Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 96 - I Love You More



Nickolas sadar akan satu hal, meskipun sang istri begitu membenci ayahnya tapi hanya ayah Hendi lah satu-satunya keluarga yang Naina punya.


Nick juga yakin, jika ayah Hendi datang dengan cara yang lebih baik, meminta maaf atas semua kesalahannya Naina pasti bisa memaafkan. Karena itulah dia mengambil jalan seperti ini, tidak langsung menyingkirkan pria paruh baya itu dan coba untuk merubah semuanya secara perlahan.


Dalam perjalanan pulang, Nickolas meminta sang asisten untuk mengemudi dengan kecepatan yang cukup tinggi, sebab Nick tidak ingin datang terlambat dan memenuhi janjinya pada sang istri untuk pagi ini mereka berenang bersama.


Belum ada jam 08.00 pagi, Nickolas sudah kembali ke rumah. Sesuai dengan janjinya pada Naina.


"Aku pulang tepat waktu, kan?" ucap Nick, saat dia disambut oleh sang istri di ruang tengah.


"Iyaa," balas Naina manja.


"Nah yang ditunggu-tunggu sudah pulang, Ayo kita berenang sekarang," ucap Aylin. Dia dan Kiara hari ini akan datang ke kampus saat jam siang, jadi keduanya memutuskan untuk ikut berenang bersama kak Nick dan kak Naina.


Daddy Rayden dan Nathan jangan ditanya, kini kedua orang itu sedang dalam masa sibuk-sibuknya.


"Tunggu dulu Ay, kak Nick kan belum sarapan. Biar suamiku makan dulu sebentar," balas Naina dengan nada sedih, takut suaminya tersayang malah jadi sakit jika berenang sebelum mengisi perutnya dengan makanan.


"Ya sudah sana temani kak Nicholas makan, Jangan sedih seperti itu," balas Aylin apa adanya, kak Nai semenjak hamil benar-benar jadi lebay, tidak asik baginya.


"Ayo sayang, temani aku makan. Apa boleh disuapi juga?" tanya Nickolas dengan cepat setelah adiknya selesai bicara, dia tidak ingin ucapan Aylin membuat sang istri jadi tambah bersedih. Jadi buru-buru bicara seperti ini untuk mengembalikan suasana hati sang istri.


"Sayang ingin disuap?" tanya Naina, kedua pipinya kini sudah merah merona. Hilang sudah semua kesedihan yang sempat dia rasakan, bahkan kata-kata ketus sang adik ipar tidak mempengaruhi dia. Sebab sang suami berhasil membuatnya terbang ke atas awan lebih dulu.


"Hem, mau," balas Nick tak kalah manja.


Aylin sampai ingin muntah melihat pemandangan suami istri itu, tapi belum sampai dia berlagak ingin pura-pura muntah, Kiara sudah lebih dulu menarik tubuhnya untuk pergi menjauh. "Ayo kita berdua berenang lebih dulu saja!" ajak Kiara.


"Nai, pagi ini ingin jus apel atau alpukat?" tanya mom Aresha.


"Alpukat Mom," jawab Naina dengan semangat. Lalu menyuapi sang suami yang sudah membuka mulutnya.


"Kamu tadi sudah makan?" tanya Nick dan Naina menganggukkan kepalanya.


"Banyak tidak?"


"Banyak dong, ini kan makanan kesukaanku, acar, asam-asam segar," balas Naina antusias.


Nick tersenyum, dan mengelus pipi sang istri dengan lembut. Senyum inilah yang akan selalu dia jaga agar terus ada di wajah istrinya.


"A," pinta Nickolas dan Naina langsung menyuapinya dengan semangat.


Di antara pembicaraan mereka berdua, sesekali terdengar suara blender dari mom Aresha yang sedang membuat jus buah.


Naina tiba-tiba tertawa ketika melihat jari-jari kuku suaminya masih terlihat cantik seperti kemarin.


"Kenapa tertawa?" tanya Nick.


"Tidak apa-apa kok, I Love You," kata Naina.


"I Love You more, Honey," balas Nickolas.