
Semua anak buahnya seakan tidak terima jika Alvin mendapat tamparan, ketika anak buahnya akan maju membela Alvin, sebuah tembakan peringatan di lakukan oleh Niko.
"Jika kalian berani mendekat, maka kepala sang ketua mafia dunia sebagai taruhannya." Ancam Niko.
Seketika anak buah Alvin terpaku diam di tempatnya, mereka semua sangat menyesalkan sikap Alvin yang hanya diam saja ketika mendapat tamparan keras dari Tuan Jirayu.
Namun di balik itu semua, mereka yakin jika sang ketua mafia dunia punya rencana sendiri, Jojo yang memang telah menyiapkan sebuah rencana dengan Ayumi, hanya menunggu waktu yang tepat saja.
Memang Jojo tadi sebelum memasuki markas Tuan Jirayu, sudah memberikan kabar pada Ayumi, dan Jojo sudah kompak akan melakukan drama dengan Ayumi. Tunggu saja saat yang tepat untuk melakukannya.
"Kakak, kakak, kak Jirayu, wanita itu sedang mengamuk, dia tidak dapat dikendalikan lagi." Teriak Ayumi sambil berlari mendekati ke arah sumber kericuhan.
Degg!!
Mendengar teriakkan Ayumi, Tuan Jirayu sangat terkejut, apalagi saat ini Alvin and the Genk sudah ada di depannya, tidak akan mungkin lagi bagi Tuan Jirayu mengelak jika Kinan sedang dalam kondisi tidak sehat.
"KEPARAT!! Kamu apakan wanita itu? Sehingga dia sampai mengamuk?" Ucap Tuan Jirayu yang terbawa emosi, sehingga memarahi Ayumi.
Niko yang mendengar emosi Tuan Jirayu, akhirnya menurunkan pistolnya, dan kemudian berlari menuju ke kamar Kinan palsu tadi berada. Langkah kaki Niko belum juga sampai di kamar Kinan palsu, keributan kembali memanas di bawah.
Karena teriakan dari Ayumi tadi, membuat konsentrasi para anak buah Tuan Jirayu terpecah, sehingga membuat pengamanan mereka menjadi longgar, dan kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Alvin.
"Kamu berani menyakiti Kinan kami, sama saja kamu sedang menyalakan genderang perang dengan kami Tuan Jirayu yang terhormat." Ucap Alvin dengan gerakan secepat kilat menyandera Tuan Jirayu, dengan menaruh pisau kecil di leher depan Tuan Jirayu.
Semua anak buahnya terkejut dengan tindakan Alvin yang di luar dugaan mereka semua, namun seringai senyum sinis terlihat di wajah Arka dan Jojo.
"Lepaskan senjata kalian semua di lantai, atau aku akan menggorok leher Tuan kalian dengan mudah." Ancam Alvin.
Tuan Jirayu memberikan kode pada anak buahnya untuk melakukan apa yang di minta oleh Alvin. Bahkan Niko pun tak luput dari hal itu, dia melempar senjata api itu ke lantai, kemudian dia melangkah turun menuju ke lantai bawah.
Tanpa berpikir panjang lagi, semua anak buah Tuan Jirayu melempar senjata api itu ke lantai, dan dengan cepat anak buah Arka mengambil alih posisi.
"Cepat bawa kemari Kinan kami, atau aku tidak akan mengampuni nyawamu Tuan Jirayu." Ucap Alvin.
Tujuan Alvin melakukannya adalah supaya Alvin bisa mengelabuhi musuh, supaya Tuan Jirayu percaya jika Kinan yang ada bersamanya adalah asli. Namun jikalau Tuan Jirayu benar-benar melepaskan Kinan palsu itu, maka Alvin akan menghabisi nyawa Cathy atau Kinan palsu itu di luar markas Tuan Jirayu.
"Niko!! Bawa wanita itu kemari." Ucap Tuan Jirayu, tidak tergambar ketakutan sama sekali di raut wajahnya. Tuan Jirayu terlihat begitu tenang.
Niko berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua dengan di kawal oleh salah satu anak buah Alvin, Niko mengedarkan pandangan matanya ke seluruh penjuru rumah tersebut, entah apa yang sedang di carinya saat ini.
Yang jelas ini pasti pertanda tidak baik untuk Alvin dan kawan-kawan. Kalian jangan lupa jika ini adalah markas musuh, pastinya Niko sudah mempunyai rencana untuk melakukan serangan balik.
Sesampainya di depan kamar tempat Kinan palsu berada, Niko pun masuk, di dalam Ayumi sedang berusaha menenangkan Kinan palsu atau Cathy.
Melihat Niko yang barusan masuk, Cathy berlari menghampiri Niko dan memeluknya, seakan dirinya sedang meminta pertolongan, Niko sempat mengerutkan keningnya karena heran dengan sikap Kinan palsu tersebut.
"Ayo jalan, orang-orangmu sudah menunggu di bawah." Ucap Niko.
Mendengar hal itu tentu saja Cathy atau Kinan palsu tersebut menggelengkan kepalanya, dengan pandangan mata penuh permohonan pada Niko, seolah-olah dia tidak mau untuk di bawa turun ke bawah.
'Davin pasti sudah menyuruh orang untuk melakukan ini, jika aku di bawa oleh orang-orang organisasi Perlindungan, maka sudah jelas tamatlah riwayatku.' Batin Cathy.
Niko semakin bingung dengan sikap wanita yang ada di depannya saat ini, bukankah seharusnya dia dengan senang karena suaminya telah datang menjemputnya? Tapi kenapa dia justru seakan ketakutan.
"Ayumi bantu aku untuk bawa dia ke bawah." Ucap Niko
"Iya." Ucap Ayumi.
Cathy berusaha mati-matian untuk melepaskan diri dari Niko, supaya Niko tidak membawanya ke lantai bawah. Namun usahanya sia-sia, karena Niko dan Ayumi dengan mudah mengunci pergerakannya.
Niko pun menyeret Cathy atau Kinan palsu untuk turun ke lantai bawah, semua orang yang ada di lantai bawah melihat ke arah tangga, memperhatikan Niko yang memaksa Cathy untuk turun.
"Kiki, kemarilah, sekarang kamu aman." Panggil Arka,
Namun bukannya mendekat ke arah Arka, Cathy atau Kinan palsu tersebut menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tentu saja itu membuat Tuan Jirayu mengerutkan keningnya heran.
'Kenapa wanita itu malah tidak mau ketika di jemput oleh orang organisasi Perlindungan, apa mungkin jika dia sedang berantem dengan suaminya itu, sehingga tidak ingin pulang.' Batin Tuan Jirayu.
Karena Cathy yang terus-menerus bergelayut di lengan Niko dan menolak untuk mendekat ke arah Arka, membuat Arka hilang kesabarannya, dia menarik tangan Kinan palsu tersebut dengan paksa.
"Kamu kenapa Kiki? Apa yang mereka lakukan padamu? Sampai-sampai kamu begitu takut terhadap kami." Ucap Arka bersandiwara.
Namun Cathy lagi-lagi menggelengkan kepalanya dengan cepat, sebenarnya dia ingin sekali bicara bahwa dia bukan Kinan, melainkan Cathy, namun entah kenapa dia tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali.
"Sekarang biarkan kami keluar dari tempat ini dengan selamat, jika tidak pisau ini tidak akan segan untuk memutuskan leher ketua kalian." Ancam Alvin.
"Biarkan mereka keluar!!" Perintah Niko pada anak buahnya.
Dengan waspada semua pun berjalan menuju ke arah pintu utama markas Tuan Jirayu, namun tidak di sangka, Kinan palsu merebut pistol dari balik jaket milik Arka dan menodongkan senjata api itu ke arah Arka.
Semua orang terkejut dengan apa yang terjadi pada Kinan palsu itu, bahkan Alvin juga sangat shock dengan hal itu. Cathy yang tidak dapat berbicara tersebut mengisyaratkan supaya Alvin melepaskan Tuan Jirayu.
'Ada apa dengan wanita itu? Apa dia sudah gila?' Batin Tuan Jirayu dan juga Niko. Yang saling pandang tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan perlahan Alvin mundur dan menjatuhkan pisaunya, sambil mengangkat kedua tangan ke atas. Tentu saja kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh pihak Tuan Jirayu.
Semua anak buahnya mengambil kembali senjata api dari tangan musuh, dan menodongkan senjata api tersebut ke arah Alvin dan anak buahnya. Sungguh keadaan saat ini berbanding terbalik dengan rencana semula.
Bersambung..