She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Sekilas tentang Arka.



Alvin melihat suara langkah kaki anak kecil yang sedang berlari ke arahnya dan Nabila. Sehingga Alvin melepas pelukannya.


"Papaaaa." Teriaknya dengan riang.


"Yee jagoan Papa sudah ganteng, sini peluk Papa dulu." Ucap Alvin yang merentangkan tangannya supaya Bryan menghampirinya dan memeluknya.


Dengan tertawa bahagia Bryan memeluk Alvin, seakan ingin bermanja dengan papanya, melihat hal itu Nabila tersenyum bahagia. Dan inilah keluarga kecil bahagia yang di dambakannya dari dulu, mengingat Nabila adalah seorang yatim piatu.


*************************


Setelah sampai di rumah Soraya, kini Davin menyiapkan mentalnya untuk bertemu dengan Kinan palsu, dan sebaik mungkin Davin harus menunjukkan bahwa dia tidak curiga sedikit pun padanya.


"Pagi Ma." Sapa Davin pada Soraya yang sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi Dave." Ucap Soraya singkat.


Davin benar-benar merasa aneh dengan sikap mertuanya tersebut, karena tidak seperti biasanya yang hangat dan banyak bicara, ini terkesan lebih banyak diam dan seperti menyembunyikan sesuatu.


"Ma, mana Kiki? Kenapa dia tidak kelihatan?" Tanya Davin.


"Dia-dia mungkin di kamarnya." Ucap Soraya dengan sedikit gugup.


Seakan paham dengan sikap Soraya, Davin pun menghampirinya, memegang tangannya dengan lembut, seakan Davin ingin agar Soraya tenang dan tidak takut, karena Davin sangat yakin jika Soraya mengetahui sesuatu.


"Apa Mama mengetahui sesuatu?" Tanya Davin.


Bukannya menjawab, Soraya semakin terlihat takut dengan pandangannya yang melirik ke arah kamar Kinan (versi Catty), untuk memastikan keberadaan Kinan palsu, apakah dia sudah keluar atau belum.


"Jangan takut Ma, bicaralah." Ucap Davin lembut.


Setelah menghela nafas panjangnya, Soraya memulai menceritakan semua yang dia ketahui, mendengar cerita Soraya darah Davin mulai mendidih, terlihat jelas di raut wajahnya jika saat ini Davin sedang menahan amarah yang sangat besar.


"Jadi istriku di culik wanita brengsek itu." Gumam Davin dengan menahan amarahnya.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan, Dave?" Tanya Soraya dengan terlihat cemas.


"Mama jangan khawatir, aku sudah menggerakkan beberapa orang untuk menemukan keberadaan Kiki." Ucap Davin.


Dan dari cerita Soraya juga, akhirnya informasi keberadaan Kinan sudah ada titik terang, yaitu di Spanyol. Seakan Davin ingin sekali terbang ke Spanyol untuk membawa Kinan kembali pulang.


"Hay sayang, kenapa tadi malam tidak pulang?" Tanya Kinan palsu tiba-tiba yang baru keluar dari kamarnya. Dan berjalan mendekat ke arah Davin yang sedang terlihat berbicara dengan Soraya.


Mendengar suara tersebut, kedua orang itu menetralkan kembali ekspresinya supaya Kinan palsu tidak curiga. Soraya yang sudah mendapat penjelasan dari Davin pun mengikuti perkataan Davin. Supaya bersandiwara dengan baik di depan Kinan palsu selama Kinan anaknya belum di bawa pulang ke Indonesia.


"Kamu sudah bangun sayang, maaf semalam aku harus lembur dan meeting dengan Al juga, makanya aku ketiduran di kantor, apa kamu tidak bekerja hari ini?" Tanya Davin.


"Bagaimana mungkin aku bekerja lagi di sana, kamu kan suamiku, pasti dong manager restoran itu tahu kenapa aku tidak masuk kerja." Ucap enteng Kinan (versi Catty).


'Cih, Kinanku bukan seperti ini, dasar pemalas.' Batin Soraya.


Davin yang mendengar ucapan Kinan palsu itu hanya tersenyum, dengan tatapan mata yang sulit di artikan. Dan dengan penolakan pelan ketika Kinan palsu itu bergelayut di lengannya.


"Aku mandi dulu ya, karena harus berangkat lagi ke kantor." Ucap Davin pelan pada Kinan (versi Catty).


"Hem, baiklah, sebaiknya suamiku nyari uang yang banyak biar semakin bahagia akunya." Ucap Kinan (versi Catty) dengan senyum bahagianya.


Davin hanya mengangguk dan tersenyum, Soraya yang melihat itu merasa kesal dan ingin sekali mencabik-cabik mulut wanita yang ada di depannya tersebut.


Setelah selesai mandi, Davin menuju ke meja makan untuk menikmati Sarapan bersama, Kinan palsu itu terlihat ingin sekali mencuri perhatian dari Davin. Namun Soraya yang mengetahui hal itu dengan segera mengambilkan sarapan untuk Davin.


"Kamu duduk saja, biar mama yang mengambilkan sarapan buat Dave." Ujar Soraya.


"Baiklah Ma." Ucap Kinan (versi Catty)


"Biarkan saja, mama kan emang dari dulu begitu, kenapa kamu cemberut?" Tanya Davin bersikap lembut agar wanita itu tidak curiga.


"Iya juga sih." Ucap Kinan palsu.


'Ck, dasar wanita ular, bisa-bisanya dia mengambil posisi anakku, aku tidak akan membiarkan itu terjadi.' Batin Soraya sambil mengambilkan sarapan roti bakar buat Davin.


"Ini Dave, segeralah untuk sarapan, nanti kamu terlambat ke kantor, sebagai pemimpin kamu harus jadi contoh yang baik buat bawahanmu." Ucap Soraya. Sebenarnya bukan maksud mengusir Davin, namun Soraya hanya tidak mau menantunya itu terlena oleh pesona Kian palsu.


"Baiklah Ma." Ucap Davin.


Lalu dengan segera Davin menghabiskan roti bakar selai coklat itu dengan cepat, dan Davin juga tahu apa maksud dari Soraya tadi yang ingin supaya dia segera ke kantor.


'Mama tenang saja, ini tidak akan berlangsung lama.' Batin Davin.


Setelah memakan sarapannya, Davin pun bergegas untuk ke kantor, supaya Kinan palsu tidak curiga, Davin pun mengecup keningnya sekilas lalu memasuki mobilnya.


Soraya pun membereskan bekas sarapan mereka, dan mencucinya di dapur, Kinan palsu itu beranjak menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.


***************************


Di Apartementnya Arka tidak bisa berpikir jernih saat ini, Dia merasa sangat gelisah dengan misi yang di berikan oleh Dafa, dan karena hal itu pula semalaman Arka tidak bisa tidur.


"Apa mungkin ini cara yang tepat? atau ini akan jadi jawaban jika Ara tidak mencintaiku, huft!! Aku belum siap menerimanya jika Ara tidak menerimaku lagi di hatinya." Gumam Arka.


Dengan perlahan Arka menyambar anggur di meja dan menuangkannya ke dalam gelas, lalu Arka neneguknya sedikit, dan kembali meletakkan gelas berisi anggur itu di meja. Sungguh pikirannya saat ini sedang kacau.


Drrtt.. ddrrtt..ddrrtt..


Ponselnya bergetar tanda panggilan masuk, sekilas Arka melirik siapa yang menghubunginya, ternyata nama Sean yang muncul di sana.


"Ya Hallo, ada apa, Sean?" Tanya Arka tanpa basa-basi.


"Maaf mengganggu istidahat anda Boss, saya mendapat informasi jika ada sesuatu hal yang menimpa Nona muda Kinan." Ucap Sean.


"Kinan? Kinan kenapa?" Ucap Arka terkejut dengan berita yang di dengarnya.


Akhirnya Sean menceritakan perihal Kinan yang di culik, namun ada seseorang yang mirip dengan Kinan menggantikan posisinya saat ini, walau pun Davin sudah mengetahuinya, namun saat ini Davin dan Alvin tidak bisa melakukan apa-apa, karena tidak menutup kemungkinan jika ada mata-mata yang mengawasi gerak-gerik mereka berdua, apa lagi keberadaan Kinan masih belum ketemu.


Dan itu kenapa Sean menghubungi Arka saat ini, karena Arkalah yang mungkin bisa secara diam-diam menggerakkan anak buahnya, walau pun X sedang memantau, namun di bandingkan dengan Arka, maka lebih luas kuasa Arka untuk melakukan pergerakan.


"Kamu kirimkan saja lokasi terakhir dimana Kinan saat ini, aku akan membereskan masalah ini diam-diam tanpa jejak, siapa pun yang berusaha mengganggu keluargaku, maka jangan harap bisa hidup dengan damai." Ucap Arka.


"Baik Boss, saya akan kirim sinyal terakhir Nona muda." Ucap Sean.


Lalu Arka menutup panggilannya, lalu dia menghubungi seseorang yang sudah pasti bisa di andalkan saat ini untuk mencari informasi. Lalu setelah itu Arka beranjak keluar Apartementnya menuju ke bandara.


☆Bersambung☆