She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Misi done



Bahkan kini semua area itu telah di kepung, anak buah Tuan Jirayu telah menyerahkan diri ke pada musuh. Alvin, Arka dan Jojo melangkah menuju ke arah suara yang telah menantang Tuan Jirayu.


"PAPA!!" Ucap Alvin.


"Om Dafa!!" Ucap Arka dan Jojo kompak.


Alvin yang tidak menyangka jika Dafa yang datang tentu saja sangat terkejut, begitu juga dengan Jojo dan Arka, mereka saling pandang satu sama lain, seakan masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Bagaimana bisa Dafa Artanegara berada di Spanyol? Apakah ini mimpi? Terus bagaimana bisa Dafa tahu soal markas Tuan Jirayu? Ah sudahlah, bagaimana Dafa tahu semua itu tidaklah penting, karena kalian pasti tahu jika Dafa adalah mantan ketua mafia dunia, jadi banyak sekali mata-mata dia kalau hanya untuk sekedar melaporkan hal ini.


"Maafkan Papa datang terlambat." Ucap Dafa yang kemudian mendekati Alvin dan kawan-kawan. Kemudian menepuk pundak Alvin dua kali.


"Om datang tepat waktu, sekarang biar Arka yang mencari Tuan Jirayu, karena Arka yakin dia belum lari jauh." Ucap Arka.


Dafa hanya mengangguk pertanda setuju, lalu Dafa menaiki anak tangga menuju ke lantai dua, karena Dafa yakin jika masih ada anak buah Tuan Jirayu di lantai dua. Dengan di ikuti oleh beberapa anak buahnya dan juga Alvin, Dafa menjelajahi seisi lantai dua.


"Drap drap drap." Suara langkah kaki mereka semua yang menuju ke kamar dimana Niko dan Ayumi berada saat ini.


"Daf-Dafa, sang legend dunia hitam telah kembali?" Gumam Niko yang melihat Dafa dan yang lainnya mendekatinya.


Ayumi melihat ke arah yang di maksudkan oleh Niko, beberapa orang datang mendekati mereka berdua, termasuk juga Cathy masih tidak sadarkan diri di ranjang.


Niko berlari ke arah Cathy yang sedang terbaring di atas ranjang, dia berpikir akan menjadikan Cathy yang menurutnya adalah Kinan itu sebagai sandera.


"Ja-jangan mendekat!! Atau aku habisi wanita ini!" Ancam Niko.


Dafa dan Alvin saling pandang, kemudian mereka berdua mendekati Niko yang gemetar memegang pistolnya. Niko terlihat panik dan ketakutan, apalagi saat ini beberapa anak buah Dafa sudah mengelilinginya yang sedang menodongkan pistol ke arah Cathy atau Kinan palsu.


"Crek crek, Ddoooorrr!!"


Tanpa aba-aba Alvin langsung menembak Cathy yang masih belum sadar tersebut, Dafa hanya menyeringai senyum misterius.


Sedangkan Niko terduduk lemas melihat Alvin menembak wanita yang ada di hadapannya, darah segar membasahi kasur tersebut. Ayumi yang melihat kejadian itu tidak takut sama sekali, karena dia sudah sering melihat pembantaian yang dilakukan oleh Tuan Jirayu di ruang penyiksaan.


'Dia benar-benar iblis berwujud manusia, bagaimana bisa dia membunuh saudara iparnya sendiri.' Batin Niko.


"Bawa dia ke markas kita." Ucap Alvin pada anak buahnya. Kemudian dia berjalan mendekati Ayumi.


"Makasih atas kerjasamanya, dan aku pastikan kamu akan segera menjadi nyonya Jonathan, hahaha." Ucap Alvin dengan menepuk pundak Ayumi.


"Kamu harus sopan denganku adik ipar." Ucap Ayumi.


Dafa sedikit bingung dengan pemandangan didepannya itu, walaupun dia sudah mendapatkan informasi tentang Ayumi yang memang bekerjasama dengan Alvin, namun untuk soal hubungan dengan Jonathan, mungkin Dafa melewatkan sesuatu.


Mereka semua masih menyusuri lantai atas, jangan harap kali ini anggota organisasi naga emas akan lolos dengan mudah, mereka telah membangunkan singa yang telah tertidur selama tujuh tahun, bagaimana mungkin akan lepas begitu saja.


Sedangkan Sean dan Jojo membereskan kekacauan di bawah, para anak buah Tuan Jirayu di kumpulkan menjadi satu untuk di jadikan sandera.


Setelah urusan di lantai bawah selesai, Jojo mencari keberadaan Ayumi saat ini, karena Jojo khawatir dengan kondisi gadis itu. Entah benar-benar khawatir atau memang Jojo sudah jatuh cinta pada gadis itu, hanya Jojo dan Tuhan yang tahu.


"Om Dafa, Al, bagaimana dengan mereka semua?" Ucap Jojo yang kini telah berhadapan dengan Dafa.


"Biar aku yang urus mereka." Ucap Alvin. Lalu Alvin berjalan menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah. Walaupun tubuhnya masih banyak luka, namun tidak menghalanginya untuk melakukan tugas sampai tuntas.


"Kak, dia siapa?" Bisik Ayumi.


"Nanti aku ceritakan padamu." Jawab Jojo dengan berbisik pula.


Setelah semua telah beres Jojo dan Ayumi turun kebawah, semua kekacauan telah teratasi dengan baik, dan hanya sedikit korban jiwa di pihak Alvin dalam kejadian ini.


Namun keberadaan Tuan Jirayu masih belum di temukan, padahal tidak mungkin bagi Tuan Jirayu bisa keluar dari tempat itu hidup-hidup.


"Brengsek!! Kemana perginya dia?" Ucap Arka yang belum menemukan keberadaan Tuan Jirayu.


"Sret sret sret." Sabetan senjata tajam berulang kali di arahkan kepada Arka, sabetan pertama berhasil melukai lengan Arka, namun untung saja Arka sangat lihai dan juga peka dengan kedatangan musuhnya. Jadi dengan secepat kilat Arka menghindari serangan tersebut, walaupun sedikit terlambat.


"DAMN IT!! Berani-beraninya kamu menyerangku dari belakang." Umpat Arka dengan penuh emosi. Ketika mendapati Tuan Jirayu menyerangnya dengan membabi-buta.


"Hiyyaaatt. Swosh swosh swosh."


Senjata tajam berbentuk pedang panjang itu, lagi-lagi hanya mengenai udara, karena Arka sangat cepat mengindari serangan tersebut. Tuan Jirayu seakan tidak mau menyerah begitu saja pada musuh.


"BRENGSEK!! Buuggg buuuggg." Teriak Arka, kemudian dengan gerakan bagai kilat, dia sudah mengunci pergerakan Tuan Jirayu, karena salah satu tangan Tuan Jirayu terluka, makanya hal itu lebih mudah.


Setelah menghindari serangan dari Tuan Jirayu yang menggunakan senjata tajam berbentuk pedang panjang itu, gerakan Arka yang sulit di tebak, kini justru menendang dada Tuan Jirayu dua kali.


Dengan salah satu tangannya mencengkram pergelangan tangan Tuan Jirayu yang menggenggam pedangnya, bahkan kini Arka telah mengambil alih pedang tersebut.


Melihat Tuan Jirayu yang sudah jatuh tersungkur dilantai, Arka mengacungkan senjata tajam itu ke arah Tuan Jirayu. Raut wajah tidak mengenal kata takut, ataupun menyerah tergambar jelas di wajah Tuan Jirayu.


Pandangan matanya seakan masih belum menyerah sedikit pun, bahkan seakan ingin menantang Arka yang telah di kuasai oleh emosi.


"Cepat jalan!!" Ucap Arka memaksa Tuan Jirayu untuk jalan menuju ke ruang utama, karena di sana sudah berkumpul semuanya.


Tuan Jirayu tidak punya pilihan lain, dengan memegang tangannya yang terkena tembakan tadi, Tuan Jirayu berjalan mengikuti arahan dari Arka.


Arka mengabaikan lengannya yang terus mengeluarkan darah segar akibat sabetan pedang Tuan Jirayu, walaupun sebenarnya sangat sakit bahkan pedih, namun Arka terlihat tenang dalam situasi itu.


Sesampainya di ruang utama, semua bahkan telah berkumpul, termasuk Niko yang kini telah di sandera oleh Dafa. Wajah keterkejutan Tuan Jirayu terlihat begitu jelas, karena tadi dia belum sempat bertemu dengan Dafa sudah menyelamatkan diri.


"Dafa sang legend yang terkenal itu? Hahaha," ucap Tuan Jirayu.


Dafa hanya tersenyum geli menanggapi sikap Tuan Jirayu yang telah kalah telak tersebut.


"Sean, segera bawa Al dan Arka ke rumah sakit sebelum pendarahannya begitu banyak." Perintah Dafa pada Sean. Karena memang Alvin saat ini sedang mengalami luka-luka begitu juga dengan Arka.


"Baik Tuan besar." Jawab Sean.


Dengan segera Sean melaksanakan tugasnya, dengan di bantu oleh Jojo, serta Ayumi yang menemaninya.


Bersambung...


Jangan lupa untuk memberikan like komen dan juga vote nya ya, biar ayyu makin semangat ngetiknya..


selamat membaca dan makasih sebelumnya, LOVE YOU ALL..