Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 48 - Gadis Lugu



Pintu lift terbuka dan akhirnya benar-benar memutus pembicaraan Nickolas dan Herli tentang Naina. Tapi percayalah, seseorang yang sedang merasakan penasaran di dalam hatinya maka dia akan senang sekali membicarakan wanita incarannya tersebut.


Sama seperti Herli, dia seperti tak bisa menghentikan diri untuk terus membicarakan tentang Naina. "Apa aku ajak Naina untuk makan siang bersama kita ya? Dia pasti belum makan," ucap Herli kemudian.


Dan sungguh, Nickolas rasanya ingin sekali membenturkan kepala Herli di pintu lift.


"Tidak usah," balas Nickolas dengan nada ketus.


"Ya ampun galak sekali, baiklah kita hanya akan pergi bertiga," putus Herli kemudian.


*


Di depan ruangannya Gracia sudah menunggu dengan tidak sabaran, berulang kali dia merapikan rambutnya sendiri menunggu kedatangan sang calon suami. Saking sesumbarnya Gracia tentang hal ini, dia sampai mengatakan secara langsung pada Zendaya tentang kebenaran.


Bahwa tak ada hubungan apapun diantara Nickolas dan Naina, yang ada adalah Nickolas sedang coba mendekati dia.


Sumpah, Gracia adalah wanita paling bahagia hari ini.


Namun senyumnya yang terukir lebar perlahan redup saat dia lihat di ujung sana dokter Nickolas tidak datang seorang diri, pria tampan dengan sejuta pesona itu justru datang bersama dengan dokter Herli.


"Ayo, kita makan di kantin rumah sakit saja," ajak Nickolas ketika sudah berdiri di hadapan Gracia.


"Selamat siang dokter Grac, aku akan bergabung dengan kalian berdua," ucap Herli dan terdengar seperti petir di siang bolong bagi dokter cantik tersebut.


Gracia tak bisa menolak, namun dia segera memposisikan diri untuk berjalan di samping dokter Nickolas. Tak ingin siapapun mengambil posisinya ini, termasuk dokter Herli.


Di jam istirahat begini pengunjungnya memang akan banyak, tapi karena tempatnya luas jadi tetap bisa menampung banyak orang. Proses pembeliannya pun langsung diambil sendiri, dan piring kotor di tumpuk pada tempat yang tersedia, jadi tidak menggunakan pelayan untuk melakukan pemesanan makanan. Semua pengunjung juga selalu menerapkan kebersihan, jadi Kantin ini tetap rapi meski banyak pengunjungnya.


Kedatangan 3 dokter tersebut tentu mencuri perhatian semua orang, tak biasanya sang direktur utama mendatangi kantin ini. Para pekerja di dapur kantin justru merasa sedang di sidak.


Dan disaat tatapan semua orang tertuju ke arahnya, Gracia pun mengangkat wajah dengan penuh percaya diri. Seolah mengatakan pada semua orang bahwa dialah wanita dokter Nickolas.


Selesai mengambil makanan mereka pun duduk di salah satu meja. Saat Gracia dan Herli sudah menikmati makanannya, Nickolas justru sibuk dengan ponselnya sendiri.


'Nai, dimana? Kenapa belum datang ke kantin?' tanya Nickolas melalui pesan singkatnya.


"Dokter, simpan dulu ponselnya. Makan dulu," ucap Gracia, demi terlihat dekat di mata semua orang dia sampai nyaris berbisik saat mengatakan hal tersebut. Jadi wajahnya dekat sekali dengan dokter Nick.


Dan mendengar ucapan Gracia, Nickolas hanya terdiam, namun dia benar-benar menyimpan ponselnya di saku celana.


Naina sebenarnya sudah di pintu masuk kantin tersebut, tapi langkahnya terjeda saat melihat pemandangan yang membuat matanya sakit.


Bibirnya sesaat mencebik, namun dia tetap melanjutkan langkahnya untuk masuk. Tidak ingin kelaparan hanya gara-gara sakit hati.


Di saat Naina masuk, tatapan Nickolas dan Herli langsung tertuju pada gadis lugu itu. Yang dengan mudahnya menundukkan kepala pada semua orang.


Membuat Gracia jadi menatap heran.


Kenapa mereka berdua menatap ke arah Naina?