
Di Jakarta Ayumi yang memang tinggal bersama Jojo di apartemennya merasa jenuh, karena akhir-akhir ini Jojo yang jarang pulang ke apartemen, sehingga Ayumi memilih untuk jalan-jalan di luar sekedar untuk cari angin.
Apalagi Ayumi yang memang sudah hafal jalanan di kota Jakarta, membuatnya tidak merasa kesulitan sedikit pun, Ayumi memutuskan untuk ke sebuah cafe, untuk menghilangkan rasa sepi yang melanda akibat Jojo jarang ada waktu untuknya akhir-akhir ini.
Pencarian Bryan yang memang belum membuahkan hasil, membuat Jojo seakan siang malam harus ekstra mencari. Informasi sekecil apapun saat ini sangat di butuhkan Jojo ataupun yang lain.
Setelah memasuki cafe tersebut, Ayumi memesan jus kesukaannya, lalu duduk di sebuah kursi yang terletak di ujung belakang. Karena Ayumi yang memilih untuk suasana tenang di cafe tersebut.
Ayumi membuka layar ponselnya, sekedar untuk bermain game kesukaannya yang biasa dia mainkan di saat jenuh di apartemen karena sendirian.
"Ayumi??" Panggil seseorang yang menghampirinya. Ayumi yang merasa terpanggil pun menoleh ke sumber suara, dan melihat siapa yang memanggilnya itu.
Karena kepalanya yang tertutup topi dengan mulut memakai masker, dan hanya memperlihatkan matanya. Membuat Ayumi menyipitkan mata untuk mempertajam penglihatannya supaya bisa mengenali siapa yang memanggilnya.
Sekilas tatapannya beradu pandang dengan Ayumi. Sehingga akhirnya Ayumi bisa mengenalinya walaupun melalui tatapan mata orang di depannya.
Degg!!
Ayumi terkejut ketika melihat siapa yang ada di depannya saat ini, bagaimana bisa lelaki ini masih hidup, bukankah beberapa bulan lalu ketika markas Tuan Jirayu di serbu oleh Dafa?!, dia juga tertangkap, bagaimana dia masih bisa lolos? Dan bahkan kini ada di depannya. Begitulah yang ada di kepala Ayumi saat ini.
Ayumi tidak menyangka jika akan bertemu dengan orang kepercayaan kakak sepupunya. Karena Ayumi mengira jika tidak ada yang tersisa saat penyerangan terjadi di Spanyol beberapa waktu lalu.
"Niko?? Kamu??" Ucap Ayumi terkejut.
"Astaga, ternyata bener itu kamu, tidak kusangka kita bisa bertemu di sini, bagaimana ceritanya kamu bisa lolos dari serangan organisasi Perlindungan waktu itu Yumi? Aku kira waktu itu kamu tertangkap oleh orang-orang organisasi Perlindungan ataupun kamu sudah tewas." Ucap Niko seakan tidak percaya. Kemudian menarik kursi di depan Ayumi dan duduk di sana.
Dengan perlahan Niko membuka masker penutup mulutnya, kemudian memesan minuman untuk bisa menemani Ayumi di cafe itu. Niko sendiri juga penasaran bagaimana ceritanya Ayumi bisa lolos di Spanyol waktu itu.
'Jadi dia belum tahu soal hubunganku dengan kak Jojo, baguslah jadi aku bisa mengorek informasi darinya." Batin Ayumi.
"Aku berhasil kabur dan lari ke Indonesia, karena jika aku pulang ke Jepang, mereka pasti akan mengetahuinya." Ucap Ayumi berbohong. "Kamu sendiri bagaimana? bukankah kamu waktu itu juga tertangkap? oleh Dafa dan pasukannya. Kenapa bisa ada di sini?" Tanya Ayumi.
"Panjang ceritanya, yang jelas saat ini aku ingin membalas dendam atas perlakuan organisasi perlindungan dan aku juga akan membebaskan tuan Jirayu dari tahanan organisasi Perlindungan." Ucap Niko.
"Memangnya kak Jirayu ditahan di sini? Atau di Spanyol?" Tanya Ayumi.
"Yang aku dengar, jika Tuan Jirayu ditahan di tahanan organisasi Perlindungan di Indonesia, makanya aku kemari." Ucap Niko.
"Memang nya kamu tahu di mana letak tahanan yang mengurung kak Jirayu?" Tanya Ayumi semakin penasaran. Sekaligus mengorek informasi dari Niko.
"Aku tidak tahu dimana tempatnya, makanya aku sengaja menyuruh anak buahku yang bekerjasama dengan Mario untuk menculik putra kesayangan Davin atau cucu kesayangan Dafa, dan akan aku minta untuk ditukar dengan pembebasan Tuan Jirayu."
Ayumi yang sedikit tidak mengerti akan arah pembicaraan Niko, kini mengerutkan keningnya, dan menatap tajam ke arah Niko yang kini duduk di depannya.
Padahal Niko tidak sadar jika saat ini Mario telah mengkhianatinya, pasalnya saat ini Mario berencana untuk mendidik Bryan (yang di kira anaknya Davin) itu untuk melawan Davin dan mengambil alih kekuasaan organisasi Perlindungan.
'Anak Davin? Apa mungkin ini ada hubungannya dengan Bryan?' Batin Ayumi.
"Maksud kamu gimana, Niko?" Tanya Ayumi memastikan apakah benar kecurigaannya jika yang di maksud Niko adalah Bryan.
"Ah sudahlah, yang penting sekarang aku tahu jika kamu baik-baik saja. Oh ya kamu tinggal di mana?" Tanya Niko.
Mendengar pertanyaan Niko, Ayumi kelabakan bingung harus jawab apa, tidak mungkin kan jika Ayumi bilang tinggal di apartemen Jojo? Pasti yang ada Ayumi akan tamat riwayatnya saat ini juga.
'Bagaimana ini? Aku harus jawab apa?' Batin Ayumi.
"Apa kamu masih tinggal di apartemen lama kamu?" Tanya Niko.
"Iya, memangnya mau tinggal dimana lagi, gak mungkin kan aku tinggal di hotel, karena yang aku tahu hampir 90% hotel di Indonesia ini milik D.A group." Ucap Ayumi berbohong.
"Ternyata kamu cukup cerdas juga," Ucap Niko. Yang kemudian meminum minumannya yang belum lama di antar oleh pelayan cafe.
'Bagaimana caraku menanyakan tentang anak Davin yang di maksud Niko tadi? Kalau aku tiba-tiba menanyakan tanpa sebab, dia pasti akan curiga.' Batin Ayumi. Sambil mengaduk aduk minuman jusnya.
"Kamu kenapa? Apa kamu juga berpikir untuk membebaskan tuan Jirayu?" Tanya Niko yang melihat jika Ayumi sedang melamun.
Seakan tersadar akan lamunannya, Ayumi langsung menoleh ke arah Niko yang masih setia duduk di depannya. Entah kenapa Niko bisa berpikiran jika Ayumi ingin membebaskan Tuan Jirayu.
"Oh, aku hanya berpikir, apa kak Jirayu baik-baik saja? Ini sudah hampir enam bulan berlalu semenjak terjadinya tragedi di Spanyol waktu itu." Ucap Ayumi.
"Aku yakin jika Tuan baik-baik saja, karena waktu itu organisasi Perlindungan ingin meng-akuisisi semua organisasi naga emas, namun belum bisa. Mengingat jika Tuan Jirayu bukanlah ketua satu-satunya dari organisasi naga emas, dia hanyalah pion yang di gerakkan oleh orang yang tersembunyi di belakangnya selama ini." Ucap Niko.
'Apa?? Jadi kak Jirayu bukanlah ketua naga emas? Lantas siapa ketua naga emas yang asli.' Batin Ayumi.
"Jadi kak Jirayu bukan ketua naga emas? Kok aku baru tahu." Ucap Ayumi.
"Ketua naga emas di bagi dua, dan tuan Jirayu adalah ketua naga emas di kelompok Asia, bukan dunia. jika ingin meng-akuisisi naga emas, maka harus menangkap pemimpin naga emas dunia." Ucap Niko.
"Wah semakin membuatku bingung, lantas apa hubungannya dengan anak Davin yang kamu bilang tadi?" Tanya Ayumi.
"Anak kecil itu bernama Bryan, dan aku lihat dia bersama dengan istrinya Davin, pasti itu adalah anaknya, makanya aku menyuruh anak buah Mario menculik dia, dan menaruhnya di mansion Mario." Ucap Niko.
Seketika wajah Ayumi berbinar seolah mendapat jackpot, tanpa di sengaja dia mendapatkan informasi sepenting ini. Padahal sudah dua hari berlalu semenjak hilangnya Bryan, Ayumi membantu Jojo untuk mengumpulkan informasi.
Dan saat ini tanpa di mintanya informasi itu datang sendiri, mungkin faktor keberuntungan yang masih mengikutinya, sehingga hal ini bisa dengan mudah dia dapatkan. Tanpa menyia-nyiakan hal sepenting ini, Ayumi pun merekam semua pembicaraannya dengan Niko.
Bahkan Ayumi juga memancing dimana saat ini Niko tinggal, supaya Ayumi bisa memberi tahu kepada Davin atau pun Jojo. Dan akan menangkap Niko supaya tidak lagi membahayakan organisasi Perlindungan.
Bersambung...