinggal di Jakarta juga, jadinya bisa bertemu dengan kamu." Ucap Jojo menggoda Ayumi.
"Ya ya, tapi kan bukan berarti kakak nggak pernah pulang ke sini. Apa kak Jojo nggak pernah merindukan om dan tante atau adik perempuan kak Jojo?" Ucap Ayumi menyelidik.
"Kangen sih, kadang justru Mama dan Papa datang ke Jakarta, sekalian main ke tempat kakek dan nenek." Ucap Jojo ketika mereka sudah duduk di kursi taman.
"Oh kakek dan nenek kak Jojo ada di Jakarta? Kok kak Jojo tidak pernah cerita?" Tanya Ayumi semakin penasaran.
"Karena kamu nya yang tidak pernah tanya, lagian kamu kan sering pulang ke Spanyol atau pun ke Jepang, dan hanya sesekali aja ke Jakarta, Jadi untuk apa diceritakan." Ucap Jojo.
"Ish kakak, kan Ayumi calon istri kakak, gimana sih?" Gerutu Ayumi sambil cemberut dan melihat ke arah lain. Hal itu membuat Jojo, seakan tidak dapat menahan ketawanya.
"Hahaha, kamu yakin mau menjadi istriku, Hem? Apa kamu tidak takut jika aku meninggalkanmu suatu saat nanti?" Ucap Jojo.
Ayumi langsung menoleh ke arah Jojo, Ayumi mengerutkan keningnya, dengan pandangan matanya tajam ke arah Jojo, bagaimana bisa Jojo mengatakan hal itu dengan mudah? Apa benar tidak ada rasa cinta untuk Ayumi di hatinya? Begitulah pertanyaan yang terlintas di benak Ayumi.
"Huft, kenapa aku harus takut? bukankah aku yang meminta kakak untuk menikahiku? jadi sudah menjadi konsekuensinya untukku, jika suatu saat nanti kakak pergi meninggalkan aku. Dan di saat itu tiba, aku tidak akan melarangnya ataupun menahannya, supaya kakak tetap tinggal di sisiku, cukup bagiku hanya aku yang mencintai kakak, dan aku tidak akan memaksa kakak untuk mencintaiku kembali." Ucap Ayumi dengan tawanya yang terpaksa.
Jojo menghela nafas panjangnya, apakah ini jawaban yang di inginkan Jojo? Kenapa disaat Ayumi bicara seperti itu hatinya merasa sakit dan nyeri. Seakan ada perasaan tidak terima dengan perkataan Ayumi.
"Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan? Apa kamu tidak akan menyesal, jika suatu saat aku meninggalkanmu?" Tanya Jojo.
"Iya, sangat yakin, karena aku tahu bahwa sebenarnya kak Jojo tidak..." Ucapan Ayumi terpotong ketika tiba-tiba Jojo menarik tengkuk Ayumi dan membungkam mulut Ayumi dengan bibirnya.
"Emm emmm.."
Ayumi berusaha melepaskan diri dari ciuman Jojo, dengan cara sekuat tenaga mendorong dada bidang Jojo, namun usahanya sia-sia, karena Jojo malah merengkuh tubuhnya dan mendekapnya dengan sangat erat.
Ciuman itu pun berubah menjadi lumatan, dan bahkan Jojo semakin memperdalam ciumannya tersebut, nafas Jojo yang begitu cepat memburu membuat Jojo seakan tidak mampu lagi menguasai dirinya.
Entah apa yang di pikirkan oleh Ayumi, kenapa dia bisa berpikiran jika Jojo tidak mencintainya, padahal maksud dari perkataan Jojo untuk meninggalkannya adalah di saat Jojo mendapat tugas yang berbahaya, dan nyawanya sebagai taruhannya, maka hal itulah yang paling di takutkan oleh Jojo saat ini.
Karena kini hati Jojo sudah sepenuhnya milik Ayumi, namun Jojo yang masih terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya, tidak dapat mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya kepada Ayumi.
Sehingga menimbulkan salah paham bagi Ayumi, yang mengira bahwa Jojo tidak pernah mencintainya sama sekali. Kini tubuh Ayumi terasa lemas tak bertenaga akibat ciuman panas dari Jojo.
"Ka-kakak, kenapa suka sekali menciumku seperti itu?" Gumam Ayumi lirih namun masih terdengar di telinga Jojo.
"Bukankah kamu ingin menikah denganku, Yumi? Ini baru ciuman, disaat dan waktu yang tepat, aku bisa melakukan hal yang lebih dari ini kepadamu. Supaya tidak ada lagi pikiran burukmu tentang aku di kemudian hari." Ucap Jojo.
Ayumi mencoba mencerna perkataan Jojo barusan, apa maksud yang terkandung di dalamnya, pikiran buruk? Pikiran buruk apa maksudnya? Ayumi semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Jojo saat ini.
"Siapa yang punya pikiran buruk sama kakak?" Tanya Ayumi dengan polosnya.
Jojo hanya menyunggingkan senyum ke arah Ayumi, kemudian membelai rambut Ayumi dan menyelipkan anak rambut yang menutupi pipi Ayumi ke belakang telinganya.
"Yang perlu kamu tahu adalah aku hanya mau menikah denganmu, bukan dengan wanita lain, Apa sekarang kamu sudah mengerti, Hem?" Ucap Jojo. Sambil menarik dagu Ayumi dan mencium sekilas bibir Ayumi.
Ayumi mengerjapkan matanya berkali-kali, seakan dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini, apakah ini bisa dibilang jika Jojo mencintainya? Atau anggap saja memang begitu adanya.
"Kenapa menatapku seperti itu? Apa kamu masih belum mengerti dengan apa yang aku katakan?" Tanya Jojo.
"Aku mengerti kak, aku mengerti," Ucap Ayumi dengan cepat sambil menganggukkan kepalanya.
"Jadi jangan berpikiran yang macam-macam lagi, karena hanya aku yang boleh menikah denganmu dan memilikimu seutuhnya, dan hanya aku juga yang boleh meninggalkanmu jika waktunya tiba." Ucap Jojo. Yang kemudian Jojo menyentil kening Ayumi.
"Auw, sakit kak," Ucap Ayumi yang refleks mengusap keningnya akibat sentilan jari Jojo. "Kenapa kakak senang sekali sih menyentil keningku? kan sakit kak."
"Itu hukuman buat kamu karena kamu yang mencintaiku tapi justru kamu tidak pernah peka terhadapku, lain kali aku tidak ingin dengar kalau kamu bicara seperti itu lagi." Ucap Jojo. Kemudian dia beranjak berdiri untuk meninggalkan Ayumi, dan masuk ke dalam rumah.
Ayumi semakin bingung, dengan apa maksud Jojo, kenapa lelaki itu sekarang justru penuh misteri sih, Ayumi menggelengkan kepalanya sendiri, kemudian menatap punggung Jojo yang sudah pergi meninggalkannya masuk ke dalam rumah.
"Apa sih maksud perkataan kak Jojo, memangnya aku tadi bicara apa? Apa mungkin aku salah bicara lagi?" Gumam Ayumi, yang terlihat sedang berpikir keras dengan apa yang di maksudkan oleh Jojo.
Sambil mengerutkan keningnya, Ayumi pun kini beranjak dari kursinya dan berjalan menuju pintu utama rumah tersebut, Ayumi mengedarkan pandangannya untuk mencari sesosok lelaki yang barusan membuatnya semakin bingung dengan perkataannya.
Ayumi ingin memastikan apa maksud dari perkataan Jojo barusan, namun hasilnya nihil, karena Ayumi tidak menemukan keberadaan Jojo, dan dia hanya di sambut oleh kepala pelayan, dan mempersilahkan dia untuk istirahat di kamar tamu yang sudah di bersihkan.
Akhirnya Ayumi yang masih penasaran dengan maksud perkataan Jojo, mau tidak mau mengikuti kepala pelayan untuk istirahat di kamar tamu yang telah disediakan.
Bersambung...