
"Kenapa aku harus gugup? Bukannya tadi kamu yang seperti itu? Apa tadi itu ciuman pertamamu?" Tanya Jojo membalikkan ucapan Ayumi, dengan nada menggoda, untuk menutupi rasa groginya.
Blush!!!
Seketika raut wajah Ayumi memerah semerah warna buah tomat yang sudah masak, karena tebakan Jojo adalah benar adanya. Dan itu membuat Ayumi begitu malu.
"Kok kak Jojo bisa tahu?" Tanya Ayumi polos, dengan mendongakkan kepalanya ke arah wajah Jojo.
Jojo menaikkan sebelah alisnya, kemudian Jojo tergelak tawanya begitu keras, sehingga memenuhi seisi mobil, bahkan sang sopir yang mendengarkan isi percakapan keduanya pun ikutan tertawa tertahan.
Jojo seakan ingin menggoda Ayumi, apalagi wajah Ayumi yang saat ini memerah, membuat Jojo ingin terus menggoda Ayumi. Sungguh gadis di sampingnya saat ini begitu imut dan menggemaskan sekali.
"Jadi benar, jika itu adalah ciuman pertama kamu, Hem?" Tanya Jojo dengan nada menggoda.
Ayumi dengan polosnya menganggukkan kepalanya sambil melihat ke wajah Jojo, senyum jail tergambar di wajah Jojo saat ini. Kemudian Jojo membenarkan posisi duduknya menghadap Ayumi di sampingnya, dengan melipat sebelah kakinya.
Ayumi mengerjapkan matanya berkali-kali, karena Ayumi terlihat bingung dengan sikap Jojo, tanpa memperdulikan kebingungan Ayumi kini Jojo mendekatkan wajahnya ke wajah Ayumi.
"Ka-kakak, kakak mau apa?" Ucap Ayumi gugup kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Jojo menarik kedua tangan Ayumi yang menutupi wajahnya, dan menggenggamnya, seolah mengunci pergerakan Ayumi. Kemudian tanpa aba-aba, kini Jojo menarik tengkuk Ayumi, menempelkan bibirnya di bibir Ayumi.
Jangan di tanya bagaimana detak jantung Ayumi, jantung nya berdetak begitu kencang, dan dadanya begitu sesak seakan ingin meledak karena perasaan yang begitu tiba-tiba itu.
Jojo melumat bibir Ayumi dengan lembut, menekan tengkuk Ayumi ke depan supaya Jojo bisa memperdalam ciumannya. Lumatan demi lumatan di lakukan oleh Jojo, bahkan Jojo dengan lincahnya menyesap bibir bawah Ayumi.
Sehingga membuat Ayumi melenguh, tubuh Ayumi seakan lemas, atas perlakuan Jojo saat ini, bahkan lidah Jojo berhasil memasuki mulut Ayumi dan mengabsen setiap inci yang ada di dalamnya.
Desahan lirih berhasil lolos dari bibirnya, sehingga membuat Jojo semakin terpacu akan gairahnya, sejenak Jojo melepaskan pagutannya, karena melihat Ayumi yang kehabisan nafas atas perbuatannya.
"Bernafaslah dengan normal sayang, ini belum seberapa, setelah kita menikah, akan ada sesuatu yang dari sekedar ciuman." Ucap Jojo.
Jojo menempelkan keningnya ke kening Ayumi, dengan nafas yang saling memburu satu sama lain. Ketika Jojo melepaskan pagutannya, terlihat kekecewaan di wajah Ayumi, karena Jojo sadar dimana mereka berdua saat ini, makanya Jojo tidak ingin kelewat batas.
Dengan tersenyum manis Ayumi menganggukkan kepalanya, kemudian Ayumi spontan memeluk tubuh Jojo, dengan tersenyum bahagia Jojo pun membalas pelukan hangat dari Ayumi.
"Sekarang berbaringlah, nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkanmu," Ucap Jojo menyuruh Ayumi untuk berbaring di pahanya sebagai bantalan. Kemudian Jojo memposisikan dirinya sebagai bantalan buat Ayumi.
Dengan segera Ayumi mengikuti perkataan Jojo, dia membaringkan tubuhnya, walaupun dia tidak mengantuk. Namun ada kebahagiaan tersendiri saat ini dalam hati Ayumi.
Tanpa di sadarinya Ayumi malah tersenyum sendiri membayangkan ciuman yang baru saja dilakukannya dengan Jojo. Dan karena ciuman itu adalah baru pertama kali dilakukannya.
Sesekali Ayumi mengusap bibirnya, seakan bibir Jojo masih menempel di sana, berbeda dengan Jojo saat ini yang berusaha Keras untuk meredam detak jantungnya yang seakan ingin melompat keluar dari tempatnya.
Pengalaman pertama bagi Jojo bersama seorang gadis, dan gadis yang beruntung itu adalah Ayumi, ada perasaan menghangat dalam dirinya, perasaan nyaman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Jojo mengingat kembali akan ciuman yang barusan di lakukannya dengan Ayumi, begitu manis sehingga membuat Jojo lupa diri dan menginginkan lebih, sebagai lelaki normal tentu saja hal itu mampu membangunkan gairahnya, seandainya itu terjadi bukan di dalam mobil, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
Perjalanan yang lumayan lama itu akhirnya sampai juga di tempat orangtua Jojo saat ini, karena kedua adiknya yang masih kuliah, serta Luna dan Nando yang memang belum pulang dari perkebunan, membuat suasana rumah masih terlihat sepi, hanya beberapa orang pembantu yang menyambut kedatangannya.
"Selamat datang Tuan muda, maafkan kami yang tidak mengetahui kedatangan tuan muda, sehingga kami tidak menyambutnya dengan baik." Ucap kepala pelayan, karena memang Jojo tidak bilang sebelumnya akan kedatangannya ke kota S.
"Tidak apa-apa pak, aku memang sengaja tidak memberitahu kalian soal kedatanganku kemari," Ucap Jonathan santai dengan menggandeng tangan Ayumi untuk berjalan di sampingnya.
Para pelayan dan juga kepala pelayan bertanya-tanya siapakah gadis yang saat ini bersama dengan Jojo? Karena selama ini Jojo tidak pernah membawa pulang seorang gadis manapun, dan karena hal itulah Nando sampai beberapa kali mengenalkan beberapa anak gadis dari rekan bisnisnya, namun dengan berbagai alasan Jojo menolaknya. Bahkan karena hal itu juga Jojo jarang pulang ke kota S.
"Oh ya, Papa dan Mama biasanya pulang jam berapa?" Tanya Jonathan.
"Biasanya jam tujuh malam Tuan muda, apa Tuan muda mau saya menelepon Tuan dan nyonya?" Tanya kepala pelayan.
"Tidak perlu pak, aku akan menunggu sampai mereka pulang," Ucap Jojo.
"Baiklah Tuan muda," Ucap kepala pelayan.
"Oh ya pak, tolong siapkan kamar tamu untuk Nona ini, dia akan tinggal bersama kita selama beberapa hari." Ucap Jojo kepada kepala pelayan tersebut.
"Baik Tuan muda." Jawab sang kepala pelayan kemudian mengangguk dan meninggalkan Jojo dan Ayumi, walaupun di kepalanya begitu banyak pertanyaan tentang siapa gadis itu sebenarnya, namun kepala pelayan itu menyimpan semua rasa ingin tahunya.
"Rumah orangtua kak Jo bagus ya, adem suasananya." Ucap Ayumi.
"Iya, karena Papa dan Mama suka dengan suasana perkebunan, jadinya begitu banyak pohon di sekitar rumah." Ucap Jojo dengan tersenyum.
Ayumi menjawab dengan membulatkan mulutnya membentuk huruf O, sambil manggut-manggut pertanda mengerti akan maksud perkataan Jojo.
"Sementara kamar tamu di siapkan oleh pelayan, aku akan mengajakmu jalan-jalan di sekitar rumah, bagaimana, apa kamu mau?" Ucap Jojo menawarkan tawaran untuk Ayumi.
Dengan senyum bahagia Ayumi dengan cepat menganggukkan kepalanya, dan mengikuti langkah Jojo untuk berkeliling melihat sekitar rumah yang terlihat adem.
Memang sih suasana perkebunan begitu kental terasa, dengan beberapa pohon yang tumbuh di dekat taman, membuat suasana sejuk. Di tambah lagi di bawah pohon besar itu terdapat beberapa kursi taman dan ada juga meja bulat di tengah-tengahnya, seakan siapapun yang duduk di situ pasti akan betah dan tidak mau meninggalkan tempat tersebut.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan like komen dan juga votenya ya...
Dan ayu ucapkan banyak terimakasih sebelumnya...
selamat membaca dan love you all..
salam cinta
"Rahayu avilia"