She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Merindukanmu Nabila



Davin yang melihat drama romantis antara Jojo dan Ayumi, hanya menggelengkan kepalanya, seakan tidak percaya jika Jojo akhirnya bisa juga di taklukkan oleh seorang gadis lugu seperti Ayumi.


Davin dan Ayumi yang kini berada di dalam satu mobil yang sama hanya saling diam tanpa ada yang berniat untuk membuka suara terlebih dahulu, keduanya seakan hanyut dalam pemikiran masing-masing.


'Aku tidak menyangka jika kak Jojo ternyata anggota kepolisian, aku sungguh beruntung sekali, tapi kenapa kak Jojo malah bekerjasama dengan organisasi Perlindungan? Sungguh aneh, padahal mereka itu sangat berbeda, satunya penegak hukum , kenapa adik ipar justru malah yang melanggar hukum?' Batin Ayumi semakin liar berkelana.


Davin yang melirik Ayumi sekilas, cukup mengerti apa yang di pikiran Ayumi saat ini, namun Davin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ayumi yang kadang membuatnya seakan terhibur.


"Kami memang berbeda dalam hal pekerjaan, tapi percayalah jika organisasi yang aku pimpin tidak akan menyakiti siapapun, kecuali ada yang menyakiti kami terlebih dahulu." Ucap Davin memecah keheningan yang ada.


"Hah!!" Ucap Ayumi terkejut.


Ayumi terkejut bagaimana Davin bisa membaca apa yang dia pikirkan? Padahal Ayumi tidak bicara apapun kepada Davin tentang apa yang ada di pikirannya.


"Aku, aku,.." Ucap Ayumi tergagap.


"Sudahlah jangan terlalu kamu pikirkan, Jojo tidak bermaksud membohongimu, dia hanya menjalankan tugasnya dengan baik, karena kalau penyamarannya terbongkar, maka semua akan sia-sia saja." Ucap Davin berusaha memberikan pengertian kepada Ayumi.


Ayumi menoleh ke arah Davin, seolah Ayumi sedang memikirkan sesuatu, kemudian pandangan matanya kembali fokus ke depan melihat jalanan yang lengang.


Davin hanya tersenyum tipis melihat tingkah Ayumi saat ini, wajah bingungnya benar-benar membuat siapapun yang melihatnya akan tertawa terpingkal-pingkal. Sangat lucu dan menggemaskan, pantas saja jika Jojo tertarik padanya.


'Benar juga yang di katakan adik ipar, kalau penyamaran kak Jojo terbongkar bisa-bisa misi yang sedang di lakukannya tidak akan berhasil.' Batin Ayumi.


"Sekarang kamu sudah mengetahui siapa calon suami kamu itu seperti apa, jadi kamu pasti tahu kan jika saat ini calon suami kamu sedang mendapatkan suatu misi yang berat dan bisa jadi membahayakan nyawanya." Ucap Davin.


"Misi?? Misi apa adik ipar?" Tanya Ayumi semakin penasaran dengan ucapan Davin barusan.


Davin hanya tersenyum melihat ke arah Ayumi, kemudian Davin sengaja menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dan itu membuat Ayumi sempat bingung.


"Kenapa berhenti?"


"Aku punya satu permintaan darimu Yumi, dan aku mohon kamu mau bekerja sama denganku." Ucap Davin sambil tangannya memegang kemudi mobilnya.


"Permintaan seperti apa? Dan kenapa kamu sampai memohon padaku akan hal itu?" Tanya Ayumi.


"Aku hanya minta satu hal, jangan kasih tahu Kiki tentang apapun yang terjadi di dunia hitam, baik siapa aku dan bagaimana aku ketika di dunia hitam, yang aku inginkan jika Kiki cukup tahu jika aku pemilik perusahaan D.A group." Ucap Davin dengan tatap mata penuh keseriusan di dalamnya.


Deggg!!!


Mendengar hal itu Ayumi mendadak terkejut, ya memang sebelumnya Ayumi sudah mendengar hal ini dari Jojo, namun Ayumi tidak mengira jika hal ini sangat berpengaruh buat Davin.


"Jadi Kiki belum tahu siapa kamu sebenarnya?" Tanya Ayumi penasaran.


"Hem," Jawab Davin sambil menganggukkan kepalanya.


"Oh I see, mungkin sebagai seorang laki-laki yang sangat mencintai istrimu, kamu tidak ingin melibatkan Kiki kedalam dunia hitam yang kamu jalani saat ini." Ucap Ayumi menimbang-nimbang ucapannya sendiri.


"Iya, aku mengerti, tenang saja adik ipar, aku akan menutup rapat soal ini." Ucap Ayumi semangat, dengan menempelkan ujung jari telunjuk dan ujung jempolnya membentuk huruf O.


"Ha-ha-ha, good girl, aku janji akan menyelesaikan misi kali ini secepatnya, jadi dengan begitu kamu akan segera menikah dengan Jojo." Ucap Davin.


Ayumi seolah mengerti apa maksud dari perkataan Davin, sehingga Ayumi menganggukkan kepalanya dengan semangat, karena Jojo juga sempat menyinggung soal tugas beratnya ini, dan setelah tugas ini selesai Jojo bilang akan menikahinya.


Davin pun kembali menyalakan mesin mobilnya, dan melajukannya untuk menuju ke apartemen Jojo mengantarkan Ayumi ke sana. Setelah sampai dan menurunkan Ayumi di sana, kini Davin memutar balik arah untuk pulang ke apartemennya sendiri.


****************


Di tempat yang berbeda yaitu di Bali, Alvin bersama timnya kini sedang bersiap membagi tugas masing-masing. Bahkan Alvin juga menginstruksikan beberapa anak buahnya di bagian titik-titik tertentu.


Setelah selesai membagi tugas untuk para anak buahnya, kini Alvin masuk ke dalam kamar hotelnya, karena perasaan rindunya yang mendalam kepada sang istri, kini Alvin berusaha untuk menghubunginya.


Tuuuutttt tuuuutttt tuuuutttt!!


Panggilan itu pun tersambung, namun Nabila belum juga mengangkat panggilan darinya. Kemana Nabila? Sampai deringan ke tiga juga, Nabila belum mengangkat panggilan dari Alvin.


"Honey, kamu dimana?" Gumam Alvin. Kemudian Alvin membaringkan tubuhnya di ranjang, dengan tatapan matanya melihat langit-langit kamar hotel.


Karena tidak di angkat oleh Nabila, Alvin pun menjeda sebentar panggilannya, karena Alvin berpikir jika Nabila mungkin saja sibuk, mengingat jika saat ini mereka masih punya satu baby boy yang lain yang butuh perhatian ekstra yaitu Erick.


"Huft!! Aku merindukanmu honey, sangat merindukanmu." Gumam Alvin setelah menghela nafas beratnya. "Semoga masalah di sini segera teratasi, dan aku bisa kembali ke Jakarta dengan segera." Gumam Alvin.


Alvin yang memang sangat merindukan istrinya tersebut, hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada, ya semoga saja semua berjalan lancar seperti yang dia inginkan.


Alvin melihat layar ponselnya, dengan tersenyum bahagia Alvin memandangi foto Nabila bersama kedua buah hatinya.


"Kenapa kamu selalu membuatku tersiksa dengan kerinduan seperti ini, honey? Padahal baru juga seminggu aku di sini." Gumam Alvin sambil mengusap layar ponselnya dan sesekali menciumnya.


'Nanti malam adalah waktu penjemputan untuk Bryan, semoga semua berjalan lancar. Kalau di lihat dari laporan X, sepertinya Mario tidak akan melukai Bryan, jika sampai hal itu terjadi, aku yang akan menghabisinya sebelum sampai ke tangan polisi.' Batin Alvin yang kini tersulut emosinya ketika mengingat jika Bryan masih ada di tangan Mario.


"Ingat saja pak tua, jika aku menemukan luka di tubuh anakku, maka aku akan membalasnya dengan seratus bahkan seribu kali lipat dari yang kamu berikan pada putraku." Gerutu Alvin dengan rahang yang mengeras, pandangan mata seakan siap untuk membunuh siapa pun yang menghalanginya.


Malam ini adalah malam pelelangan, dan itu artinya malam ini akan terjadi dua penyerangan di dua tempat yang berbeda.


Di Bali, Alvin dan para anak buahnya bersiap untuk menyergap Mario, dan membawanya ke Jakarta dan di serahkan pada pihak kepolisian, sedangkan di tempat yang lain yaitu di sebuah tempat terpencil dan jauh dari perkotaan, Davin dan beberapa anak buahnya dan juga Jojo, akan menyelamatkan Bryan.


Akankah misi keduanya akan berhasil? Akankah mereka semua selamat? Mengingat jika saat ini Mario bukanlah Mario beberapa tahun lalu. Mario yang sekarang sudah mempunyai dukungan dari beberapa organisasi kecil yang memiliki cukup lumayan anak buahnya.


Bahkan Mario sendiri juga gencar mencari anak buah baru untuk memperkuat posisinya saat ini, belum lagi Mario juga memiliki senjata api yang memang dia dapatkan dari organisasi mafia di pasar gelap. Maka tidak seharusnya Davin maupun Alvin menyepelekan keberadaan Mario saat ini.


Bersambung.