She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Kemana Bryan



Di tempat yang berbeda Jojo dan Ayumi sedang bersiap untuk kembali ke Jakarta, kali ini Jojo terbilang lama di kota S, karena dia mendapatkan tugas lain untuk memusnahkan Genk bunga perak di kota S yang sangat meresahkan masyarakat.


Karena Genk itu sudah masuk dalam kategori Genk preman, mereka meminta uang jatah keamanan kepada para pedagang makanan di sekitar kota S. Walaupun mereka melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, namun beberapa laporan dari masyarakat membuat Jojo harus segera bertindak.


"Jojo, Yumi, kalian sering-seringlah main kemari." Ucap Luna ketika Jojo dan Ayumi telah memasuki mobil untuk menuju ke Bandara.


"Iya Ma, Yumi pasti akan sering kemari, iya kan kak?" Ucap Ayumi sambil melihat ke Jojo.


"Hem, iya Ma," Ucap Jojo.


"Mama pasti akan merindukan kalian berdua." Ucap Luna.


"Mama tenang saja, kami pasti akan sering kemari." Ucap Jojo menenangkan Luna.


"Sudahlah Ma, Jojo kan harus kembali bekerja, sudah termasuk lama juga lho mereka disini. Kalau semakin lama lagi di sini, bagaimana dengan pekerjaan Jojo?" Ucap Nando mencoba menenangkan Luna.


Jojo yang mendengar ucapan Papanya, hanya tersenyum dan mengangguk seakan membenarkan apa yang di katakan oleh Nando.


"Kami pergi dulu ya Ma, Pa, salam buat Mei dan Syifa." Ucap Jojo.


"Hati-hati." Ucap Luna sambil melambaikan tangan.


Jojo hanya mengangguk begitu juga Ayumi, setelah itu keduanya benar-benar masuk ke dalam mobil, lalu sang sopir mulai menyalakan mesin dan melajukan mobil tersebut menuju ke Bandara.


Ayumi terlihat sedih ketika mobil sudah mulai menjauh dari rumah kediaman Nando dan Luna, entah kenapa Ayumi merasa berat berpisah dari Luna dan Nando yang sudah sangat menyayanginya seperti anaknya sendiri.


"Kenapa Yumi?" Tanya Jojo yang melihat Ayumi terlihat sedih.


"Yumi pasti merindukan saat-saat bersama Mama dan Papa, kak." Ucap Ayumi.


"Kalau pekerjaanku sudah selesai, aku janji kita akan kembali lagi ke mari, bagaimana?" Ucap Jojo berusaha menenangkan Ayumi.


"Benarkah?" Tanya Ayumi yang mulai berbinar bahagia.


"Hem, sekalian melangsungkan pernikahan kita." Ucap Jojo.


"Kakak jadi menikahi Ayumi?" Tanya Ayumi polos.


"Bukankah sudah aku bilang hanya aku yang boleh menikahimu, atau kamu sudah berubah pikiran, Hem?" Ucap Jojo.


"Tentu saja tidak," Ucap Ayumi dengan cepat lalu menoleh ke arah jendela dan melihat pemandangan indah yang berlarian mengikuti laju mobil. "Maunya sekarang gitu kita nikahnya." Gumam Ayumi sambil menopang dagunya.


Jojo yang samar-samar mendengar ucapan Ayumi, langsung menoleh ke arah Ayumi yang membelakanginya. Kemudian menarik bahu Ayumi supaya berhadapan dengannya.


"Jadi kamu maunya kita nikah sekarang nih ceritanya?" Tanya Jojo dengan nada menggoda. Sambil menarik dagu Ayumi yang kini sudah berhadapan dengannya.


Blush!!


Ucapan Jojo mampu membuat kedua pipi Ayumi merah merona, sangat malu, ternyata Jojo mendengar ucapannya barusan, ingin rasanya Ayumi menenggelamkan diri di dasar sungai, supaya tidak terlihat oleh Jojo saat ini.


"Bu-bukan begitu."


"Lantas?" Tanya Jojo semakin menggoda Ayumi.


"Tau ah." Ucap Ayumi yang membalikkan badannya ke arah jendela lagi. Namun Jojo buru-buru menariknya ke dalam pelukannya. Karena melihat Ayumi yang sudah mulai ngambek.


"Aku pasti akan menikahimu tapi setelah pekerjaanku yang satu ini selesai, jadi bersabarlah. Ok sayangku?" Ucap Jojo dengan lembut.


Mendengar itu lagi-lagi jantung Ayumi berdetak kencang, dengan kedua pipinya kembali merah merona. Dengan senyuman di bibirnya, Ayumi menganggukkan kepalanya kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang Jojo.


Jojo membelai rambut Ayumi, lalu mengecup pucuk rambut Ayumi. Kini gantian Jojo yang merasakan detak jantungnya berdebar-debar tidak karuan, kenapa di saat memeluk Ayumi dadanya terasa sesak dan jantungnya berdebar kencang? Ada apa dengan Jojo sebenarnya?. Begitulah yang Jojo pikirkan.


Jojo mengeratkan pelukannya, dengan senyuman bahagia Ayumi pun melakukan hal yang sama, sehingga mereka saling berpelukan, sang sopir yang melihat itu hanya tersenyum tanpa suara.


Sebenarnya saat di kota S ini, ada beberapa pekerjaan yang di lakukannya, yaitu salah satunya membasmi Genk bunga perak, dan ternyata Genk bunga perak masih berkaitan dengan Genk Black rose.


Belum lagi Jojo juga membantu Arka yang sedang mengalami masalah di pulau kecil saat bulan madu bersama Ara, villa tempat Arka dan Ara menginap di ledakkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Dan karena itulah Ara dan Arka terganggu bulan madunya, untungnya dalam ledakan tersebut Arka dan Ara tidak ada di tempat, sehingga mereka dalam keadaan selamat.


Untungnya Ayumi belum mengetahui soal itu, belum mengetahui jika Jojo adalah anggota kepolisian, berpangkat jenderal, yang Ayumi tahu jika Jojo adalah salah satu anggota gengster. Makanya pass Jojo membantu Arka, Ayumi juga ikutan terlibat, mengingat jika Ayumi juga tumbuh di kalangan para gengster.


Perjalanan menuju Bandara terbilang lancar tanpa terkendala macet yang berarti, setelah sampai mereka berdua langsung menuju tempat check in, karena Jojo dan Ayumi memilih menggunakan pesawat biasa bukan pesawat jet pribadi.


************************


Di apartemen miliknya, Kinan sedang asyik menonton televisi bersama Bryan, karena sewaktu Kinan berkunjung ke rumah Nabila, anak sulungnya itu meminta ikut saat Kinan akan kembali pulang.


"Bryan, kamu mau di siapkan makan malam apa?" Tanya Kinan.


"Pengen makan pizza aja Ma." Ucap Bryan. Dan memang Bryan selalu memanggil Kinan dengan sebutan Mama.


"Ya sudah Mama pesankan lewat online aja ya, karena Papa Dave sepertinya telat pulangnya."


"Iya Ma." Ucap Bryan.


Kinan pun memesan pizza melalui aplikasi yang ada di ponselnya, rumah Kinan memang terlihat sepi jika jam-jam segini, para maid sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.


"Bryan, nanti kalau tukang pizza datang, panggil mama ya, mama akan ke kamar kecil sebentar." Ucap Kinan.


"Iya Ma."


Kinan pun masuk ke dalam kamar, karena dia ingin ke kamar mandi, setelah usia kehamilan Kinan masuk tujuh bulan ini, Kinan sering banget ke kamar mandi bahkan selama setengah hari saja sudah empat sampai lima kali.


Setelah selesai dengan hajatnya, Kinan pun keluar kamar, namun sudah tidak melihat Bryan.


"Bii., Bibi, Bryan dimana?" Tanya Kinan pada bibi yang sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam.


"Tadi katanya mau bayar pizza Nona, mungkin di teras." Ucap bibi.


"Oh begitu, baiklah biar aku cari di luar." Ucap Kinan.


Kinan pun berjalan menuju ke teras sambil memanggil nama Bryan, namun tidak ada jawaban, Kinan pun keluar sampai di teras, namun tidak terlihat Bryan di sana.


"Kemana Bryan? Kok gak ada dimana-mana." Gumam Kinan.


Kinan bermaksud untuk masuk ke dalam, siapa tahu Bryan sedang di dalam, namun sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah, seorang tukang kebun berlari menghampirinya.


"Nyonya... nyonya,..." Tukang kebun itu berlari berusaha menghentikan Kinan.


"Bapak, kenapa lari-lari begitu, ada apa pak?" Tanya Kinan.


"Itu, itu non, tadi tukang pizza itu membawa paksa den Bryan," Ucap tukang kebun dengan nafas tersengal-sengal.


Degg!!


Dada Kinan seketika berdetak begitu kencang, mendengar apa yang di sampaikan oleh tukang kebun.


"Ma-maksud bapak gimana? Di bawa? Di bawa gimana pak." Tanya Kinan yang terlihat mulai panik.


"Di-di culik nyonya." Ucap tukang kebun gugup bercampur panik.


Bagaikan disambar petir disiang hari, bagaimana bisa Bryan diculik? sedangkan pengamanan di rumahnya sangat ketat.


"Bagaimana mungkin pak, security, security!!!" Ucap Kinan begitu panik. Dan memanggil security.


"Security sudah terluka semua nyonya, bahkan kedua security itu pingsan, makanya saya kemari mengabarkan pada nyonya." Ucap tukang kebun.


Kinan kembali shock mendengar itu, bagaimana ini bisa terjadi?, ada apa sebenarnya? Siapa yang tega menculik Bryan? Begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala Kinan.


Hingga kepalanya terasa berat dan tiba-tiba pandangan matanya gelap, kemudian Kinan tidak sadarkan diri. Melihat itu bapak tukang kebun terlihat panik, dan memanggil para maid untuk menghubungi tuan mereka, sementara yang lain membawa Kinan dan security yang telah sama-sama pingsan menuju ke rumah sakit.


Bersambung