She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Keluarga yang hangat.



Syifa hanya menjawab dengan anggukan sambil mulutnya yang membentuk huruf O, sepertinya Syifa paham dengan maksud abangnya.


Kini acara telah berganti dengan tema ulang tahun Ara, banyak yang memberikan ucapan selamat kepada Ara atas bertambahnya usia sekaligus memberi selamat untuk pernikahannya.


Kedua pengantin baru itu terlihat bahagia, setelah memberikan ucapan selamat kepada sang pengantin baru, Jojo dan Ayumi duduk bergabung dengan orangtuanya.


Ayumi terlihat begitu canggung berada di antara keluarga Jojo saat ini, walaupun Luna dan Nando dengan tangan terbuka menerima kehadirannya, namun tetap saja Ayumi masih harus menyesuaikan diri berada di antara mereka.


"Yumi, makanlah yang banyak, biar badan kamu sedikit berisi, coba lihatlah sekarang badan kamu yang begitu terlihat kurus itu, seperti kekurangan gizi saja." Ucap Luna.


"Iya Tante," Jawab Ayumi, kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Melihat hal itu Jojo yang ada di sampingnya mengacak pucuk Ayumi.


"Dengerin tuh kata Mama, makan yang banyak." Ucap Jojo.


"Iya kak iya." Ucap Ayumi sebal.


"Oh ya Ayumi di Jakarta sudah berapa lama?" Tanya Nando yang kemudian memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Paling lama sih dua bulan Om, karena memang harus segera pulang ke Jepang atau Spain." Ucap Ayumi menjelaskan.


"Oh begitu, tapi menurut kata Jojo, mulai sekarang kamu akan tinggal terus di Indonesia, apa itu benar?" Tanya Nando lagi.


Ayumi melihat ke arah Jojo yang dengan santai menikmati makanannya.


'Ternyata kak Jojo serius dengan ucapannya waktu itu, untuk menyuruhku tetap tinggal di Indonesia.' Batin Ayumi.


"Iya Om,"


"Baguslah kalau begitu, karena setelah kalian menikah nanti, akan ada yang mengontrol kenakalan anak Om itu, dan memaksa dia untuk sering-sering datang berkunjung kemari, supaya tidak lupa jika masih ada orangtuanya di sini." Ucap Nando. Dengan melirik ke arah Jojo.


"Uhuk uhuk uhuk!!"


Mendengar hal itu membuat Jonathan terbatuk-batuk, dengan segera dia meraih gelas berisi air putih di depannya dan meminumnya hingga kandas.


Ayumi mengerutkan keningnya mendengar ucapan Nando, siapa yang di maksudkan oleh Nando dengan anak nakal? Apa mungkin Jojo? Terlintas pertanyaan di kepala Ayumi saat ini.


"Papa, jangan bicara begitu, nanti dia akan berpikiran yang aneh-aneh tentang aku." Protes Jojo.


"Makanya jadi anak itu harusnya sering menengok keadaan orangtuanya, jangan keasyikan kerja sampai lupa jika masih punya orangtua." Ucap Nando.


"Ck, iya pa iya, nanti kami akan sering berkunjung kemari." Ucap Jojo.


Ayumi yang merasa bingung dengan keadaan saat ini, hanya memandang ke arah Jojo dan Nando secara bergantian, Luna yang memperhatikan kebingungan Ayumi pun menepuk bahunya.


"Sudah sayang, jangan bingung, karena mereka memang begitu kalau bertemu." Ucap Luna.


"Iya kak Yumi, kakak itu harus bisa tegas sama kak Jojo, biar dia itu sering pulang kemari." Ucap Syifa.


"I-iya." Jawab Ayumi gugup.


Syifa yang berada di antara mereka, hanya tersenyum geli melihat Abangnya yang sepertinya sedang kesal karena kalau bertemu papanya selalu di paksa untuk pulang.


Tidak lama setelah itu Meisya mendatangi meja mereka bersama dengan Reyhan, setelah mereka berdua memberikan ucapan selamat.


Rey dan Meisya bergabung dengan keluarga kecil Nando, dan ternyata Nando sudah saling kenal dengan Danang dan juga Serly, mengingat Serly adalah asisten pribadi Risma waktu Risma masih buta dahulu hingga saat ini yang masih bekerja di bawah pengawasan Risma di cafenya.


"Loh mana papa dan mama kamu? Kenapa gak sekalian aja gabung dengan kita di sini." Ucap Nando.


"Itu Om, Papa dan Mama satu meja sama om Ryo dan Tante Chika," Ucap Rey sambil menunjuk ke arah orangtuanya yang sedang bergabung dengan Ryo dan Chika. "Kalau mereka gabung di sini, yang ada nanti mereka malah melamar anak Om, lagi, untuk di jadikan menantu." Lanjut Reyhan. Dengan santai seakan itu bukan masalah besar.


Meisya yang mendengar itu mencubit lengan Rey, yang membuat Rey mengaduh kesakitan, kemudian Rey mengusap bekas cubitan Meisya. sedangkan yang lain justru malah saling pandang satu sama lain.


"Kalian? Apa kalian sedang pacaran?" Tanya Nando.


Reyhan jadi salah tingkah sendiri akibat ulahnya, padahal niatnya hanya becanda, eh malah di tanggepin serius oleh Nando. Sekarang Reyhan justru bingung harus jawab apa, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sepertinya Papa akan segera dapat dua orang menantu sekaligus." Ucap Syifa.


"Uhuk uhuk uhuk!!"


Seketika Nando terbatuk-batuk mendengar ucapan Syifa, dengan segera Luna mengambilkan segelas air putih untuk Nando.


"Syifa, jangan begitu dek becandanya, kasihan Papa." Ucap Luna.


"Tahu tuh Syifa, kita hanya temenan pa, kebetulan dia kan teman dekatnya Ara," jelas Meisya.


Syifa hanya terkekeh melihat reaksi papanya, dan lagi ketika tatapan mata tajam dari Meisya, membuat Syifa semakin ingin tergelak tawanya, namun dia tahannya.


Sedangkan Jojo hanya tersenyum melihat Reyhan. Entah apa yang sedang di pikirkan Jojo di saat melihat Reyhan, karena tatapan mata Jojo tak bisa terbaca.


"Om senang sekali kalau kamu berteman dengan Mei, supaya dia juga punya teman dekat," Ucap Nando.


"Iya Om, aku akan jadi teman yang baik kok untuk Mei." Ucap Rey yang sekarang justru terlihat canggung.


Mereka semua akhirnya jadi makin akrab, apalagi Rey yang mudah berbaur membuatnya semakin mudah untuk di terima di keluarga itu.


Obrolan mereka semakin hangat, bahkan Ayumi kini sudah terlihat tidak canggung lagi, dan terlihat jika Luna juga sangat menyukai Ayumi.


Karena di panggil oleh orangtuanya, akhirnya Rey berpamitan pada Nando dan juga yang lain, untuk bergabung dengan Danang.


"Yumi, bagaimana jika kamu tinggal selama beberapa hari lagi di sini, nanti akan mama tunjukkan bagaimana caranya memetik daun teh di perkebunan." Ucap Luna.


"Hah!!" Ucap Ayumi karena terkejut Ketika Luna bicara seperti itu, apa lagi Luna memposisikan dirinya sebagai Mama.


"Iya sayang, mulai saat ini, kamu harus memanggil Mama, jangan Tante." Ucap Luna.


Deggg!!


Jantung Ayumi tiba-tiba berdetak kencang, karena Luna menganggapnya seperti anaknya sendiri. Dan memperbolehkan dirinya memanggil mama.


Sangking terkejutnya, Ayumi justru malah terpaku diam tanpa berkata apa-apa, namun di pelupuk matanya sudah mengumpul air matanya yang akan jatuh ke bawah.


Jojo mengacak pucuk rambut Ayumi, kemudian tersenyum ke arahnya, tangan Jojo meraih tangan Ayumi dan menggenggamnya erat.


"Apa yang kamu takutkan, Hem? Mama sudah menerimamu sebagai menantu, seharusnya kamu bahagia dong." Ucap Jojo.


Luna pun mendekat ke arah Ayumi, kemudian membelai rambutnya dengan penuh cinta.


"Kenapa Yumi? Apa anak mama ini mengganggu kamu?" Tanya Luna dengan lembut dan penuh cinta.


"Tidak, tidak, Maa." Ucap Ayumi dengan menggelengkan kepalanya cepat.


Luna tersenyum dengan tingkah Ayumi, karena hanya Ayumi yang mampu menaklukkan Jojo, sehingga Luna berniat ingin segera meresmikan pernikahan mereka, mengingat Risma dan Dafa yang sudah menimang cucu, membuat Luna juga ingin segera memiliki cucu.


Bersambung