She Is My Sweet Wife 02 (The Series)

She Is My Sweet Wife 02 (The Series)
Fakta baru



Semua informasi tentang Mario saat ini sudah ada di tangan Rangga maupun Sean, bahkan pergerakan Mario yang ada di pelelangan sudah menjadi target utama Rangga, dan sekutu Mario di pelelangan kini telah berbalik arah untuk bergabung dengan Rangga.


Bisnis is bisnis, jadi siapapun yang akan memberikan keuntungan lebih besar maka dialah yang akan menjadi pemenangnya. Dan tawaran dari Rangga sangat menggiurkan bagi orang yang ingin bergabung dengannya.


Para sekutu Mario yang awalnya setuju dengan tawaran harga yang di berikan Mario, kini mereka berbalik untuk bergabung dengan Rangga karena tawaran Rangga yang lebih tinggi dan menggiurkan.


"Tawaran anda begitu membuat kami sangat tertarik, dan karena itu kami akan bekerjasama dengan anda tuan Rangga, the hope diamond dan A heritage ini bloom pasti akan jadi milik anda secepatnya." Ucap lelaki muda di depan Rangga saat ini.


Inilah visual berlian yang di inginkan Mario, dengan harga triliunan tersebut. dan jika Rangga yang mendapatkan berlian ini, maka Mario akan semakin kehilangan sekutunya.




"Terimakasih tuan Xavier, anda mau mempercayakan dan menjualnya kepada saya, lantas bagaimana dengan tuan Mario? Karena sebelumnya anda telah bekerjasama dengan beliau, apa ada jaminannya jika anda tidak menghianati saya nanti? Seperti yang anda lakukan kepada tuan Mario?." Ucap Rangga.


"Ha-ha-ha, Anda tenang saja, jika saya berani menghianati anda maka nyawa sayalah taruhannya." Ucap lelaki muda yang ternyata bernama Xavier.


"Menarik, saya anggap ini adalah hutang, jika Anda berani mengkhianati saya, maka jangan salahkan saya jika suatu saat nanti anda benar-benar tewas di tangan saya." Ucap Rangga dengan manggut-manggut, sambil memegang dagunya.


Namun Xavier yang duduk di depannya, tiba-tiba berubah raut wajahnya mendengar ucapan Rangga, wajah Xavier terlihat lebih pucat dari sebelumnya. karena merasa jika dirinya sedang terancam.


"Apa anda sakit, tuan Xavier? Aku lihat anda begitu pucat." Tanya Rangga dengan senyum mengejek. Karena Rangga tahu jika sebenarnya Xavier ketakutan saat ini.


"Ha-ha-ha, tidak, saya baik-baik saja tuan Rangga, dan percayalah tuan Rangga, kami benar-benar tulus ingin bekerjasama dengan anda, jadi tidak mungkin saya berani menghianati anda tuan Rangga." Ucap Xavier terlihat gusar. Bagaimanapun juga dia merasa takut jika apa yang di katakan Rangga akan benar-benar terjadi padanya.


Baginya adalah siapapun yang membeli barangnya dengan harga tinggi, maka dia akan menjual barang itu kepadanya, dan itu terbukti jika saat ini dia tertarik untuk menjual barang kepada Rangga, karena harga yang ditawarkan Rangga lebih tinggi dari harga yang ditawarkan Mario.


"Hahaha, semoga Anda bisa menepati ucapan Anda tuan Xavier, saya tunggu barang itu jika sudah ada di tempat pelelangan ini tuan, dan segeralah hubungi saya." Ucap Rangga sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Xavier.


"Iya tuan Rangga, saya pasti akan mengabari anda tuan Rangga." Ucap Xavier menyambut uluran tangan Rangga.


Setelah itu Rangga berpamitan dengan Xavier dan keluar dari tempat pelelangan yang sekaligus di jadikan pusat pasar gelap. Xavier terlihat sangat lega setelah kepergian Rangga.


'Siapa dia? Bagaimana bisa dia dengan berani mengancamku? Kalau dia dari golongan mafia, kenapa aku belum pernah melihatnya? Dia benar-benar orang yang baru dalam dunia bisnis ini, tapi kekayaannya begitu banyak dan melimpah.'Batin Xavier.


Setelah keluar dari tempat pelelangan, Rangga berniat untuk menemui orang yang tadi sudah membuat janji temu dengannya, dan akan melakukan kerjasama tentang formula blue yang saat ini sedang di incar oleh beberapa organisasi mafia.


Walaupun penghianat yang menjual formula blue itu telah tertangkap olehnya, namun entah kenapa perasaan Rangga mengatakan jika formula blue masih ada di pelelangan saat ini.


"Seharusnya Kamilah yang berterimakasih kepada pak Rangga yang dengan berani memberikan harga di atas rata-rata, sehingga bisa memberikan kami keuntungan yang besar juga." Ucap orang yang memakai jas di depan Rangga.


"Oh ya kalau boleh saya tahu bagaimana Anda bisa mendapatkan formula blue itu dengan mudah?, sedangkan yang saya tahu, jika formula blue itu adalah milik dari organisasi Perlindungan dan sulit untuk bisa mendapatkannya." Tanya Rangga ingin mengorek informasi lebih dalam. Bahkan Rangga sengaja menyalakan rekaman di ponselnya, supaya bisa menjadi bukti untuk di serahkan kepada Alvin.


"Hahaha, itu bukanlah hal yang sulit bagi kami, karena salah satu orang kepercayaan kami, sudah bisa menyusup ke dalam laboratorium milik organisasi Perlindungan." Ucap orang itu dengan percaya diri.


Deggg!!


Mendengar hal itu Rangga terkejut, apa mungkin yang di maksudkan oleh orang itu adalah orang yang kemarin di tangkapnya? Kalau memang benar, berarti formula blue itu masih aman dan besok tidak akan ada dalam daftar barang yang akan di lelang.


"Oh begitu, saya sungguh tidak menyangka jika organisasi Perlindungan bisa ada penyusup, mengingat selama ini organisasi Perlindungan sangatlah ketat dan sulit untuk dimasuki oleh musuh, jangan kan di masuki oleh musuh, di dekati musuh aja akan sulit sekali." Ucap Rangga kembali memancing untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang jadi penghianat dalam organisasi.


"Sebenarnya tidak semudah itu kami memasukkan orang ke dalam laboratorium itu. Hanya karena keberuntungan saja makanya kami bisa memasukkan orang di dalam laboratorium organisasi Perlindungan." Jelasnya lagi.


Rangga semakin tertarik dengan lawan bicaranya kali ini, sungguh ini adalah penemuan terbesar untuk organisasi Perlindungan. Jika selama ini ada penghianat dalam organisasi.


Untungnya Rangga tidak menyebutkan jika dia adalah salah satu anggota organisasi Perlindungan, sehingga dengan mudah Rangga mengorek informasi dari lawan bicaranya kali ini.


"Wow amazing, ini sungguh luar biasa, saya semakin tertarik untuk melihat bagaimana organisasi anda bisa menghancurkan ataupun menggerogoti organisasi perlindungan? Kalau boleh saya tahu bagaimana caranya?." Tanya Rangga.


"Ha-ha-ha, Anda benar-benar orang yang terbuka tuan Rangga, baiklah kami tidak akan segan lagi untuk memperkenalkan anda kepada pimpinan kami, ketua organisasi naga emas." Ucap lawan bicara Rangga.


Deggg!!


Jantung Rangga tiba-tiba berdetak kencang, berbagai pertanyaan muncul di dalam kepalanya, padahal baru beberapa bulan yang lalu organisasi naga emas telah dihancurkan oleh Dafa dan juga anak buahnya, saat penyelamatan Kinan.


Tapi organisasi naga emas yang mana lagi yang di maksud oleh orang di depannya saat ini? Begitulah yang ada di kepala Rangga, dan itu semakin menggelitik rasa ingin tahu Rangga semakin dalam. Dan itu juga yang menjadi kekhawatiran Rangga jika ada penghianat yang masih ada di dalam organisasi namun belum juga di ketahui oleh Alvin maupun Davin.


'Semakin menarik, jadi masih ada sisa-sisa orang dari naga emas yang selamat?, apa si kembar sudah tahu soal ini?' Batin Rangga.


"Tapi dari berita yang aku dengar, jika organisasi naga emas sudah dihancurkan oleh organisasi perlindungan, Apa itu benar?" Tanya Rangga.


"Itu hanya sebagian, karena kekuasaan organisasi naga emas sangatlah luas, dan walaupun pemimpin utama kami masih ditahan oleh organisasi perlindungan, kami masih punya salah satu pemimpin cadangan yang bernama tuan Niko, dialah yang merencanakan semuanya untuk mengeluarkan tuan besar dari tahanan organisasi Perlindungan." Orang di depan Rangga semakin dalam menceritakan semuanya.


Rangga semakin tertarik dengan obrolan mereka, bahkan rekaman di ponselnya masih berlangsung selama mereka melakukan pertemuan, selama hampir satu jam pertemuan itu berlangsung, dan semua bukti yang sedang di cari oleh Rangga kini sudah ada di tangannya.


Bersambung.