
"Mom," sapa Nickolas ketika melihat ibunya datang, dia juga langsung bangkit dari duduknya dan menyambut. Menyambut sang ibu dengan pelukan yang sangat erat, seolah lama sekali tidak saling bertukar kabar, padahal seluruh keluarga Carter terhubung dalam grup WhatsApp yang tidak pernah sepi.
Selalu ada cerita di dalam grup sana. Nickolas bukanlah anak satu-satunya. Dia memiliki saudara kembar bernama Nathan Carter, juga dua adik wanitanya yang lain.
"Mommy datang lebih cepat," ucap Nickolas, dia pikir sorenya sang mommy sudah menjelang malam. Tapi jam 5 seperti ini ibunya tersebut sudah datang.
"Mommy memang buru-buru datang ke sini, ingin segera melihat kondisi ibu Wilda, sepertinya dia pasien yang spesial untuk mu," balas sang mommy, pelukan mereka telah terlepas tapi masih sama-sama berdiri di tengah-tengah ruangan tersebut.
Mom Aresha menatap sang dengan intens, lengkap dengan senyumnya yang menggoda sang anak. Siapakah ibu Wilda bagi Nickolas? Pertanyaan ini pun terbesit di dalam benaknya.
"Iya Mom, beliau memang pasien yang spesial untukku," balas Nickolas, tidak ingin berdusta namun belum ingin jujur juga.
Nickolas justru menceritakan bahwa ibu Wilda adalah orang yang tidak mampu, namun anak semata wayangnya berusaha keras untuk sang ibu tetap mendapatkan pengobatan di rumah sakit ini.
Jadi Nickolas tidak ingin mengulur waktu, jika bisa secepatnya dia pun ingin ibu Wilda segera membaik. Meski sembuh total kemungkinannya sangat kecil, tapi setidaknya ada kenaikan dari kondisi kesehatannya.
Mendengar cerita itu mom Aresha pun mengangguk kecil, melihat kesungguhan dan ketulusan sang anak dia pun jadi enggan untuk menunda.
"Sekarang juga bawa mommy ke ruang rawatnya," pinta mom Aresha.
Mereka berdua lantas keluar dari ruangan tersebut. Berjalan bersama dan langsung jadi pusat perhatian semua orang. Termasuk Gracia yang masih menyempatkan diri untuk melihat di salah satu sudut rumah sakit.
Deg! Jantung Naina sontak seperti berhenti berdetak saat itu juga, saat dia lihat dokter Nickolas datang tidak seorang diri, melainkan dengan wanita cantik yang wajahnya begitu mirip dengan dokter Nickolas. Tak perlu dijelaskan, Naina langsung tau bahwa wanita itu adalah dokter Aresha, ibu dari dokter Nickolas. Dan secara tidak langsung juga mertuanya meski masih disembunyikan.
Astaga, batin Naina. Dia sampai terperangah.
"Selamat sore dokter, silahkan masuk," ucap Naina, kedua tangannya telah basah dengan keringat dingin. Dia terus meremat kedua tangannya tersebut, dan menyingkir mempersilahkan kedua dokter itu untuk masuk ke dalam kamar yang tidak terlalu besar ini, bahkan bisa dibilang kecil.
Melihat ada seorang wanita muda di sini, membuat kening mommy Aresha jadi berkerut. Lalu dia tatap anaknya yang ternyata malah memalingkan wajah.
Beberapa saat lalu mommy Aresha kita anak ibu Wilda adalah seorang pria, ternyata wanita cantik yang begitu sederhana.
Sungguh, mommy Aresha adalah manusia paling peka di dunia ini. Melihat gelagat keduanya dia langsung tau bahwa ada sesuatu.
"Halo, anaknya ibu Wilda ya? Saya Dokter Aresha," ucap mom Aresha, memperkenalkan diri sebab ini adalah pertemuan pertama mereka.
"I-iya dokter, nama saya Naina," jawab Naina yang jadi gagap.
Apa yang dilakukan Nick? Tidak ada, hanya memasang wajahnya yang datar.