She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Di apartemen Jonathan part 01



Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian dimana Bryan berhasil di selamat oleh Davin, bahkan Mario juga di tahan oleh pihak kepolisian atas tindakan yang melanggar hukum, yaitu penculikan dan juga menjual barang-barang terlarang.


Kini Jojo lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan Ayumi, anggap saja cuti sementara setelah menyelesaikan kasus berat akhir-akhir ini. Walaupun masih banyak kasus yang lebih berat dari ini, namun Jojo selalu siap untuk fighting.


Usai Mario ditangkap, Jojo berencana ingin mengajak Ayumi untuk pulang ke kota S. Jojo ingin menuntaskan janjinya kepada Ayumi untuk menikahinya. Apalagi momen ini adalah momen yang pas, dimana Jojo punya banyak waktu luang.


"Yumi, bersiaplah besok kita akan pulang ke kota S. Aku akan membawamu untuk menemui Papa dan Mama." Ucap Jojo yang duduk di sebelah Ayumi yang sedang asyik menonton acara televisi, dan merangkulkan tangannya di pundak Ayumi sambil tersenyum.


Uhuk Uhuk Uhuk!!


Karena ulah tangan Jojo yang merangkul di pundaknya, membuat Ayumi terbatuk-batuk, sehingga membuat air minum yang ada di mulutnya menyembur keluar.


"Yumi? Kamu kenapa?" tanya Jojo melihat Ayumi dengan panik, takut terjadi apa-apa dengan Ayumi.


Dengan sigap, Jojo mengambil tisu dan membantu Ayumi membersihkan air yang disemburkan oleh Ayumi barusan. Jojo mengambil alih gelas yang berisi air mineral milik Ayumi dari tangannya.


"Kak Jojo membuat aku kaget saja. Sudah kak, biar Yumi sendiri yang melakukannya, Yumi bisa membersihkannya sendiri." ucap Ayumi sambil menahan gerakan tangan Jojo yang begitu mengganggunya.


Dia tidak bisa membiarkan Jojo yang membersihkan bekas semburannya. Bahkan karena hal itu membuat Ayumi jadi merah merona di kedua pipinya. Tapi, gerakan tangan Ayumi kalah cepat dengan gerakan tangan Jojo, bahkan Jojo justru menggenggam tangan Ayumi.


"Kenapa Yumi? Biarkan Aku membantumu, ini juga salahku karena mengagetkan kamu tadi." Ucap Jojo yang masih menggenggam tangan Ayumi, kemudian Jojo melempar senyum terbaiknya ke Ara Ayumi.


Dan senyuman sederhana yang menurut Jojo bukan apa-apa itu, mampu membuat jantung Ayumi berdebar semakin kencang seakan tidak terkendali lagi.


Ayumi menggelengkan kepalanya secara perlahan, dan dengan cepat Ayumi meraih tisu yang ada di depannya, setelah itu Ayumi membersihkan cipratan air yang ada di mulutnya, kemudian dia pun beranjak dari tempat duduknya.


Melihat tingkah Ayumi yang begitu ajaib, membuat Jojo jadi ingin sekali melahapnya saat itu juga, bagaimana bisa Ayumi seimut itu? Pikir Jojo.


"Kak Jojo, lebih baik Kak Jojo duduk yang baik di sini. Jangan bergerak sedikitpun!" tegas Ayumi sambil menarik tangan Jojo dan menyuruhnya duduk agak jauh dari tempat duduk mereka sebelumnya. 


Jojo yang masih belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, hanya bisa menuruti kemauan Ayumi. Dia duduk di bagian sofa yang ditunjuk oleh Ayumi. Bahkan tatapan Jojo tidak lepas dari Ayumi yang saat ini masih sibuk dengan tingkah konyolnya itu.


"Baiklah, aku akan duduk dengan baik." Ucap Jojo. Dengan pandangan matanya terus saja mengarah ke Ayumi yang saat ini akan beranjak dari duduknya. Ayumi pun pergi mengambil kain untuk membersihkan air cipratannya tadi yang berserakan di lantai.


"Kak, apa Kakak tidak tahu, kalau tangan Kakak itu bergerak dengan sangat cepat? Kalau kakak sering begini, bisa-bisa aku nanti terkena serangan jantung, karena selalu di kagetkan oleh kak Jojo." Ayumi terlihat sedikit kesal pada Jojo dan dengan cepat membersihkan semuanya.


Jojo terkekeh mendengar penjelasan dari Ayumi. Bahkan jika Ayumi ngedumel begitu membuat Jojo semakin ingin menggodanya. Wajah merah Ayumi yang seperti tomat saat sedang malu-malu membuat Jojo semakin menyukainya.


"Bagaimana? Kamu setuju untuk pulang bersamaku ke kota S, Yumi?" tanya Jojo yang teringat dengan tujuan awalnya bertemu dengan Ayumi.


Jantung Ayumi berdegup kencang mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Jojo. Dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan orangtua Jojo. Ayumi hanya bisa tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Dia malu jika Jojo mengetahui betapa senangnya dia saat ini.


Karena pertanyaan itu juga Ayumi menghentikan aktivitasnya mengelap lantai yang basah tadi. Dan terdiam seolah sedang berpikir.


"Yumi," panggil Jojo setelah menunggu jawaban yang tak kunjung diterimanya dari Ayumi.


Jojo mendekati Ayumi dan menangkap dagu Ayumi dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Dia menarik dagu Ayumi hingga mengarah menghadap padanya. Kemudian tanpa ragu Jojo mencium bibir Ayumi dan melumatnya sekilas.


Ayumi yang masih dalam mode melamun seketika terkejut dengan ulah Jojo. Ayumi mengerjapkan matanya berkali-kali ingin memastikan jika ini bukan mimpi di siang hari.


Wajah Ayumi terlihat memerah, lagi-lagi Jojo mampu membuat jantung Ayumi seakan melompat dari tempatnya. Bahagia, malu, dan juga menginginkannya lagi membuat seorang Ayumi jadi salah tingkah sendiri.


"Kenapa wajah kamu malah berubah menjadi semerah tomat begini, Yumi?" tanya Jojo sambil menggoda Ayumi yang tidak dapat lagi menyembunyikan wajah merahnya tersebut.


Ayumi langsung berdiri dan membalikkan badannya. Dia merasa sudah tidak sanggup lagi menahan degup jantungnya yang terus berpacu dengan cepat. karena wajahnya yang begitu dekat dengan Jojo.


'Bisa mati mendadak kalau begini terus, kak Jojo selalu membuat detak jantungku tidak karuan.' Batin Ayumi.


"Besok jam berapa kita berangkat, Kak?" tanya Ayumi dengan terburu - buru sambil membelakangi Jojo.


Jojo tersenyum melihat tingkah Ayumi yang terlihat malu - malu kucing seperti itu. Dia mencoba untuk mendekati Ayumi, tapi Ayumi malah berjalan selangkah demi selangkah menjauhinya.


Jojo yang sedang iseng pun menarik lengan Ayumi dan menangkup wajah Ayumi dengan kedua tangannya sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Ayumi, dan lagi Jojo mengecup bibir Ayumi yang akhir-akhir ini seakan menjadi candu baginya.


"Kita berangkat jam 7 besok pagi, jadi bersiaplah." Ucap Jojo menikmati pemandangan yang ada di depan matanya saat ini. Sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Ayumi.


Wajah Ayumi semakin memerah. Dia benar - benar tidak bisa mengelak lagi. Sikap Jojo selalu membuat Ayumi tidak mampu mengontrol detak jantungnya. Bahkan Jojo selalu berhasil membuat Ayumi salah tingkah sendiri.


"Kak.. Lepaskan. Pipiku sakit ini." ucap Ayumi mencari alasan agar Jojo melepaskan tangannya dari wajahnya.


Jojo yang sudah puas melihat wajah merona Ayumi pun melepaskan tangannya. Dia tersenyum lebar melihat Ayumi yang sedang mengelus - elus kedua pipinya.


"Sakit ya? Kemarilah biarkan aku membantumu untuk menyembuhkan pipi kamu yang sakit." Ucap Jojo mulai berniat untuk menjahili Ayumi dengan berbagai cara. Dia sangat bahagia melihat Ayumi dengan segala macam tingkah polosnya.


Bukannya mendekat Ayumi justru ingin beranjak dari duduknya untuk meninggalkan Jojo, Ayumi berniat menaruh kembali kain yang di pakainya untuk membersihkan tumpahan air ke tempat yang semestinya.


Bersambung..