
"Brengsek!! Cari bocah kecil itu dan juga lelaki tadi." Teriak salah satu penjaga yang Sepertinya sebagai pemimpin.
Dengan segera mereka menyebar dan mencari Bryan dan juga Jojo, dan sebagian berlari ke gerbang depan untuk melihat apa yang sedang terjadi di depan sana.
Davin dan para anak buahnya telah memasuki rumah mewah tersebut, baku tembak di ruang utama tidak dapat di elakkan lagi. Karena jumlah yang tidak seimbang, maka dalam sekejap anak buah Mario telah di lumpuhkan oleh Davin dan anak buahnya.
"Geledah tempat ini, segera temukan Bryan." Perintah Davin.
"Baik Tuan."
Dengan segera anak buah Davin menyebar ke segala penjuru untuk mencari Bryan, walaupun masih ada beberapa anak buah Mario yang sesekali melakukan perlawanan dengan cara menembak ke arah anak buah Davin. Namun itu bukanlah masalah besar karena sudah hampir 90% anak buah Mario telah di lumpuhkan.
Davin mencari Bryan dengan membuka satu persatu kamar yang ada di rumah besar tersebut, namun hasilnya nihil, bahkan Davin telah menemukan lelaki yang terikat dengan kain tirai di dalam kamar, membuat Davin yakin jika Jojo telah membawa Bryan keluar.
Apalagi Davin menemukan jika jendela terbuka, yang artinya jika Jojo membawa Bryan keluar dari kamar tersebut melalui jendela kamar.
"Sepertinya Jojo telah membawa Bryan keluar dari tempat ini." Ucap Davin. Lalu Davin melihat ke arah anak buahnya.
"Kalian semua bereskan kekacauan ini." Perintah Davin kepada anak buahnya. "Aku akan mencari Jojo di sekitar rumah ini."
"Baik tuan."
Davin pun keluar dari dalam rumah mewah tersebut, menyusuri halaman yang sangat luas itu dengan hati-hati. Takutnya masih ada musuh yang bersembunyi di sekitar halaman rumah Mario.
'Semoga Jojo membawa Bryan keluar dengan selamat.' Batin Davin.
Semua anak buah Davin ataupun anak buah Jojo (pihak kepolisian) bekerja sama menangkap sisa-sisa anak buah Mario. Kekacauan itu pun segera teratasi, dengan menggiring anak buah Mario untuk berkumpul di ruang tamu.
Senjata mereka sudah di kumpulkan dan di sita oleh anak buah Davin dan juga anak buah Jojo. Sehingga mereka tidak bisa melakukan perlawanan apapun.
Jojo menyembunyikan Bryan di sebuah gudang kosong yang jauh dari jangkauan para penjaga yang sedang mencarinya. Dan menyuruh Bryan untuk bersembunyi.
"Paman akan keluar melihat situasi di luar, Bryan tunggu paman di sini, jangan kemana-mana, ok jagoan paman." Ucap Jojo.
"Baik paman." Ucap Bryan nurut.
Jojo pun keluar dari gudang tersebut dan melihat situasi di luar, suasana sudah sepi, dengan mengendap-endap Jojo ingin menuju ke ruang utama.
Terlihat di ruang utama sudah berkumpul para anak buahnya yang sedang sibuk menggiring anak buah Mario, serta ada juga yang mengumpulkan senjata api sebagai barang bukti.
"Pak Jojo, ternyata anda di sini." Ucap anak buahnya yang kebetulan melihat kedatangan Jojo.
"Dimana Dave? Kenapa dia tidak kelihatan?" Tanya Jojo pada anak buahnya.
"Tadi tuan Dave juga sedang mencari anda pak, mungkin ada di sekitar halaman depan pak."
"Ok, kalian lanjutkan tugas kalian, aku akan mencari Dave," Ucap Jojo.
"Baik pak."
"Oh ya, bagaimana situasi saat ini? Apa sudah aman semuanya?" Tanya Jojo.
"Sudah pak,"
"Kerja bagus, aku akan menghubungi kepolisian pusat supaya mengirimkan mobil kemari untuk membawa mereka semua." Ucap Jojo
"Baik pak."
Akhirnya Jojo berjalan kembali ke gudang untuk menjemput Bryan. Melihat siapa yang datang, Bryan terlihat senang, dengan senyuman bahagia, Bryan berlari ke arah Jojo kemudian memeluk dan meminta gendong pada Jojo.
"Yuk kita keluar, kita temui Papa Dave." Ajak Jojo.
"Iya paman."
Jojo yang menggendong Bryan itupun keluar, untuk menuju ke arah mobilnya yang tadi terparkir di luar rumah mewah tersebut. karena tadi Jojo sudah memberitahu Davin melalui panggilan telepon, maka Jojo memutuskan untuk menunggu di dalam mobil.
"Papa Dave mana Om?, kata oom tadi kesini dengan papa Dave." Ucap Bryan.
"Kita tunggu Papa Dave di sini. Sebentar lagi Papa Dave pasti akan kemari." Ucap Jojo sambil tersenyum mengacak pucuk rambut Bryan.
"Iya Om," Ucap Bryan. "Om, aku ngantuk Om,"
"Ya sudah kamu tidur saja di sini. Soalnya kita akan melakukan perjalanan pulang untuk bertemu dengan Mama kamu dan juga Papa Al." Ucap Jojo
"Iya Om."
Bryan pun membaringkan tubuhnya di jok mobil belakang, mungkin Bryan memang sudah mengantuk, tapi untungnya Bryan tidak mengalami hal-hal seperti trauma berlebihan atau ketakutan dengan situasi saat ini.
Bryan termasuk anak yang pemberani, walau usianya masih 6 tahun, tapi Bryan tergolong anak yang sangat pintar, tidak cengeng dan sangat mandiri.
Tidak lama terlihat Davin berlari kecil menuju ke arah mobil yang di tumpangi oleh Jojo.
"Bagaimana keadaan Bryan? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Davin yang dengan nafas ngos-ngosan akibat berlari tadi.
"Tenanglah, Bryan baik-baik saja. Dia sedang tertidur di belakang." Ucap Jojo sambil menunjuk ke jok belakang.
"Syukurlah, aku sangat khawatir jika Mario melakukan hal gila untuk membuat Bryan ketakutan." Ucap Davin.
"Sepertinya tidak, kalau Mario melakukan hal itu, pasti saat ini Bryan sudah terlihat ketakutan, tapi tadi aku lihat di dalam kamar itu, terdapat begitu banyak mainan, dan mungkin saja Mario benar-benar mengira jika Bryan adalah cucunya, anak kamu dan Kinan." Ucap Jojo. "Sehingga Mario bersikap baik kepada Bryan."
"Bisa jadi. Tapi bagus juga, karena kesalah pahaman ini, Bryan baik-baik saja." Ucap Davin mengintip Bryan yang terlihat sedang pulas dengan tidurnya.
Tidak lama setelah itu mobil tahanan yang di minta Jojo untuk membawa para tahanan pun datang, sehingga dengan segera para tahanan itu di masukkan ke dalam mobil tahanan yang telah datang.
Setelah itu mobil itu mulai meninggalkan tempat kejadian, dan garis police line terlihat sudah sekitar area rumah mewah milik Mario tersebut.
"Hah, akhirnya misi done juga, aku sudah menepati janjiku, sekarang giliran kamu Jo." Ucap Davin yang terlihat begitu lega karena berhasil menyelesaikan misi dari Jojo, sekaligus membawa Bryan pulang dengan selamat.
"Setelah Mario ada di dalam penjara baru aku akan melakukan tugasku, bagaimana menurutmu Dave?" Ucap Jojo.
"Ck, baiklah terserah kamu saja, yang aku butuhkan ijin legalnya organisasi yang aku pimpin." Ucap Davin.
"Semua tergantung bagaimana kinerja kamu Dave." Ucap Jojo.
"Serahmu Jo terserah, aku sudah capek mau pulang, tidur sambil memeluk Kinan, alangkah indahnya dunia ini." Ucap Davin sambil membuka pintu depan mobil dan masuk ke dalam.
"Sialan kamu Dave, mentang-mentang sudah menikah." Gerutu Jojo.
Mendengar Jojo yang menggerutu kesal, Davin tergelak tawanya dengan keras. Kemudian Jojo memasuki mobilnya, dan bersiap untuk mengemudikannya pulang ke Jakarta.
Bersambung..