She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
SAH!!



Sebentar lagi gadis pujaan hatinya akan resmi menjadi istrinya, membayangkan itu semua membuat jantung Arka berdetak kencang, seakan jantungnya ikut merasakan kebahagiaan seperti yang dia rasakan.


Mobil yang mereka tumpangi kini telah sampai di halaman depan istana Dafa, terlihat begitu banyak tamu yang sudah datang di sana.


Terlihat kesibukan Dafa, Risma, dan juga Ryo menyambut para tamu undangan yang datang. Memang sih bukan pesta pernikahan yang mewah, namun sekitar 400 an orang hadir dalam acara tersebut, belum termasuk anak-anak kecil yang hadir.


'Benar-benar sudah di rencanakan dengan matang oleh Papa, huft.' Batin Arka, ketika baru turun dari mobil.


Raut wajah penuh ketegangan mendominasi Arka saat ini, ya maklumlah karena ini adalah momen sakral bagi Arka, jadi dia pasti grogi sekaligus gugup. Di tambah tidak adanya persiapan sebelumnya, menambah rasa gugupnya.


"Kalian lama sekali?" Tanya Dafa saat mendekati mereka berempat, Arka terlihat tegang saat sudah sampai di rumah mewah tersebut.


Chika mendekati Risma, memeluk dan mencium pipi kanan dan kirinya, kemudian berdiri di samping Ryo dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Pengantin prianya ngajak debat Mulu Pa," Celetuk Alvin.


Duugghh!!


Arka menyikut kembali perut Alvin, kemudian melolot ke arahnya seakan Arka ingin supaya Alvin tidak bicara lagi saat ini, Alvin pun hanya meringis menahan sakit, namun di sisi lain Davin yang melihat hanya terkekeh dengan menutup mulutnya pakai telapak tangan.


"Kalian berdua berhutang penjelasan padaku," Ujar Arka.


"Udah sana kamu segera bersiap, pak penghulu sudah ada di dalam menunggu." Ucap Dafa yang menepuk bahu Arka dan menggiringnya untuk masuk ke dalam rumah.


Arka hanya mengangguk dan kemudian mengikuti langkah Dafa untuk masuk ke dalam rumah, dan memang benar jika pak penghulu beserta stafnya sudah ada di dalam.


"Apa ini pengantin prianya?" Tanya pak penghulu.


"Iya pak." Jawab Dafa.


Arka yang merasa menjadi target pertanyaan dari pak penghulu itu pun hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian Arka duduk di depan pak penghulu, Dafa dan Ryo menempatkan dirinya di belakang Arka. Sedangkan Risma dan Chika serta yang lain berada di belakang Dafa dan Ryo.


Tadi Risma sudah menyuruh sepupu Ara untuk menjemput Ara di ruang ganti, dan membawanya keluar jika ijab qobul telah terlaksana.


Setelah semua pemeriksaan berkas telah selesai, acara ijab qobul pun akan segera di mulai, Arka yang terlihat gugup kini berusaha keras untuk menutupi rasa groginya.


Suasana sakral saat ini kental terasa di saat Arka sudah berada di posisinya untuk pengucapan ijab qobul.


"Apa nak Arka sudah siap?" Tanya pak penghulu.


"Siap pak!" Jawab Arka mantan.


"Baiklah mari kita mulai ijab qobulnya."


Sebelum memulai ijab qobul, semua yang hadir termasuk Arka, mengucapkan dua kalimat syahadat, serta ber-istighfar, setelah itu barulah ijab qobul di lakukan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Shakira Asyika Artanegara binti bapak Daffa Artanegara dengan mas kawin satu set perhiasan berlian serta seperangkat alat shalat dibayar tunai!!" Ucap Arka begitu lantang dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi? SAH?" Tanya penghulu kepada para saksi.


"SAHHHH!!" Jawab para saksi.


"Alhamdulillah."


Kemudian acara itu pun di tutup dengan do'a dari pak penghulu, suasana khidmat begitu terasa saat ini, suasana sakral begitu kental.


"Baiklah, untuk pengantin wanita silahkan keluar, untuk bertemu dan berjabat tangan dengan sang suami." Ucap pak penghulu.


Tidak lama Ara pun keluar dari kamar tamu dengan di apit oleh dua orang gadis di kiri dan kanannya.


Wajah Ara terlihat begitu cantik bak bidadari yang turun dari surga, benar-benar cantik, sehingga membuat Arka tidak berkedip karenanya.


"Kamu sangat cantik, Baby." Ucap Arka.


Mendengar pujian Arka membuat Ara menjadi bersemu merah di kedua pipinya. Namun kemudian Ara duduk di depan Arka, lalu mencium punggung tangan Arka yang kini sudah SAH menjadi suaminya.


Dengan tersenyum bahagia Arka mengecup kening Ara, setelah itu Arka menyerahkan mas kawin yang tadi disebutkan di saat ijab qobul, yaitu satu set perhiasan berlian dan seperangkat alat shalat.


Dari kejauhan terlihat sepasang kekasih yang memang sudah berencana untuk menikah, pandangan matanya fokus ke arah Ara dan Arka.


"Kak Jo, apa seperti ini pernikahan yang terjadi di Indonesia?" Tanya Ayumi.


"Ya begitulah, ada juga pernikahan yang di lakukan di gereja," Jawab Jonathan. "Apa kamu sudah siap menikah sekarang, Hem?" Goda Jojo.


"Emangnya boleh begitu?" Tanya Ayumi polos.


"Kalau kamu mau sih boleh-boleh aja," Jawab Jojo asal dengan mengacak pucuk rambut Ayumi.


"Gak ah, ini kan acaranya Ar, kita gak boleh ganggu acara mereka kak." Ucap Ayumi dengan melingkarkan tangannya di lengan Jojo, bergelayut manja.


"Wah-wah sweetnya calon istriku, begitu cantik dan imut." Ucap Jojo dengan mencubit hidung Ayumi.


"Kakak, kebiasaan sekali, udah sukanya main cium sembarangan, eh ini sekarang malah di tambah cubit hidung sembarangan." Ucap Ayumi dengan ngedumel kesal.


"Hahaha, besok-besok aku jamin akan lebih dari itu, Yumi." Ucap Jojo tergelak tawanya.


Ayumi yang kesal mengerucutkan bibirnya ke depan, terlihat jelas jika saat ini Ayumi sedang kesal.


"Kalian berdua ini pacaran aja kerjanya, awas ada setan lewat bisa bahaya lho bang." Ucap Syifa yang menghampiri mereka berdua.


Jojo dan Ayumi menoleh ke arah Syifa yang menghampirinya, kemudian keduanya menyunggingkan senyum, Ayumi melepaskan pegangan tangannya dari lengan Jojo.


"Iya dek, setannya kan kamu." Celetuk Jojo tanpa dosa.


"Abang ih, enak aja," Ucap Syifa sambil cemberut. "Berarti Abang itu abangnya setan dong." Ucap Syifa lagi.


"Dasar luu, mau jadi adik durhaka?" Ucap Jojo.


Ayumi yang melihat itu hanya terkekeh, sambil menahan tawanya, karena bagi Ayumi kehangatan antara Jojo dan adiknya, tidak pernah dia temukan dalam dirinya dan Jirayu.


Karena Jirayu hanya menyuruhnya untuk pandai bela diri, dan mengikuti perintahnya tanpa bantahan. Dan di saat di Jakarta lah Ayumi merasa bebas berbuat apapun semaunya, karenanya Ayumi lebih sering berkunjung ke Indonesia, tepatnya di Jakarta.


"Abang yang mulai duluan ya, jadi Abang yang akan jadi Abang durhaka." Ucap Syifa cemberut sambil menggandeng tangan Ayumi.


"Si Mei kemana? Kok kamu sendirian aja." Tanya Jojo.


"Noh, dia lagi sama temannya, mereka kelihatannya sangat akrab, apa Abang kenal siapa dia?"


Ucap Syifa sambil menunjuk ke arah Meisya yang asyik ngobrol dengan Rey, bahkan kedua orang itu terlihat akrab.


"Oh, itu anaknya om Danang, aku gak begitu kenal sama dia, cuma beberapa kali kami pernah bertemu." Ucap Jojo.


Syifa hanya menjawab dengan anggukan sambil mulutnya yang membentuk huruf O, sepertinya Syifa paham dengan maksud abangnya.


Kini acara telah berganti dengan tema ulang tahun Ara, banyak yang memberikan ucapan selamat kepada Ara atas bertambahnya usia sekaligus untuk pernikahannya.


Bersambung