
Perjalanan yang memakan waktu hampir 15 jam, akhirnya pesawat jet pribadi milik perusahaan D.A group mendarat dengan sempurna di ibukota Jakarta.
Beberapa anak buah yang ditugaskan untuk menjemput mereka, kini sudah stand by di Bandara. Davin dan Kinan dengan mengendarai mobilnya langsung menuju ke apartemen mereka.
Karena memang kondisi Kinan masih sangat lemah, jadi Davin memutuskan untuk membawa Kinan langsung menuju ke apartemennya. Mungkin efek karena hamil muda jadi masih sering mual dan muntah terlebih lagi badannya Kinan terasa lemas.
"Al, Jo, dan Ayumi, kami akan langsung menuju ke apartemen, kasihan Kinan dia butuh istirahat." Ucap Davin kepada yang lain.
"Iya kami mengerti, segeralah bawa Kinan untuk istirahat, jangan sampai terjadi sesuatu dengan kesehatan Kinan dan calon bayinya." Ucap Jojo.
Ayumi hanya mengangguk dan memberikan kode jempol pertanda setuju dengan ucapan Jojo, supaya Davin dan Kinan segera menuju ke apartemennya untuk beristirahat.
"Dave, apa yang dikatakan Jojo itu benar, sebaiknya loe jaga Kinan, apalagi setelah tragedi penculikan kemarin, gue khawatir akan kondisi Kinan saat ini." Ucap Alvin. Sambil merangkul bahu Davin dan menepuk nya 2 kali.
Kinan yang memang dari tadi menunggu di dalam mobil, hanya melihatnya dan tidak ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Karena memang tubuh Kinan terasa lemas.
"Loe tenang saja gue akan menjaganya dengan baik, bahkan nyawa gue sebagai taruhannya." Ucap Davin.
Alvin hanya mengangguk dan menepuk bahu Davin seakan ingin menyalurkan semangatnya untuk Davin, apalagi Alvin sudah tahu jika Kinan tengah hamil muda.
Tak lama setelah perbincangan itu Davin masuk ke dalam mobil dan kemudian mobil tersebut melaju meninggalkan area Bandara.
"Jo bagaimana denganmu? apa kamu langsung ke kota S? atau masih mau tinggal di Jakarta?" Tanya Alvin.
"Aku akan istirahat dulu di sini bersama dengan Ayumi, setelah itu aku akan menyusulmu ke kota S, menghadiri acara ulang tahun Ara sekaligus pertunangannya." Ucap Jojo.
"Baiklah-baiklah, jangan sampai malam ini ini menjadi malam pertama buat kalian, kasihan Ayumi masih kecil." Ucap Alvin.
"Ish, aku tidak sebejat itu Al, sebelum aku kenalkan dia ke mama dan papa aku tidak akan mengambil kesuciannya." Ucap Jojo.
"Hahaha, kenapa aku tidak bisa percaya padamu, Jo." Ucap Alvin.
Namun Jojo dan Ayumi tidak menghiraukannya kemudian mereka bersiap untuk menuju ke cafe, dimana kafe tersebut milik Jonathan.
Melihat sikap Jojo, Alvin hanya tergelak tawanya. Lalu Alvin yang masih terluka kini diantar oleh Sean menuju ke rumahnya.
Walaupun Alvin terlihat sangat capek, namun dia akan langsung melanjutkan perjalanan menuju ke kota S. Dia pulang hanya untuk membersihkan diri sekaligus menjemput Nabila dan kedua anaknya.
Sesampainya di rumah Alvin langsung mencari Nabila di kamarnya, dan ternyata sang istri memang sedang berada di dalam kamar mempersiapkan semua keperluan untuk dibawa ke kota S.
"Mas udah pulang?" Tanya Nabila.
"Iya, Baru juga sampai, baby." Ucap Alvin. "Baby, apa kamu sudah siap? Kita akan langsung menuju ke kota S." Tanya Alvin.
"Apa mas nggak capek? kan habis perjalanan jauh." Ucap Nabila.
"Enggak baby, segeralah bersiap karena Sean sudah menunggu di depan dan akan mengantarkan kita kembali ke Bandara." Ucap Alvin. Kemudian Alvin mengecup kening Nabila dengan penuh cinta.
"Baiklah mas, kalau begitu sebaiknya mas segera membersihkan diri, biar Bryan dan Erick bersama denganku." Ucap Nabila.
Bahkan Nabila menyiapkan sebuah koper lagi untuk baju ganti dirinya dan sang suami, setelah selesai Nabila memanggil salah satu asisten rumah tangganya untuk membawa koper keluar kamar dan dimasukkan ke dalam mobil.
Setelah selesai mandi Alvin segera bersiap untuk perjalanan menuju ke kota S. Alvin menggendong Bryan dan memasuki mobilnya, sedangkan Nabila menggendong Erick.
Tidak lama setelah itu Sean mengemudikan mobil menuju ke Bandara pribadi milik keluarga Artanegara. Karena Davin dan Kinan tidak ikut serta dalam perjalanan kali ini, maka hanya ada Alvin, Nabila serta kedua anaknya yang menuju ke kota S.
*****************************
Di apartemen milik Davin, kini Davin dan Kinan sedang duduk di sofa ruang tamu setelah pulang dari Bandara. Wajah Kinan saat ini benar-benar terlihat pucat, bahkan beberapa kali Kinan memuntahkan isi perutnya.
"Sayang, minumlah air hangat ini dulu, supaya perutmu tidak begitu mual dan akan merasa lebih baik." Ucap Davin dengan memberikan segelas air putih hangat kepada Kinan.
"Makasih mas." Ucap Kinan.
Dengan segera Kinan meneguk air putih hangat pemberian Davin hingga kandas. Davin memijat tengkuk Kinan untuk mengurangi rasa mual, dan supaya membuat Kinan jadi lebih baik.
"Sebaiknya kamu istirahat di kamar sayang, supaya badan kamu tidak terlalu capek." Ucap Davin.
"Iya mas, terus bagaimana perjalanan menuju ke kota S nanti?" Ucap Kinan.
"Kita akan pergi ke sana setelah kondisi kamu membaik, Aku akan segera menghubungi papa, supaya mereka tidak khawatir." Ucap Davin.
Kinan hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian dengan di Papah oleh Davin kini Kinan dibawa menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
Davin membantu Kinan berbaring supaya bisa beristirahat dengan nyaman. Kemudian Davin menyelimuti tubuh Kinan supaya tidak terlalu dingin oleh AC.
"Istirahatlah." Ucap Davin, lalu Davin mengecup kening Kinan cukup lama, Setelah itu Davin keluar dari kamar dan membiarkan Kinan istirahat.
Kinan benar-benar ingin segera istirahat karena memang tubuhnya terasa sangat lemas. Davin yang berada di sofa ruang tamu dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Daffa.
"Pa, Davin dan Kinan belum bisa ke kota S sekarang, karena memang kondisi Kinan masih sangat lemas akibat perjalanan jauh tadi." Ucap Davin ketika sedang menelepon Daffa.
"Iya Dave tidak apa-apa, kamu jaga Kinan, kamu jaga calon cucu Papa supaya dia baik-baik saja, jangan sampai terjadi sesuatu dengan Kinan." Ucap Daffa.
"Iya pa." Ucap Davin.
Setelah menelepon papanya, kini Davin kembali masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri dan beristirahat, setelah perjalanan jauh dari Spanyol ke Indonesia.
Setelah mandi, Davin yang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, duduk di sisi ranjang di sebelah Kinan. Davin menatap wajah Kinan yang sedang tertidur.
"Maafkan aku sayang, seandainya aku bisa menggantikan posisimu, sebaiknya biar aku saja yang merasakan mual dan muntah setiap hari, asalkan kamu baik-baik saja." Ucap Davin sambil membelai rambut panjang Kinan, kemudian mengecup kening Kinan cukup lama untuk menyalurkan semua rasa cintanya kepada Kinan.
Setelah ganti baju dengan menggunakan piyama, kini Davin naik ke atas ranjang dan tidur di samping Kinan dengan memeluk tubuh Kinan erat. Kinan yang tanpa perlawanan membalas pelukan Davin dan akhirnya mereka berdua terlelap dalam tidurnya.
Bersambung