
Huh! Zendaya membuang nafasnya dengan kasar. Sebelumnya dia sudah putuskan untuk menepi dari hidup Nickolas. Jadi fakta apapun yang terjadi diantara Nickolas dan Naina dia tak ingin mengusiknya lagi.
Meski akan sakit hati pula saat mengetahui jika keduanya benar-benar telah menikah. Zendaya lantas menutup tirai jendelanya, sudah cukup mengamati tentang apa yang kini terjadi di rumah sakit.
*
*
Hampir jam 3 sore Daddy Rayden telah tiba di apartemen Nickolas. Dia dan mommy Aresha memutuskan untuk pulang. Berpikir bahwa yang bisa menenangkan Naina saat ini hanyalah sang anak.
Naina dan Nickolas butuh waktu untuk berdua.
Namun sebelum pamit pulang, daddy Rayden lebih dulu menjelaskan semuanya tentang Gracia. Nickolas sungguh terkejut, bergumul amarah di dalam kepalanya, ingin memberi pelajaran pada wanita itu secara langsung. Namun amarah yang menyala itu seketika diredakan oleh sang Daddy ...
"Tidak Nick, kamu tidak perlu turun tangan untuk menghadapi Gracia. Biar Daddy yang pegang kasus ini. Kamu cukup temani Naina, beri pengertian pada Naina," ucap Daddy Rayden.
"Tapi Dad_"
"Mommy setuju dengan Daddy mu Nick, Naina hanya punya kamu. Jangan tinggalkan dia sendiri dalam keadaan seperti ini. Biar Daddy yang menangani semuanya. Gracia akan mendapatkan hukuman setimpal dengan apa yang dia lakukan," ucap mom Aresha.
Nickolas mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, tak habis pikir Gracia bisa melakukan hal semacam ini. Namun bukti CCTV yang ditunjukkan oleh sang ayah sudah menjelaskan semuanya. Gracia ada di sana saat ibu Wilda mengalami kritis, namun bukannya memberikan penanganan, Gracia justru berlari keluar.
Setelah kedua orang tuanya pergi, Nickolas masuk ke dalam kamar dan melihat sang istri yang masih tertidur di atas ranjang.
Nickolas memutuskan ikut naik ke atas ranjang, memeluk tubuh Naina yang meringkuk. Ternyata Naina tidak tidur dengan nyenyak, mendapati pelukan itu dia langsung terbangun.
"Kenapa bangun? Tidurlah," kata Nickolas.
Naina memutar tubuhnya dan membalas pelukan sang suami. "Aku salah Kak, aku yang salah."
"Tidak Nai, ibu mungkin memang ditakdirkan untuk pergi sekarang. Tapi bukan kamu penyebabnya, melainkan Gracia." Ternyata Nickolas tak sanggup menyembunyikan lebih dulu tentang fakta ini. Dia tak tahan melihat sang istri yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
Sementara Naina selama ini mengupayakan segala cara untuk membuat ibunya sembuh. Jadi dengan segera dia utarakan semua kebenaran.
"Apa maksudnya Kak Nickolas bicara seperti itu? Kenapa dokter Gracia yang bersalah dalam hal ini," tanya Naina, dia mendongak hingga tatapan berdua bertemu.
Nick melihat dengan jelas wajah sang istri yang sebab, kedua mata Naina yang mulai membengkak.
Dengan hati-hati Nickolas menceritakan semua yang terjadi, peristiwa di ruangan ibu Wilda saat Gracia datang dan pergi, sampai ibu Wilda mendapatkan serangan jantung dan meninggal. Tentang Gracia yang kini telah diringkus oleh polisi dan Daddy Rayden yang akan mengurus semua kasus ini.
Naina lagi-lagi menangis, dia pukul dadanya sendiri yang terasa sesak. Kenapa harus ada cerita seperti ini di ujung hidup sang ibu? tak bisakah ibunya pergi dalam keadaan yang tenang. Naina memang tidak mendengar rekaman suara yang ada di ruangan sang ibu, tapi dia sangat yakin dokter Gracia mengatakan sesuai hal yang buruk mengenai dia dan dokter Nickolas. Tentang skandal yang memalukan, seperti yang pernah dokter Grac tuduhkan padanya.
Nickolas lantas memeluk istrinya erat sekali, sampai tangis Naina tertahan di dadanya.