
Malam ini Alvin yang sudah bersiap untuk menghadiri acara lelang dengan di dampingi Rangga, terlihat gagah dan tampan. Karena peraturan dari pihak penyelenggara jika memasuki arena pelelangan tidak boleh membawa senjata, maka Alvin membersikan dirinya dari senjata apapun yang biasa di bawanya.
Sama halnya dengan Rangga yang tidak membawa senjata apapun di tubuhnya. Mereka berdua memakai setelan tuksedo warna hitam dengan kemeja putih serta dasi kupu-kupu berwarna hitam. Mereka berdua terlihat sangat tampan dan gagah.
Dan tidak lupa untuk menjaga privasi mereka, maka pihak penyelenggara mewajibkan setiap peserta pelelangan harus memakai topeng. Untuk menyamarkan identitas mereka.
"Rangga, apa kamu sudah siap?" Tanya Alvin.
"Sudah Al, cuma aku sedikit gugup."
"Apa berlian itu sudah ada di sini?" Tanya Alvin.
"Sepertinya sudah, dan mungkin nanti tidak akan ada di daftar lelang." Ucap Rangga.
"Bagus, karena itu harus jadi milik kita, aku yakin kamu sudah menemui Xavier." Ucap Alvin.
"Iya aku sudah melakukan sesuai dengan instruksi dari kamu." Ucap Rangga.
"Aku ingin melihat bagaimana reaksi Mario, jika barang yang dia inginkan tidak ada dalam daftar lelang kali ini." Ucap Alvin sambil seolah berpikir membayangkan hal itu.
Rangga hanya terkekeh melihat ekspresi Alvin yang menurutnya sangatlah lucu. Bahkan Rangga juga membayangkan hal yang sama dengan Alvin, yaitu membayangkan reaksi Mario.
"Al, bagaimana dengan masalah Bryan?"
"Huft, aku sangat khawatir akan putraku, tapi Dave melarangku pulang, dia bilang saat ini dia juga akan bersiap untuk menjemput Bryan." Ucap Alvin. "Di saat bersamaan dengan kita yang akan menangkap Mario, di saat itu juga Dave melakukan penyerangan."
"Ok baiklah, aku mengerti."
"Karena malam ini tidak akan ada dewa penyelamat yang datang, dan Dave juga dalam misi yang sama pentingnya dengan kita, jadi jangan sampai ada kesalahan sedikitpun yang berakibat fatal dalam misi kita kali ini." Ucap Alvin.
"Aku mengerti Al."
Mereka berdua bersiap untuk keluar dari kamar hotel, di luar sudah ada Sean yang menunggu, dan juga Tania. Mereka berdua juga sudah terlihat sangat rapi.
"Tania, nanti kamu masuk sebagai pasangan Rangga," Ucap Alvin "Dan kamu Sean, kamu siapkan semua anak buah di luar gedung pelelangan, jangan sampai Mario lolos kali ini." Ucap Alvin.
"Baik Tuan." Ucap Sean dan juga Tania.
Sean segera undur diri untuk mempersiapkan semuanya, mengarahkan anak buahnya sesuai instruksi dari Alvin, sedangkan Tania bersiap untuk menjadi pendamping Rangga dalam acara lelang kali ini.
Semua telah siap pada posisinya masing-masing, sedangkan Alvin di temani dua orang bodyguard untuk masuk ke dalam gedung pelelangan itu.
Semua yang masuk ke dalam gedung pelelangan itu melalui pemeriksaan yang sangat ketat, karena untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan, mengingat begitu banyak orang-orang organisasi mafia yang datang.
Kabar berita tentang formula blue yang ada di dalam daftar lelang, menjadi pemicu utama para ketua atau perwakilan organisasi mafia datang, karena hal itulah pengamanan di gedung pelelangan kali ini terbilang sangat ketat dari biasanya.
Tidak ada yang lolos membawa senjata atau pun alat komunikasi selama acara lelang berlangsung. Ponsel pun di sita oleh pihak keamanan acara pelelangan.
Alvin memasuki gedung itu terlebih dahulu, dengan di ikuti dua orang bodyguard di belakangnya, tidak lupa Alvin memakai topeng di wajahnya untuk menyamarkan identitasnya.
Tidak lama di belakang Alvin, Rangga yang bergandengan dengan Tania juga mengikuti Alvin untuk masuk ke dalam gedung, mereka bersikap seolah tidak saling kenal satu sama lain.
Deretan bangku sudah begitu banyak terisi dengan orang-orang yang ada dalam daftar tamu acara lelang tersebut. Karena bagian depan yang sudah begitu banyak terisi, Alvin dan dua orang bodyguardnya duduk di bangku belakang, di susul Rangga dan Tania.
'Ternyata begitu banyak yang antusias dengan acara pelelangan kali ini. Sungguh di luar dugaanku, apa Sean sudah mengetahui jika banyak ketua mafia yang datang.' Batin Alvin.
Karena kalau formula blue benar-benar ada di dalam daftar acara pelelangan, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi pertarungan antar organisasi untuk memperebutkannya.
'Untung Rangga sudah menangkap penghianat itu, dan mengganti formula blue dengan barang palsu yang mirip dengan itu,' Batin Alvin.
Setelah penangkapan penghianat beberapa hari yang lalu, Rangga telah menyiapkan siasat untuk menukar formula blue dengan yang palsu, dan tidak akan ada yang bisa mengenalinya jika bukan Alvin dan orang laboratorium organisasi Perlindungan.
Alvin sengaja menggunakan jam tangan yang sudah di modifikasi dengan teknologi canggih, sehingga mampu di pakai sebagai sinyal atau pun untuk komunikasi dengan Sean yang ada di luar gedung, untuk berjaga dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Alvin menarik nafas panjangnya, karena keberhasilan misi ini, sangat mempengaruhi keberhasilan misi Davin yang akan menyelamatkan Bryan. Jadi Alvin harus benar-benar bisa menangkap Mario sebelum Mario kembali ke mansion dimana Bryan di sekap.
*****************
Davin juga bersiap untuk melakukan penyerangan ke mansion Mario yang berada di sebuah tempat terpencil jauh dari Jakarta dan juga jauh dari keramaian. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam itu, tidak membuat Davin patah semangat.
Segala macam persiapan mulai dari senjata api, senjata tajam atau pun bazoka, telah di siapkan di mobilnya dan juga mobil milik anak buahnya yang mengikutinya dari belakang.
Kira-kira ada sepuluh mobil yang mengikuti mobil yang di tumpangi Davin dan Jojo di belakangnya. Mulai dari anggota kepolisian atau pun anak buah pilihan Davin.
"Jo, bagaimana dengan Ayumi?" Tanya Davin.
"Aku menyuruhnya untuk menemani Nabila, supaya Nabila tidak begitu merasa sendirian." Ucap Jojo. "Keadaan Kiki bagaimana?"
"Aku sudah memperketat penjagaan di rumah, dan juga aku menempatkan Yudha untuk mengawasinya." Ucap Davin.
"Baguslah."
"Kamu sudah memberitahu Yumi? Tentang status kamu." Tanya Davin.
Mendapat pertanyaan Davin, membuat Jojo sedikit berpikir, karena Jojo memang belum memberi tahu yang sebenarnya. Sebagai jawaban atas pertanyaan Davin, Jojo menggelengkan kepalanya.
"Cepat jelaskan pada Yumi, sebelum dia salah paham terlalu jauh." Ucap Davin sambil menepuk pundak Jojo. "Kalau dia pergi jauh, di saat itu kamu akan menyesal Jo." Ucap Davin.
"Iya, setelah semua selesai, aku pasti akan mengatakannya, dan akan membawanya ke kota S untuk menikahinya." Ucap Jojo.
"Good job, Jo." Ucap Davin. "Aku akan mendukungmu, dan jangan terlalu lama menundanya."
"Aku tahu, Dave." Ucap Jojo.
"Sebenarnya Ayumi sudah tahu jika kamu anggota polisi, tapi dia tidak tahu status kamu sebagai apa di kepolisian." Ucap Davin.
"Aku rasa dia tahu karena kejadian penangkapan Niko di apartemen kemarin." Ucap Jojo yang masih fokus dengan jalanan di depannya sambil mengemudikan mobil.
"You right, Jo." Ucap Davin. "Tapi kamu harus tetap memberikan penjelasan padanya."
"Hem."
Percakapan mereka selama perjalanan menuju ke mansion itu terasa hangat dengan diskusi seputar Ayumi maupun tentang keamanan Kinan dan Nabila.
Sejenak suasana di mobil itu hening tidak ada yang bicara, Jojo fokus dengan kemudi mobilnya, sedangkan Davin larut dalam pikirannya sendiri.
"Jo, terkadang aku khawatir dengan kepolosan Yumi." Ucap Davin tiba-tiba memecah keheningan di antara keduanya.
"Apa maksudmu Dave?" Tanya Jojo yang memang tidak paham arah pembicaraan Davin.
"Melihat kepolosan Yumi, sepertinya malam pertama nanti kamu harus bekerja ekstra untuk mengajarinya, Haha." Ucap Davin yang di akhiri gelak tawanya.
"Hahaha, kamu tenang saja, aku akan memberikan Yumi les privat." Ucap Jojo. "Dan asal kamu tau saja, aku sudah mulai memberikan les privat dari sekarang, ha-ha-ha."
"Hahaha, dasar bujang lapuk mesum."
Davin pun ikut tergelak tawanya mendengar penuturan Jojo, sedangkan Jojo tergelak tawanya karena Davin menyebutnya sebagai bujang lapuk mesum. Ya memang benar jika usia Jojo yang sudah kepala tiga namun masih belum menikah, sehingga wajar jika adik sepupunya itu menyebutnya sebagai bujang lapuk.
Kedua pemuda itu pun seakan bisa membayangkan bagaimana jika Ayumi yang menikah dengan Jojo, dan dengan kepolosan Ayumi, yang pastinya Jojo akan kuwalahan di saat malam pertama mereka nanti.
Bersambung..