
"Dokter, anda diminta untuk datang ke ruang dokter Nickolas sekarang juga," kata salah satu perawat pada Gracia.
Kalimat yang seketika membuat Gracia menelan ludahnya dengan kasar, kenapa di saat seperti ini dokter Nicholas ingin menemui dia.
Grac kemudian menatap ke arah jam dinding yang ada di ruangannya, waktu sudah menunjukkan jam 2 siang. Sejak tadi dia menutup telinga tentang kematian ibu Wilda, jadi tidak tahu perkembangan tentang apa yang dilakukan oleh dokter Nicholas dan ternyata sekarang pria itu telah kembali ke rumah sakit.
Entah apa yang dilakukan Naina sekarang, Gracia tidak ingin peduli.
"Baiklah, Aku akan pergi sekarang," jawab Grac, dia menarik dan membuang nafasnya agar tenang, tak ingin menunjukkan sedikitpun kegugupan di hadapan pria itu.
Aku bukan pembunuh Ibu Wilda, memang sudah saatnya wanita paruh baya itu meninggal. Batin Gracia dengan sangat yakin, dia pun sedikitpun tidak menyentuh ibu Wilda di saat pertemuan terakhir mereka.
Tiba di depan pintu ruangan Direktur Utama Rumah Sakit Medistra Gracia pun mengetuknya 3 kali, sampai izin masuk terdengar dan dia membuka pintu tersebut.
Alangkah terkejutnya Gracia ketika dia tidak melihat dokter Nicholas di dalam ruangan ini, justru ada tuan Rayden di hadapannya.
Deg!
Di mana dokter Nicholas? Kenapa hanya ada Tuan Rayden di dalam ruangan ini? Apa yang terjadi? Batin Gracia cemas sendiri, pada akhirnya dia tidak bisa menutupi ketakutan yang mulai menguasai diri.
"Tu-tuan Rayden, untuk apa anda memanggil saya?"
"Duduklah."
Dengan canggung akhirnya Gracia duduk di kursi, di hadapan tuan Rayden dan mereka terhalang oleh meja kerja.
"Maaf Bu, secara mendadak aku harus menemui Ibu seperti ini."
Deg! kedua mata Gracia langsung melebar ketika mendengar suara itu. Suara dan kalimat yang dapat dia kenal dengan sangat baik, sebab itu adalah suaranya sendiri, karena itu adalah kalimat yang dia lontarkan kepada Ibu Wilda tadi pagi.
"Ibu pasti sudah tahu tentang pernikahan rahasia antara dokter Nicholas dan Naina, iya kan?"
"Ya memang benar mereka menikah, tapi Naina yang lebih dulu menyerahkan tubuhnya pada dokter Nicholas hanya karena dia butuh biaya untuk pengobatan anda. Pernikahan ini adalah skandal tersembunyi di rumah sakit, Andai pernikahan ini terkuak karir dokter Nicholas akan terancam."
"Tolong," ucap ibu Wilda lirih, namun Gracia saat itu memilih untuk berlari keluar.
"Tidak," ucap Gracia dengan kepala yang menggeleng.
"Apa yang tidak Grac? Kondisi ibu Wilda sudah membaik, dia bahkan telah siap untuk mengikuti operasi selanjutnya. Tapi karena buatanmu Ibu Wilda mengalami serangan jantung. Dan sekarang sudah saatnya kamu menebus semua kesalahan yang telah kamu perbuat."
"Tidak Tuan, ini salah paham, itu bukan suaraku!"
"Kalau begitu biarkan pihak pengadilan yang memutuskan. Naina adalah menantuku, tidak akan ku biarkan kasus ini selesai begitu saja. Ku pastikan gelar Dokter mu akan dilepas secara tidak terhormat."
Grac, makin menggeleng dengan kuat. Kedua matanya sudah merah, ingin keluar cairan bening dari dalam sana. Tak menyangka semuanya akan jadi seperti ini. Bukan kehormatan yang dia dapatkan, justru kehancuran.
Gracia bangkit, dia ingin lari, tak ingin hal ini makin membelenggunya. Tapi seketika itu pintu terbuka dan masuklah dua orang polisi ke dalam sini.
Deg! Gracia tak menemukan jalan untuk lari.