
"Sudah jangan menangis kak Nai, nanti aku akan belikan makanan yang sedikit pedas," kata Kiara. Dia adalah yang paling bungsu, tapi malah lebih pengertian daripada Aylin yang ketus dan ceplas ceplos. Kiara selalu merasa tak enak hati pada orang-orang, kebaikannya kadang selalu dimanfaatkan oleh orang lain. Sedangkan Aylin yang selalu melindungi.
"Sana pergilah," usir Nickolas kemudian, adik-adiknya itu justru membuat sang istri menangis.
Setelah Kiara dan Aylin pergi kini rumah jadi sedikit lebih tenang. Hanya ada mom Aresha, Naina dan Nick.
Nickolas yang sejak tadi melihat jam di pergelangan tangannya, dia harus pergi untuk rapat 3 bulanan di rumah sakit. Tapi bingung bagaimana caranya berpamitan pada sang istri. Dia takut jika pamit nanti Naina malah kembali bersedih.
"Sayang, ayo kita mewarnai kuku. Kemarin mommy baru saja membeli banyak kutek baru," ucap mom Aresha, dia menghampiri anak dan menantunya yang duduk di ruang tengah.
"Ayo Mom, aku mau aku mau," kata Naina dengan sangat, Naina sejatinya memang sangat feminim. Dia suka hal-hal cantik seperti itu. Bahkan kamar Nickolas di rumah ini pun perabotnya sudah diubah jadi lebih banyak warna merah mudahnya.
"Sayangh, kukumu aku warnai juga yah?" pinta Naina pada sang suami dan Nickolas hanya mampu tersenyum kikuk tidak berani menolak. Sedangkan mom Aresha sudah tertawa mendengar ucapan menantunya tersebut.
"Bi," panggil Mom Aresha pada salah satu pelayan.
"Iya Nyonya."
"Ambil kotak berwarna ungu di meja rias ku, isinya kutek dan beberapa alat untuk perawatan kuku," titah mom Aresha.
"Baik Nyonya," jawab pelayan itu lagi.
Tak sampai lama kotak itu sudah diserahkan oleh sang pelayan. Mom Aresha dan Naina membukanya dengan tidak sabaran.
"Sini Kak, aku pasang di kuku kak Nick lebih dulu," pinta Naina, dia langsung menarik sang suami agar bersama-sama duduk di kerpet, ada meja kecil yang bisa mereka pakai untuk tempat tangan.
"Iya Mom. Nanti kalau tangan mommy sudah kering, gantian pasang punyaku."
"Iya sayangkuh," balas mom Aresha, sedikit terkekeh saat mengikuti cara sang menantu bicara.
Nickolas hanya bisa pasrah, akhirnya saat tangan kanannya dikutek oleh sang istri. Tangan kirinya mengirim pesan pada sang asisten pribadi, bahwa rapat diundur sampai dia bisa datang ke rumah sakit.
"Cantik kan sayang?" tanya Naina, ketika dua kuku sang suami berhasil dirias.
"Cantik sih, tapi kamu lebih cantik."
"Ahh kak Nick," balas Naina yang jadi merona sendiri. Mom Aresha sudah paham betul tingkah sepasang suami istri tersebut, sudah biasa baginya melihat Naina dan Nickolas saling menggoda seperti itu. Justru terlihat aneh jika keduanya saling bersikap dingin.
Mom Aresha justru bersyukur, Naina bisa merubah Nickolas yang dingin jadi lebih ceria seperti ini.
Tangan kanan Nick kuku-kukunya sudah dikutek, kini giliran tangan kirinya.
"Sayang, setelah ini selesai aku pergi ke rumah sakit dulu ya? Ada rapat 3 bulanan," pamit Nickolas akhirnya, dia berani bicara karena telah melihat sang istri yang sudah banyak senyumnya.
"Iya sayangh, tapi kuteknya jangan dihapus ya?"
"Tidak akan kuhapus sayang, setiap aku lihat kutek ini aku pasti ingat kamu."
Naina yang senang bukan main langsung mencium pipi sang suami, Cup!
Dulu mom Aresha sempat jadi tokoh utama, tapi sekarang dia jadi obat nyamuk diantara anak-anaknya.