
Jojo mengerutkan keningnya, apa Ayumi tidak menyadari jika hal yang paling menyeramkan adalah jika Jojo sampai lepas kontrol? Karena melihat Ayumi seperti ini saja bisa membuat Jojo seakan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Bagaimana jika sampai Ayumi terus berada di sampingnya? Bisa jebol pertahanan Jojo.
"Bukan nyeremin yang gimana Yumi," ucap Jojo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Hem, sudahlah lupakan saja. Kamu lapar tidak?" Tanya Jojo mengalihkan pembicaraan. Karena ini tidak akan kelar juga kalau Ayumi semakin banyak bertanya, karena kepolosan Ayumi memang berada di level akut.
"Iya kak, aku lapar banget kak, makanya datang ke sini mau manggil kakak tadinya." Ucap Ayumi.
"Ya sudah kamu tunggu di sini dulu, aku mandi dulu bentar, habis itu kita cari makan di luar."
"Iya kak." Jawab Ayumi mengangguk.
Jojo beranjak dari kasurnya, sebelum masuk ke kamar mandi Jojo mengacak pucuk rambut Ayumi sambil tersenyum. Ayumi hanya membalas senyuman Jojo dengan tersenyum manis juga.
Senyuman Ayumi yang benar-benar mampu membolak-balikkan hati Jojo seketika. Dan tidak tahu kenapa Jojo tidak ingin kehilangan senyuman Ayumi tersebut, demi senyuman Ayumi Jojo rela melakukan apapun.
Jojo pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, di dalam kamar mandi Jojo senyum-senyum sendiri. Padahal dia hanya terbayang wajah dan senyum Ayumi, tapi itu sudah mampu membuat Jojo seperti orang gila.
Tidak butuh waktu lama Jojo pun sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dari pihak hotel, sambil mengeringkan rambutnya.
Jojo melihat baju yang terlipat di atas kasur, dan sepertinya memang sengaja disiapkan untuknya, Jojo yakin jika itu adalah perbuatan Ayumi. Dengan tersenyum Jojo mengambil baju tersebut untuk di pakainya.
Tapi tunggu dimana Ayumi sekarang? Kenapa tidak terlihat di kamar presiden suite itu saat ini? Bahkan Jojo yang sudah mengedarkan pandangannya tidak menemukan sesosok wanita yang di carinya.
"Kemana dia?" Gumam Jojo.
Setelah terlihat rapi, Jojo meraih ponselnya untuk menghubungi Ayumi. Belum sempat Jojo memencet nama Ayumi di layar ponselnya, Ayumi sudah terlihat memasuki kamar dengan senyum bahagianya.
"Kakak sudah siap?" Tanya Ayumi sambil melangkah masuk ke dalam kamar.
"Hem,"
Jojo menganggukkan kepala dengan senyum yang mampu membuat Ayumi terpesona, kemudian Jojo memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
'Tahu gak sih kak Jojo? Jika senyummu itu mampu hatiku meleleh seketika.' batin Ayumi.
"Ayo!" Ajak Jojo.
"Hah! Eh iya kak." Ucap Ayumi yang terkejut saat Jojo yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ayumi.
"Kamu melamunkan apa, Yumi? Jangan-jangan kamu berpikiran yang macam-macam tentang aku, Hem?" Tanya Jojo dengan nada menggoda Ayumi.
"Bu-bukan kak, memangnya aku harus memikirkan apa tentang kakak?" Tanya Ayumi balik dengan gugup, padahal terlihat jelas wajahnya blushing akibat pertanyaan Jojo. Tapi Ayumi malu mengakuinya.
Jojo tergelak tawanya, kemudian mengacak pucuk rambut Ayumi. Kemudian keduanya keluar dari kamar hotel untuk mencari makan malam, sekaligus jalan-jalan melihat pemandangan pulau kecil itu di malam hari.
"Kak,"
"Hem,"
"Ah ga jadi." Ucap Ayumi mengurungkan niatnya untuk bertanya sesuatu kepada Jojo. Saat mereka sedang duduk di pinggir pantai, sambil menikmati makan malam bersama di sana.
Ayumi terlihat menundukkan kepala, dan kembali menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya. Dan berusaha untuk tidak menatap mata Jojo.
Jojo mengerutkan keningnya, Jojo yakin jika Ayumi sedang menyimpan sesuatu hal yang penting untuk di tanyakan padanya.
"Kenapa Yumi?" Tanya Jojo sambil menautkan tangannya dan menopang dagunya di atas meja.
"Ah, lupakan kak. Yuk kita selesaikan makannya, kakak pasti capek, apalagi tadi siang perjalanan dari kota S kemari kan butuh waktu beberapa jam, dan kakak nyetir sendiri." Ucap Ayumi yang masih ingin mengalihkan pembicaraan.
"Ok, baiklah." Jawab Jojo.
Jojo yang masih penasaran hanya mampu mengikuti kemauan Ayumi, mungkin Ayumi belum siap untuk menanyakan apa yang jadi rasa penasarannya. Begitulah yang Jojo pikirkan.
'Apa yang sebenarnya ingin kamu ketahui Yumi? Kenapa ini justru membuatku semakin takut.' batin Jojo.
Jojo menghela nafas panjang, dan kemudian melanjutkan memakan makanannya lalu menghabiskannya. Walaupun di kepala Jojo masih menyimpan rasa penasaran akan pertanyaan apa yang akan di berikan Ayumi padanya.
Setelah makan malam mereka memilih untuk langsung pulang ke hotel, dan mengurungkan niatnya pergi jalan-jalan. Sepanjang perjalanan Ayumi hanya terdiam dan melihat ke luar jendela kaca mobil.
Pikiran Ayumi melayang entah kemana, Ayumi yang biasanya tidak perduli dengan apapun perasaan orang terhadapnya, kenapa kini sekarang dia peduli akan perasaan Jojo padanya? Apakah Jojo benar-benar mencintainya? Atau Jojo terpaksa menerimanya? Pikiran itu semakin menguasai kepalanya.
Jojo yang mengemudikan mobil tersebut, justru tidak bisa konsentrasi melihat tingkah Ayumi yang sepertinya menghindar darinya. Sesekali Jojo melirik ke arah Ayumi yang duduk di sampingnya, kemudian dengan sebelah tangannya, Jojo meraih tangan Ayumi dan menggenggamnya.
Ayumi yang terkejut, menoleh ke arah Jojo, melihat senyum Jojo ke arahnya, Ayumi pun ikutan tersenyum walaupun terlihat kaku.
"Kamu kenapa Yumi? Apa aku berbuat salah sama kamu?" Tanya Jojo.
"Gak, kakak gak ada buat salah sama aku, memang kenapa kak?" Tanya Ayumi balik.
Ayumi dengan wajah polosnya melihat Jojo yang fokus dengan jalanan di depannya, karena saat ini Jojo masih menyetir mobilnya.
"Lalu kenapa kamu diam saja dari tadi? Dan lagi apa yang ingin kamu ketahui Yumi? Sampai kamu tidak jadi menanyakan sesuatu sama aku?" Tanya Jojo mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada gadis yang ada di sampingnya.
Ayumi seketika terlihat tegang mendengar pertanyaan Jojo, karena Ayumi merasa jika jawaban akan pertanyaan yang nantinya di lontarkan ke Jojo, sudah bisa menebak jawabannya.
"Oh itu, lupa kak tadi mau nanya apa. Hehe."
'Aku gak siap jika kakak bilang tidak cinta sama aku, jadi biar aku saja yang cinta sama kakak.' batin Ayumi.
"Hem, dasar, ya sudah kalau kamu lupa." Ucap Jojo. Kemudian mengacak pucuk rambut Ayumi. Yang di tanggapi oleh Ayumi dengan senyuman.
'Aku tahu ada yang sedang kamu sembunyikan Yumi, tapi aku tidak tahu apa.' batin Jojo.
Perjalanan yang tidak butuh waktu lama itu pun, kini sudah sampai di hotel tempat mereka menginap. Jojo terus melingkarkan tangannya di pinggang Ayumi, dan berjalan di sampingnya.
Ayumi terlihat bahagia walau Ayumi tahu jika Jojo melakukannya hanya untuk membuatnya merasa senang. Sesampainya di depan pintu kamar masing-masing, mereka pun berpisah dan masuk.
"Good night kak Jojo, sweet dream ya kak, kalau bisa mimpiin aku ya. Hehe.." Ucap Ayumi sambil melambaikan tangannya sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar miliknya.
"Ok Yumi, have a nice dream." Ucap Jojo sambil tersenyum membalas lambaian tangan Ayumi.
Kedua orang itu akhirnya benar-benar masuk ke dalam kamar masing-masing. Setelah membasuh mukanya Jojo mengganti pakaiannya dengan baju tidur, kemudian membaringkan tubuhnya.
"Sebenarnya apa yang ingin Yumi ketahui tadi? Kenapa dia sepertinya menutup rapat soal itu?" Gumam Jojo. "Padahal biasanya Ayumi tidak seperti itu."
Jojo yang berbaring di ranjang dengan bantalan kedua tangannya, sambil menatap langit-langit kamar hotel tersebut, memikirkan tentang apa yang ingin Ayumi tanyakan tadi, dan itu sukses membuat Jojo tidak bisa tidur malam ini.
Karena bagi Jojo, setiap apapun yang ingin Ayumi ketahui, maka Jojo tidak akan menyembunyikannya. Saat ini Jojo sudah sangat yakin dengan pilihan hatinya yang milih Ayumi.
Gadis polos itu mampu membuat dunianya penuh warna, dan gadis itu juga yang bisa menaklukkan hatinya. Namun kelemahan Jojo hingga saat ini adalah, Jojo tidak pandai mengekspresikan rasa cintanya kepada Ayumi.
Berbeda dengan Ayumi, Ayumi yang polos itu bahkan telah menyatakan dengan terang-terangan bagaimana rasa cintanya kepada Jojo. Bahkan Ayumi terlihat sangat menikmati jika menghabiskan waktu bersama Jojo.
Bersambung.