
'Ada apa dengan wanita itu? Apa dia sudah gila?' Batin Tuan Jirayu dan juga Niko. Yang saling pandang tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan perlahan Alvin mundur dan menjatuhkan pisaunya, sambil mengangkat kedua tangan ke atas. Tentu saja kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh pihak Tuan Jirayu.
Semua anak buahnya mengambil kembali senjata api dari tangan musuh, dan menodongkan senjata api tersebut ke arah Alvin dan anak buahnya. Sungguh keadaan saat ini berbanding terbalik dengan rencana semula.
'Brengsek, wanita ini ternyata begitu merepotkan sekali.' Batin Arka yang melirik ke arah Jojo di sampingnya.
Kini Cathy mendorong tubuh Arka untuk berkumpul di samping Alvin, begitu juga anak buah Tuan Jirayu mendorong tubuh Jojo untuk melakukan hal yang sama. Dan kini Cathy berdiri di samping Tuan Jirayu.
Ketiga orang itu kini telah ada di hadapan Tuan Jirayu, Niko mengambil alih posisi untuk melakukan tugasnya sebagai orang kepercayaan Tuan Jirayu, Niko menodongkan pistolnya ke arah mereka bertiga.
"Apapun rencana kalian, aku jamin kalian akan segera mati bersama-sama." Ucap Tuan Jirayu dengan bangganya.
"Tidak kusangka orang yang ingin kalian selamatkan malah berbalik menyerang kalian, hahaha." Ucap Niko dengan bangganya.
Seakan sudah bisa mengendalikan keadaan saat ini, Tuan Jirayu yang terlihat sedang mendapat angin segar karena terbebas dari tangan Alvin, dia bersiap untuk membalas perlakuan Alvin tadi padanya.
"Kamu, ambilkan tongkat baseball ku, SEKARANG!!" Ucap Tuan Jirayu pada salah satu anak buahnya.
"Baik boss." Jawab anak buah Tuan Jirayu, kemudian dengan cepat dia berjalan menuju ke kamar Tuan Jirayu untuk mengambil tongkat baseball.
Sedangkan Alvin, Arka, dan Jojo saling pandang tidak mengerti apa yang akan Tuan Jirayu lakukan pada mereka setelah ini. Sungguh saat ini mereka menunggu keajaiban datang dan membebaskan mereka semua.
'Si brengsek ini mau apalagi sekarang?' Batin Alvin dengan tatapan tajam membunuhnya.
'Semoga informasi yang aku terima jika Dave akan segera datang itu benar adanya, kondisi saat ini benar-benar sulit.' Batin Arka.
'Jika Ayumi bergerak sesuai dengan apa yang aku instruksikan, maka semua akan berjalan lancar.' Batin Jonatan.
Ya memang jika Jonathan menyuruh Ayumi untuk segera menghubungi Davin, supaya Davin segera mengirimkan bala bantuan.
"Sekarang katakan padaku, kenapa kamu malah berpihak padaku?" Tanya Tuan Jirayu pada Cathy.
Dengan antusias Cathy mengambil sebuah buku yang ada di meja kecil depan kamar, namun ketika dia mulai berjalan kembali ke arah Tuan Jirayu, tiba-tiba saja tubuhnya merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.
Dan kini tubuh Cathy terkulai lemah dilantai, semua orang yang melihat hal itu sangat terkejut, begitu juga dengan Tuan Jirayu dan juga Niko. Namun Tuan Jirayu lebih memilih diam di tempatnya.
Niko berjalan mendekat ke arah Cathy, untuk memeriksa kondisinya, sedangkan Ayumi yang dari jauh melihat itu sangat shock, sebenarnya apa yang terjadi pada Cathy? Kenapa dia tiba-tiba saja mengalami keanehan itu? Begitulah kira-kira yang sedang Ayumi pikirkan.
"Sebenarnya ada apa dengan wanita ini? Yumi, kenapa kamu diam saja, bantu aku untuk membawanya ke kamar." Panggil Niko.
"I-iya." Jawab Ayumi dengan gugupnya.
Arka, Alvin sangat tahu betul bagaimana reaksi dari formula blue pada tubuh Cathy, sehingga membuat mereka menyeringai senyum, tapi tidak bagi Jojo, dia justru ingin tahu lebih banyak tentang kejadian yang sedang di alami oleh Cathy dan kenapa reaksi Cathy justru begitu menyeramkan? Obat apa yang tadi di suntikkan oleh Davin pada Cathy sebelum pertukaran Kinan terjadi?.
Niko membawa Cathy menuju ke sebuah kamar dan di ikuti oleh Ayumi di belakangnya, Ayumi ingin memastikan jika Cathy benar akan tewas seperti yang di katakan oleh Davin waktu di rumah sakit.
seorang anak buah Tuan Jirayu berlari mendekati Tuan Jirayu dan menyerahkan tongkat baseball.
"Ini boss." Ucap anak buahnya sambil mengulurkan tongkat baseball pada Tuan Jirayu.
"Buuggg buuuggg buuuggg." Tuan Jirayu memukul tubuh Alvin dengan menggunakan tongkat baseball yang baru saja di ambilkan oleh anak buahnya.
Seketika tubuh Alvin tersungkur ke lantai, darah segar mengalir dari sudut bibirnya, karena memang sebelumnya Alvin juga sudah mengalami luka-luka akibat ledakan kemarin.
Arka dan Jojo yang melihat hal itu tentu saja sangat terkejut, dan mereka saling pandang satu sama lain, mereka seakan menjadi saksi kekejaman Tuan Jirayu saat ini.
"BAJINGAN!! Kalau berani-beraninya kamu melukai boss kami." Ucap Arka yang kemudian beranjak untuk menyerang Tuan Jirayu.
"Depp."
"Aaarrgghhh." Teriak Tuan Jirayu tiba-tiba memecah ketegangan yang sedang terjadi saat ini. Bahkan tongkat baseball itu terjatuh ke lantai.
Belum sempat Arka melayangkan serangannya, tangan Tuan Jirayu sudah berlumuran darah segar, semua orang semakin tegang dengan apa yang sedang terjadi di depan mata mereka.
Arka dan Jojo akhirnya menyadari jika ada sniper yang menembak ke arah tangan Tuan Jirayu, sehingga Tuan Jirayu terkulai lemah di lantai dengan kesakitan yang luar biasa.
"Kalian semua BUNUH MEREKA!!" Perintah Tuan Jirayu pada anak buahnya. dan setelah dia berhasil bangun, Tuan Jirayu bersembunyi di tempat yang aman.
Arka dan Jojo dengan cepat menarik tubuh Alvin yang sedang terluka ke tempat yang aman, tidak perlu di tanya lagi soal anak buah kedua organisasi yang sedang bersitegang saat ini, yang jelas mereka saat ini sedang baku tembak.
Dari arah luar terdengar begitu jelas suara kericuhan, baku tembak terjadi di mana-mana, kondisi saat ini benar-benar mencekam, teriakan kesakitan karena terluka akibat terkena tembakan, menggema di seluruh tempat itu.
"Al, Al, apa kamu bisa jalan ke tempat yang aman sekarang?" Ucap Jojo terlihat khawatir dengan kondisi Alvin.
"Aku tidak selemah itu Jo, mana senjata api milikku?" Ucap Alvin.
Tanpa banyak bicara Arka memberikan Alvin dua buah pistol, Jojo hanya melongo melihat Arka yang malah memberikan senjata pada Alvin, dan bukannya menyuruh Alvin untuk menjauhi area ini.
"Bukan saatnya untuk drama bung, musuh semakin mendesak, kita harus bisa melindungi diri sendiri." Ucap Arka yang kemudian berlari untuk kembali ke medan perang yang sesungguhnya.
"Duuummm."
Suara ledakan dari arah halaman terdengar begitu nyaring, bersamaan dengan suara jeritan kesakitan di sana.
"Drap drap drap drap." Suara langkah kaki beberapa orang memasuki ruang utama.
"JIRAYU!! TUNJUKKAN WAJAHMU DI HADAPANKU, BUKANKAH KAMU SEDANG MSNCARIKU??." Suara teriakan seakan menantang Tuan Jirayu terdengar begitu kuat. Dan suara itu sangatlah tidak asing di telinga Alvin, Arka dan Jojo.
Suasana saat ini bukan lagi Tuan Jirayu dan yang pegang kendali, namun orang yang barusan datang tersebut sudah mampu membuat anak buah Tuan Jirayu tidak berkutik.
Bahkan kini semua area itu telah di kepung, anak buah Tuan Jirayu telah menyerahkan diri ke pada musuh. Alvin, Arka dan Jojo melangkah menuju ke arah suara yang telah menantang Tuan Jirayu.
"PAPA!!" Ucap Alvin.
"Om Dafa!!" Ucap Arka dan Jojo kompak.
Alvin yang tidak menyangka jika Dafa yang datang tentu saja sangat terkejut, begitu juga dengan Jojo dan Arka, mereka saling pandang satu sama lain, seakan masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Bersambung..