
Davin dan Kinan sedang bersiap untuk perjalanan menuju ke kota S hari ini, bersama dengan Jonathan dan Ayumi.
"Sayang, yuk kita berangkat, sepertinya Jojo dan Ayumi sudah berangkat ke Bandara." Ucap Davin.
"Yuk mas," Ucap Kinan.
"Udah siap sedia permen asamnya belum? Untuk mengurangi mual." Tanya Davin.
"Udah kok." Jawab Kinan.
"Baguslah kalau begitu, jadi nanti selama perjalanan bisa mengurangi rasa mual kamu sayang." Ucap Davin dengan mengecup kening Kinan lembut dan penuh cinta.
Kinan hanya membalasnya dengan senyuman dan memeluk sang suami dengan sangat erat, seakan ingin bermanja-manja dengan Davin saat ini.
"Jadi acara pertunangan itu di ganti dengan pernikahan ya mas? Apa Ara akan setuju?" Tanya Kinan.
"Aku rasa dia pasti akan setuju, kalau pun tidak setuju, dia tidak punya pilihan, karena memang ini kejutan untuk Ara dari Papa dan Mama." Ucap Davin.
"Mas, emangnya apa alasan pernikahan Ara dan Arka di percepat?" Tanya Kinan yang memang tidak tahu ada apa sebenarnya.
Davin tersenyum ke arah Kinan, dengan senyum penuh arti.
"Itu cuma Papa dan Om Ryo yang tahu alasannya, sayang." Ucap Davin yang kemudian mengecup sekilas bibir Kinan.
"Hem, kirain mas tahu kenapa," Ucap Kinan, sambil mengerucutkan bibirnya.
"Yuk sebaiknya kita segera berangkat ke Bandara sayang." Ucap Davin.
"Hem."
Dengan semangat dan senyuman menghiasi bibirnya Kinan mengangguk cepat, seorang sopir sudah menunggu di luar. Setelah di bantu oleh salah satu maid membawakan dua buah koper yang berisi pakaian ganti untuk mereka berdua menuju ke arah mobil.
Kemudian dengan di bantu sang sopir, dua buah koper itu di masukkan ke dalam bagasi mobil.
"Silahkan tuan muda dan Nona muda." Ucap sopir dengan membukakan pintu mobil.
Davin hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil, di ikuti oleh Kinan, setelah keduanya masuk ke dalam mobil, sang sopir juga ikut masuk ke dalam mobil kemudian menyalakan mesin mobil dan dengan perlahan mulai melajukan mobil perlahan meninggalkan area apartemen.
Selama perjalanan menuju ke Bandara, Kinan menyandarkan kepalanya di bahu Davin. Davin melingkarkan sebelah tangannya yang Davin rentangkan di belakang tengkuk Kinan.
"Apa kak Jojo sudah tiba di Bandara?" Tanya Kinan dengan mendongakkan kepalanya ke arah Davin.
"Dia masih sedang perjalanan juga menuju ke Bandara, kamu tidurlah sayang, nanti aku bangunkan jika sudah sampai." Ucap Davin membelai sisi rambut panjang Kinan dan menyelipkan anak rambut di belakang telinganya.
Kinan hanya mengangguk kemudian menyandarkan kembali kepalanya di bahu Davin. Memang lumayan jauh perjalanan untuk menuju ke Bandara pribadi keluarga D.A group.
Davin tersenyum tipis melihat istrinya yang kini sudah mulai memejamkan matanya di bahunya. Perasaan Davin begitu menghangat ketika Kinan yang selama ini di cintainya sedang mengandung anak dari buah cintanya selama ini.
Apalagi mengingat bahwa sudah tujuh tahun dia dan Kinan menikah, dan ini adalah anak pertama mereka, memang sih belum terlihat jenis kelamin dari bayi di dalam kandungan Kinan, karena memang setelah pulang dari Spanyol Kinan belum memeriksakan kandungannya.
Karena kondisi Kinan yang selalu lemas dan sering muntah, selain itu beberapa resep obat yang di berikan oleh Dokter di Spanyol masih ada dan belum habis, dan itu adalah salah satu alasan kenapa Kinan belum check up.
Perjalanan yang memakan waktu sejam perjalanan, akhirnya sampai juga di Bandara pribadi milik D.A group.
'Ini baru pertama kalinya setelah kamu hamil, kamu begitu terlelap tidur sayang, tanpa adanya gangguan mual ataupun muntah.' Batin Davin.
Davin tersenyum melihat wajah damai istrinya ketika pulas tidur bersandar di bahunya. Tanpa basa basi akhirnya Davin memutuskan untuk menggendong Kinan untuk menuju pesawat jet pribadinya.
"Tuan muda." Ucap sang sopir.
"Sssttt, Nona muda sedang tidur, jadi kecilkan suara kamu." Ucap Davin.
"Ba-baik Tuan muda." Ucap sang sopir dengan suara pelan.
Kaki panjang Davin melangkah menuju tangga pesawat jet pribadi untuk masuk ke dalam pesawat. Dengan sambil membopong tubuh sang istri, sesampainya di atas dia di sambut oleh pramugari dan pilot yang memang sudah terpilih untuk menerbangkan pesawat tersebut.
"Kalian akhirnya datang juga, apa Kiki masih mual dan muntah?" Tanya Jonathan yang memang sudah ada di dalam pesawat bersama Ayumi.
"Iya, tadi pagi dia masih mengalami morning sickness, makanya aku terlambat kemari." Ucap Davin, setelah meletakkan tubuh Kinan di kursi penumpang. Dan Davin duduk di kursi penumpang di samping Kinan.
"Jadi adik ipar masih mengalami itu? Kasihan sekali, apa setiap wanita hamil akan mengalami hal itu, kak?" Ucap Ayumi yang duduk disamping Jonathan.
"Setahu aku sih iya, karena mama waktu hamilnya adik perempuanku juga mengalami mual muntah." Jawab Jojo berusaha memberikan penjelasan kepada Ayumi.
"Hah, aku tidak mau mengalami itu kak, pasti akan sangat meyiksa sekali rasanya." Ucap Ayumi manja dengan melingkarkan tangannya di lengan Jojo.
"Setiap wanita pasti mengalami hal itu sayang, jadi walaupun kamu takut, kamu akan tetap mengalami yang namanya hamil, apalagi setelah kita menikah nanti." Ucap Jojo. Yang kemudian mencubit hidung mancung Ayumi dengan gemas.
"Kalau aku gak mau hamil gimana?" Tanya Ayumi polos.
"Ya gampang, setelah menikah aku akan menghamili wanita lain yang mau mengandung anakku." Ucap Jojo.
"Kak Jojo ih, kok masih nyebelin aja," Ucap Ayumi yang langsung melepaskan pegangan tangannya di lengan kokoh Jojo.
Melihat Ayumi yang merajuk justru membuat Jojo tergelak tawanya, begitu juga dengan Davin yang melihat interaksi kedua orang itu, dia pun ikutan tertawa.
"Adik ipar, apa kamu juga sepemikiran dengan kak Jojo?" Tanya Ayumi melihat tajam ke arah Davin.
"Aku sih selalu mendukung apa pun yang terbaik buat dia, lagian usia Jojo udah tua juga, pastilah dia ingin segera memiliki momongan, Yumi." Ucap Davin. yang kemudian di angguki oleh Jojo.
"Eh, bener juga ya, Kalau begitu bagaimana jika kita mulai mencicilnya sekarang kak?" Ucap Ayumi dengan semangat.
Mendengar ucapan Ayumi, Davin dan Jojo saling pandang, kemudian keduanya tertawa dengan sangat kencang sehingga membangunkan Kinan.
"Kalian tertawain apa sih?" Ucap Kinan dengan pelan.
"Eh, kamu terganggu ya sayang, maaf maafkan aku." Ucap Davin merasa bersalah karena telah membangunkan istrinya.
"Gak kok mas, emangnya tadi pada bicarain apa sih? Sampai-sampai tawa kalian begitu kuat." Tanya Kinan yang penasaran dengan pembicaraan mereka bertiga.
"Itu adik ipar, kak Jojo bilang ingin segera punya anak, ya aku ajaklah dia untuk mencicilnya dari sekarang, itung-itung kalau kita menikah kita akan segera memiliki momongan." Ucap Ayumi dengan polosnya.
Kinan melihat ke arah Davin, seakan mengerti dengan maksud tatapan dari Kinan, Davin menganggukkan kepalanya dengan menahan tawanya. Namun Jonathan yang kini justru salah tingkah karena dengan terang-terangan Ayumi mengatakan hal itu di depan Kinan.
Bersambung