She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Rencana perjalanan ke Bali.



Lima bulan kemudian..


Kinan dan Nabila sepakat untuk pergi ke mall, dengan di temani oleh salah satu baby sitter yang menjaga Erick, serta di temani juga oleh maid, supaya ada yang membantu membawa belanjaan nantinya.


Mereka sepakat untuk belanja keperluan calon Baby nya Kinan yang sebentar lagi akan lahir. Apalagi hasil dari USG Dokter mengatakan jika anaknya Davin-Kinan berjenis kelamin perempuan, jadi sekarang bisa di siapkan dari sekarang.


Kabar baiknya lagi adalah bahwa calon baby girl itu kembar, mengikuti gen dari Davin yang memang kembar dengan Alvin. cuma bedanya calon baby Kinan di perkirakan kembar tiga. Wah pasti akan sangat ramai nanti di rumah Davin.


Perasaan bahagia seakan melengkapi keindahan keluarga Davin-Kinan, setelah penantian selama tujuh tahun lamanya, kini sekali Kinan hamil adalah hamil anak kembar tiga, Kebahagiaan tak terduga ini tentu saja sangat di nantikan oleh Davin dan Kinan.


"Ki, kita lihat ke sana yuk, kelihatannya bagus-bagus baju babynya." Ajak Nabila yang menggandeng tangan Kinan. Karena perut nya yang udah terlihat buncit, membuat Kinan kesulitan untuk gerak cepat.


"Yuk,"


Dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya, Kinan mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Nabila, baby sitter dan maid mengikuti dari belakang.


Baik Nabila atau Kinan sangat antusias dengan baju yang mereka pilih, baju anak perempuan yang sangat lucu dan imut. Bahkan Kinan dapat membayangkan jika anak-anak nya nanti memakai baju itu, alangkah terlihat lucu nantinya.


"Bagaimana dengan yang ini, Billa?" Tanya Kinan dengan menunjukkan beberapa baju anak perempuan kepadanya. Nabila menoleh dan melihat apa yang di pegang oleh Kinan.


"Wow, lucu sekali, jadi ingin anak perempuan yang lucu-lucu." Ucap Nabila terdengar bahagia. "Kita ambil aja, mbak tolong carikan model yang sama tiga pasang ya." Ucap Nabila meminta pegawai di situ untuk membantu mencarikan model yang sama.


"Baik Nona." Ucap pegawai itu.


Lalu pegawai itu pun membantu mencari model yang sama dengan yang mereka pilih. Lalu mereka melanjutkan memilih ke sepatu baby, serta berlanjut ke boks baby.


Akhirnya Kinan yang terlihat kelelahan pun memilih untuk duduk di sebuah sofa yang memang sudah di sediakan oleh sang pemilik butik tersebut.


"Kamu duduk aja di sini, biar aku saja yang pilihkan untukmu." Ucap Nabila.


"Makasih Billa," Ucap Kinan.


"Sama-sama, udah kamu terima beres aja." Ucap Nabila.


Kemudian Nabila meninggalkan Kinan sendirian, dengan di temani oleh baby sitter dan Erick bersamanya.


"Sus, tolong belikan air mineral sebentar, biar Erick aku yang jaga." Ucap Kinan.


"Baik Nona."


Baby sitter itu pun menitipkan Erick yang sedang tidur di baby stroller, kemudian dia keluar dari butik menuju ke sebuah penjual minuman air mineral yang ada di mall.


"Erick pulas banget tidurnya." Ucap Kinan sambil mengelus kepala Erick.


Senyum Kinan terus terlihat mengembang di sudut bibirnya, betapa kebahagian ini terasa tidak ingin berakhir. Kehangatan keluarga yang sangat di dambakannya selama ini.


Karena memang yang selalu ada buat Kinan adalah hanya sosok ibunya, tanpa adanya kehangatan kasih sayang dari sosok sang Papa, karena papanya yang selalu berbuat kejahatan, dan hampir saja menjualnya, membuat Kinan tidak dekat dengan sang Papa.


Dan Kinan tidak ingin itu terjadi kepada anak-anaknya nanti, dan Kinan begitu beruntung ternyata Davin sosok lelaki yang sangat sayang kepadanya, apalagi selama Kinan hamil, Davin selalu ada untuknya.


"Ini nona air mineral yang Nona minta." Ucap baby sitter.


"Makasih sus." Ucap Kinan.


Kemudian Kinan membuka tutup botol dan meminumnya hingga tinggal separuh botol. Pandangan mata Kinan terus melihat ke arah Nabila yang sibuk memilih baju baby atau pun keperluan yang lainnya.


Dan setelah selesai membeli semua yang diinginkan, Nabila kemudian membayarnya memakai kartu kredit, dan meminta pegawai toko untuk mengirimkan ke alamat rumah Davin.


***********************


Selama lima bulan ini tidak ada tanda-tanda akan teror dari Mario, bahkan keberadaannya sampai saat ini belum diketahui di mana. Waktu yang di minta oleh Davin untuk menangkap Mario hanya tinggal sebulan ini.


Perjanjiannya dengan Jojo adalah Davin akan menangkap Mario dengan tenggang waktu selama 6 bulan, dan ini tinggal 1 bulan terakhir dari waktu perjanjian yang telah ditentukan bersama Jojo.


"Bagaimana Apa sudah ada perkembangan tentang keberadaan Mario saat ini?." Tanya Davin.


"Ini informasi dari X coba kamu lihat dulu." Ucap Alvin ketika mereka di kantor.


Dengan segera Davin menerima amplop coklat pemberian dari Alvin, kemudian membukanya, Davin membaca detail laporan yang di serahkan Alvin kepadanya.


"Bali??" Tanya Davin seakan tidak percaya. Dia melihat ke arah Alvin seolah ingin memastikan akan keakuratan informasi itu.


"Yaps, menurut informasi dari orang-orang X, saat ini Mario ada di Bali." Ucap Alvin. "Dan dari laporan yang aku terima jika Mario akan pergi ke pelelangan pasar gelap di sana, Mario sedang mengincar formula blue di sana."


"What?? Formula blue?? Apa kamu sudah bangkrut sehingga berniat melelang formula blue di pasar pelelangan." Ucap Davin dengan nada sedikit meninggi, terlihat emosi.


Alvin menyipitkan matanya dan menatap ke arah Davin. Bagaimana bisa saudara kembarnya ini bisa berpikiran seperti itu.


"Aku masih waras Dave, untuk apa aku menjualnya." Ucap Alvin kesal.


"Lantas?"


Davin memang penasaran dengan maksud perkataan Alvin, kalau bukan dia yang ingin melelang formula blue lantas siapa lagi? Karena setahu Davin formula blue adalah senjata utama organisasi Perlindungan dan tidak mungkin itu akan dijual bebas.


"Ck, tumben sekali saudara kembarku ini terlihat bodoh." Ucap Alvin dengan senyum mengejek.


"Sudahlah Al, jangan bertele-tele, katakan apa maksud kamu?"


"Ada salah satu penghianat di laboratorium, dan dia berniat untuk mencuri dan menjual formula blue dengan harga yang begitu fantastis di pelelangan yang ada di Bali." Jelas Alvin.


"Oh shit!!" Davin terlihat emosi. "Kamu tahu siapa orangnya?"


"Tenanglah Dave, aku akan memancing Mario keluar dari sarangnya melalui orang yang telah berani berhianat kepada kita." Ucap Alvin.


"Baguslah kalau begitu, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui." Ucap Davin. "Apa perlu aku turun tangan sendiri ke Bali?" Tanya Davin.


"Are you crazy? Apa kamu lupa jika Kinan saat ini sedang hamil?" Ucap Alvin.


"Astaga!!" Ucap Davin menepuk keningnya sendiri, bagaimana dia bisa lupa jika saat ini sang istri sedang hamil, bahkan kehamilan Kinan sudah memasuki bulan ke tujuh.


"Sebaiknya kamu menjaga Kinan dengan baik, karena aku sudah memerintahkan Rangga untuk pergi ke Bali menyelidiki tentang ini." Ucap Alvin.


"Ok ok, baiklah, aku akan mengikuti rencanamu." Ucap Davin.


Rangga pertama kalinya mendapatkan tugas dari Alvin untuk ke Bali melakukan perjalanan bisnis, walaupun masih baru bergabung dengan D.A atau A.J group namun tidak membuat Rangga kesulitan melakukannya.


Karena sebelumnya Rangga memang pernah membantu perusahaan orangtuanya. Selama perjalanan Rangga di temani oleh Sean salah satu orang kepercayaan Davin, dan juga Tania.


Perjalanan bisnis kali ini adalah menghadiri pelelangan, dan yang menjadi target adalah siapapun yang membeli formula blue, harus di habisi, begitulah perintah dari ketua mafia dunia, yang sekaligus adalah sahabatnya sendiri.


Bersambung