
Seminggu sudah Jojo dan Ayumi berada di kota S, selama di kota S mereka berdua benar-benar menghabiskan waktu untuk berlibur, bahkan hari ini Jojo ingin mengajak Ayumi ke pulau dulu di mana Arka dan Ara menghabiskan waktu untuk berbulan madu.
Pulau pribadi milik sang paman (Dafa) itu sekarang memang sudah mulai di buka untuk umum, dan di kelola untuk di jadikan obyek wisata. Beberapa hotel mewah berdiri di dekat pantai, bahkan pemandangan yang langsung mengarah ke pantai membuat hotel selalu ramai di kunjungi para wisatawan.
Disinilah Ayumi dan Jojo saat ini, mereka berencana untuk menginap di sebuah hotel di dekat pantai. Sebelumnya mereka sempat mengajak Ara dan Arka, namun kelihatannya mereka sibuk jadi tidak bisa datang.
"Wah pemandangannya bagus banget kak. Pantas saja adik ipar berbulan madu di sini." Ucap Ayumi kagum dengan pemandangan yang terlihat jelas dari jendela hotel yang di tempatinya saat ini.
Jojo hanya tersenyum melihat Ayumi yang bahagia, Jojo meletakkan tas yang di bawanya ke atas ranjang. Kemudian Jojo berjalan mendekati Ayumi yang masih terkagum dengan pemandangan di balik jendela kamar hotel.
"Ini sebenarnya pulau yang di hadiahkan oleh Om Dafa saat ulang tahun Ara, jadi sekarang pulau ini sudah milik Ara dan Arka. Villa di puncak bukit itu adalah milik pribadi Arka." Ucap Jojo sambil menunjuk ke sebuah bukit.
"Keluarga kalian benar-benar luar biasa." Ucap Ayumi.
"Yumi, aku akan ke kamarku, jika ada apa-apa kamu bisa memanggilku." Ucap Jojo.
"Loh, memangnya kita gak tinggal dalam satu kamar ya kak?" Tanya Ayumi dengan polosnya. Jojo mengerutkan keningnya, dan melangkahkan kakinya maju ke depan Ayumi, sehingga mengikis jarak keduanya.
"Kamu mau kita tidur satu kamar, Hem?" Tanya Jojo menggoda Ayumi kemudian menarik dagu Ayumi.
Ayumi bingung dengan maksud Jojo, hingga Ayumi melihat ke wajah Jojo sambil mengerjapkan matanya berkali-kali, memangnya apa salahnya dengan tidur satu kamar?.
"Memang kenapa kak? Kalau kita tidur bersama, kan sekalian kakak temani Yumi di sini. Biar Yumi tidak takut sendirian." Ucap Ayumi dengan wajah polosnya. Dan itu mampu membuat pertahanan Jojo runtuh juga.
Jojo yang masih memegang dagu Ayumi, kemudian mencium bibir Ayumi. ******* bibir mungil Ayumi. Seakan Jojo terus kecanduan akan bibir mungil Ayumi tersebut.
Ayumi badannya menegang dengan degup jantung kencang, wajahnya pun terasa panas hingga ke telinganya, perasaan aneh dalam diri Ayumi timbul lagi karena ciuman dari Jojo.
"Jika aku tidur satu kamar dengan kamu, bisa-bisa aku melakukan lebih dari ini Yumi." Ucap Jojo dengan nafasnya yang semakin memburu setelah melepas pagutannya, sambil menempelkan keningnya ke kening Ayumi.
"Kenapa tubuh aku panas dingin gini ya kak? Kalau di cium oleh kakak seperti tadi." Ucap Ayumi yang jantungnya masih berdegup kencang.
Mendengar ucapan Ayumi, seketika wajah Jojo berubah ingin menahan tawa. Padahal sudah beberapa kali mereka ciuman, tapi kenapa Ayumi masih sepolos itu.
"Yang penting kamu tidak melakukannya dengan orang lain, dan itu hanya boleh denganku saja, apa kamu mengerti Yumi?" Ucap Jojo kemudian merengkuh tubuh Ayumi untuk berada di pelukannya.
"Hah, i-iya kak, aku ngerti kok." Ucap Ayumi mengangguk, seperti memahami maksud dari perkataan Jojo. Dan membalas pelukan Jojo tak kalah eratnya.
Terkadang Jojo merasa jika dia harus banyak memberikan les tambahan pada Ayumi, karena kepolosan Ayumi bisa saja membuatnya semakin ingin melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman.
Tidak tahukan Ayumi jika sikapnya itu akan membuat Jojo semakin bernafsu untuk melakukan lebih dari sekedar ciuman? Dan karena tidak ingin kelewat batas, Jojo pun meninggalkan Ayumi dan pergi ke kamarnya.
'Bagaimana aku bisa menahannya lagi kalau dia bersikap terus-menerus seperti itu.' batin Jojo. Saat sudah ada di kamarnya sendiri.
Jojo hanya tersenyum membayangkan apa yang baru saja dia lakukan, sambil mengusap bibirnya dengan ibu jari. Terasa begitu manis, dan selalu membuat ketagihan.
Karena capek Jojo merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size hotel tersebut. Karena kamar yang di pesan adalah kelas presiden suite, sehingga kamar itu sangat luas.
Bahkan tas yang tadi di bawanya masih tergeletak di samping ranjangnya. Kantuk dan capek yang menyerang Jojo tidak dapat dia sembunyikan lagi.
Di saat Jojo tertidur, Ayumi yang merasakan perutnya lapar, berniat untuk masuk ke kamarnya Jojo dan mengajaknya makan malam bersama. Setelah beberapa kali Ayumi memanggil nama Jojo berulang kali tidak ada jawaban, Ayumi memberanikan diri masuk ke dalam kamar, karena memang kondisi pintu kamar yang sedikit terbuka. Menandakan jika kamar tersebut tidak terkunci.
Perlahan Ayumi membuka pintu kamar hotel tempat Jojo menginap. Ayumi menyapukan pandangan matanya ke dalam kamar dan melihat Jojo sedang tertidur di atas ranjang dengan kaki yang tergantung dan masih memakai sepatunya.
Bahkan tasnya Jojo masih tergeletak di lantai dekat ranjang. Ayumi menggelengkan kepalanya, seolah tak percaya jika Jojo tertidur dengan pulasnya saat ini.
"Pantas aja di panggil gak nyahut, tidur ternyata." Gumam Ayumi yang akhirnya mendekati ranhang.
Perlahan Ayumi duduk di dekat Jojo yang masih tertidur pulas. Bahkan karena pulasnya Jojo tidak menyadari kehadiran Ayumi di sampingnya. Ayumi memandang wajah Jojo yang begitu tampan dan seperti pahatan paling sempurna yang Tuhan ciptakan di muka bumi ini.
Perlahan Ayumi merubah posisi duduknya, dan berbaring di samping Jojo. Ayumi tengkurap sambil mengangkat kedua kakinya memainkan kakinya menendang ke udara.
Bahkan salah satu tangan Ayumi menopang dagu, dan tangannya yang lain mengusap pipi Jojo perlahan, sambil tersenyum bahagia. Bahkan pandangan matanya tak lepas dari wajah tampan Jojo yang masih berdamai dengan mimpinya.
"Bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta sama kakak, kalau kakak seganteng ini." Gumam Ayumi sambil tersenyum.
Entah apa yang membuat Ayumi begitu tergila-gila dengan Jojo, sampai-sampai Ayumi memaksa Jojo untuk menikahinya, apalagi dia seorang wanita, ini seperti tidak baik jika di lihat oleh sebagian orang.
Tapi begitulah cinta, tidak akan peduli apa pendapat orang lain. Yang penting baginya adalah Kebahagiaan bersama dengan orang yang kita cintai. Tapi sampai sekarang Ayumi belum pernah mendengar kata cinta dari mulut Jojo.
Apakah Jojo tidak mencintainya? Apa karena pemaksaan yang di lakukan oleh Ayumi, makanya Jojo menerimanya? Seketika wajah Ayumi terlihat lesu, jika teringat pertanyaan yang ada di benaknya.
Ayumi menarik tangannya untuk menjauh dari wajah Jojo, bahkan Ayumi terdengar menghela nafas panjangnya. Bagaikan mempunyai beban berat di dalam hatinya sehingga membuat Ayumi terlihat tidak bersemangat.
'Cukup aku yang mencintai kak Jojo, tapi kenapa sakit ya hati aku saat tahu jika kak Jojo tidak cinta sama Yumi.' batin Ayumi.
"Kenapa Yumi?" Tanya Jojo mengagetkan Ayumi yang terlihat sedang melamun dan sedih itu. Jojo meraih tangan Ayumi yang tadi mengusap pipinya. Dan menempelkan kembali tangan Ayumi ke pipinya.
"Ka-kakak," ucap Ayumi terkejut melihat Jojo yang tiba-tiba terbangun. Bahkan Jojo menggenggam tangannya.
"Kenapa kamu terlihat sedih?" Tanya Jojo dengan melihat ke manik mata Ayumi. Kemudian Jojo menarik tengkuk Ayumi supaya mau mendekat kepadanya.
"Ti-tidak kok, apa aku membangunkan tidur kakak? Sepertinya kakak capek banget soalnya." Ucap Ayumi. Yang kini sudah membenarkan posisi tidurnya di samping Jojo dengan lengan Jojo sebagai bantal.
"Sebenarnya aku sudah bangun dari tadi, pengen ngetes kamu aja berani masuk kamar aku apa gak?" Ucap Jojo yang kini melihat ke langit kamar hotel. Karena Jojo masih malas beranjak dari posisinya saat ini.
"Kenapa pakai di test kak? Emangnya kamar kak Jojo nyeremin ya? Sampai bisa membuat aku takut." Ucap Ayumi antusias dengan jawaban Jojo barusan. Bahkan sangking antusiasnya Ayumi melihat wajah Jojo tepat di bawah wajahnya saat ini, wajah Ayumi juga terlihat sangat serius menanti jawaban Jojo.
Jojo mengerutkan keningnya, apa Ayumi tidak menyadari jika hal yang paling menyeramkan adalah jika Jojo sampai lepas kontrol? Karena melihat Ayumi seperti ini saja bisa membuat Jojo seakan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Bagaimana jika sampai Ayumi terus berada di sampingnya? Bisa jebol pertahanan Jojo.
Bersambung..