
Gracia hanya mampu mengepalkan kedua tangannya kuat saat mendengar jawaban Zendaya tersebut, jawaban yang terdengar seperti perasaan putus asa.
Dan tak mungkin Gracia lebih mengemis daripada ini hanya untuk menuntut sebuah penjelasan. Jadi meski hatinya makin terasa mengganjal, akhirnya Gracia putuskan untuk pamit. Meski tidak mendapatkan hasil apa-apa.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi Nona. Silahkan lanjutkan istirahat anda," kata Gracia, kata-katanya terdengar cukup manis namun dia ucapkan dengan suara yang terdengar jelas jika geram.
Sementara Zendaya tetap pada pendiriannya untuk tidak peduli pada apapun. Di hadapan Nickolas dia tak punya wajah lagi, entah apa yang harus dia lakukan agar benar-benar mendapatkan maaf pria itu. Mungkin harus sampai menghilang.
Tapi hal seperti itu tentu belum mampu Zendaya lakukan, dia ingin di rawat di rumah sakit ini juga demi melindungi diri sendiri dari serangan sang suami yang mungkin bisa datang kapan saja. Selama proses perceraian belum usai Zendaya tetap akan berada di sini.
Dan meski Nickolas menghindarinya tidak apa-apa, dia masih bisa melihat dari jauh. Seperti malam ini, setelah Gracia benar-benar pergi Zendaya menatap ke arah jendela. Jendela yang menampakkan pemandangan kota malam ini, pandangannya menerawang jauh seolah sedang melihat Nickolas di ujung sana.
Pria paling sempurna yang pernah dia temui di dunia ini.
Nick. Batin Zendaya.
*
*
Di apartemen, sepasang suami istri itu tiba setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit. Naina masuk lebih dulu dan disusul oleh Nick.
"Mandilah lebih dulu, aku akan memesan makan malam untuk kita," ucap Nick, mereka berdua sama-sama belum makan malam, meski kini sudah lewat jamnya.
"Apa boleh seperti itu?" tanya Naina, harusnya dia yang bicara seperti itu, tapi sekarang sang suami justru memperlakukannya seperti ratu. Sampai urusan makan saja dokter Nickolas yang menyiapkan.
Dan Nickolas tidak menjawab pertanyaan itu dengan kata-kata, dia hanya tersenyum dan segera mendorong Naina untuk masuk ke dalam kamar.
Sumpah, Naina senang sekali mendapatkan perlakuan seperti ini. Semakin lama Dokter Nickolas memperlakukannya dengan sangat baik, bukan hanya sebagai wanita yang bertugas membangunkan adiknya. Tapi Naina benar-benar diperlakukan spesial, layaknya seorang istri sungguhan.
Selesai mandi, Naina langsung menggunakan gaun malam. Tidak memakai bra dan tidak juga memakai Cellana dalam. Tubuhnya hanya dibalut kain tipis yang begitu lembut.
Keluar dan menuju dapur dengan penampilan seperti itu tentu membuat Nickolas jadi berdesir, seperti ada yang menggeliat di dalam cellananya. Laura memang selalu mampu memberikannya rangssangan seperti ini.
"Emm makanannya banyak sekali," ucap Naina, terharu sendiri melihat banyak makanan di atas meja.
"Makanlah dulu jika sudah sangat lapar, aku akan mandi lebih dulu," ucap Nickolas.
"Jangan lama-lama yah, nanti kita makan sama-samah, aku buatkan sayangh minuman hangat duluh," balas Naina.
Nick tersenyum lebar dan mengigit bibir bawahnya sendiri, gemas sekali melihat Naina menjelma jadi Laurah.
Sebelum dia pergi Nick lebih dulu menarik pinggang sang istri untuk dipelukan erat. Meski hanya dengan sentuhan ini dia sudah tau bahwa Naina tidak memakai dallaman apapun.
"Kamu sangat seksi, Laura," ucap Nick, tak segan untuk memuji.
"Dan semua keseksian ini adalah milikmuh dokter Nickolas," balas Naina, makin menjallang.
*
*
Bersambung ...
Maaf ya upnya dikit, lagi datang bulan, nggak mood nulis, moodnya manjah sama suami doang ðŸ˜ðŸ˜