Secret Agreement

Secret Agreement
SA Bab 50 - Kenapa Baru Sekarang



Mendengar Nickolas bicara ketus, Gracia justru tersenyum. Dia yakin dokter Nickolas juga merasa tidak nyaman dengan keberadaan Naina di meja ini.


"Ini minumnya, Dok," kata Gracia pula seraya mendekatkan minuman milik dokter Nickolas agar lebih dekat.


Herli juga melakukannya pada Naina, dia mendekatkan minuman wanita itu dengan hati-hati.


"Pelan-pelan saja makannya, aku akan menunggu," kata dokter Herli. Sebab piringnya, piring Gracia dan piring Nickolas nyaris habis, sementara Naina baru saja memulai makan siangnya.


"Terima kasih, Dok. Tapi jika ingin pergi lebih dulu tidak apa-apa kok," jawab Naina.


"Jangan bicara saat mulut mu masih penuh dengan makanan," balas Nickolas pada sang istri.


Naina langsung menutup mulutnya rapat, sebab dia memang masih mengunyah.


Sementara Gracia memutar kedua bola matanya dengan malas, gadis miskin memang rata-rata tak ada yang tau tata krama, apalagi table manner.


"Jangan ketus-ketus dokter Nickolas, Naina bisa takut melihat wajah dinginmu itu," ucap Herli, yang ingin selalu terlihat seperti pahlawan di mata Naina.


Dan kali ini Nick tidak menjawab, hanya membalas Herli dengan sorot matanya yang tajam.


Astaga. Batin Herli, akhirnya dia hanya mampu diam. Sebab saat ini Nickolas benar-benar terlihat mengerikan.


Kenapa Nick sepertinya tidak suka melihat aku mendekati Naina? Apa dia juga menyukai Naina? Batin Herli, akhirnya mulai bertanya-tanya sendiri.


Tapi saat melihat dokter Gracia di samping pria itu, membuat Herli langsung menggelengkan kepalanya kecil. Naina tak akan masuk kategori wanita bagi Nickolas, setidaknya wanita itu setara dengan Gracia.


5 menit kemudian ketiga dokter itu pun menyelesaikan makan siangnya, tapi di piring Naina masih ada makanan. Naina juga berencana untuk menghabiskannya, tidak ingin membuang-buang makanan.


"Dokter Nick, ayo kita pergi lebih dulu," ajak Gracia.


Nickolas terdiam sesaat, tatapannya tertuju ke arah sang istri. Berharap wanita dengan dadda dan bokkong yang besar itu menahannya. Tapi bukannya menahan, Naina justru sibuk makan sendiri.


"Ayo," balas Nick kemudian, sengaja bicara agak keras agar Naina mendengar.


Ego Nickolas yang tinggi membuatnya tak tahan lagi, pada akhirnya dia dan Gracia pergi lebih dulu. Meninggalkan Naina dan Herli yang masih duduk di meja kantin.


"Maaf dokter Herli, dokter pergu dulu saja tidak apa-apa kok," kata Naina.


"Makanlah."


"Baik," balas Naina patuh, dia sedang berlagak jadi gadis lugu, jadi langsung menjawab seperti itu.


Satu kata yang berhasil membuat Herli langsung mengulum senyum, jika terus diperhatikan seperti ini Naina semakin lama terlihat sangat menggemaskan.


Dan bayangan wanita di Club malam Paradise waktu itu pun selalu terbayang di benar Herli. Andai Naina berdandan seperti itu, pasti akan terlihat sangat cantik.


7 menit kemudian, akhirnya Naina selesai makan. Dia meminum air putih miliknya.


"Naina," panggil dokter Herli.


"Iya Dok, ada apa?" balas Naina pula.


"Besok dokter Aresha akan datang dan untuk menangani ibumu, malam ini menginaplah di rumah sakit. Orang yang mengalami koma akan cepat merespon jika dia mendengar kabar bahagia tentang orang-orang yang disayanginya. Jadi malam ini bercerita lah pada ibumu, bahwa sudah bahagia, kamu mulai bekerja secara normal, tidak seperti dulu lagi. Katakan yang indah-indah pada ibumu," terang dokter Herli, dia bicara panjang lebar.


Sudah merasa tertarik pada Naina, jadi dia pun ingin yang terbaik untuk wanita ini juga. Termasuk kesembuhan ibu Wilda.


"Terima kasih Dok, aku akan melakukannya," balas Naina tulus, terenyuh pula saat mendengar saran tersebut.


"Terima kasih," kata Naina lagi dengan kepala yang menunduk semakin dalam.


Diam-diam Herli tersenyum kecil, kenapa baru sekarang dia sadar jika Naina begitu luar biasa.


Bukan hanya cantik, tapi Naina juga mandiri, pekerja keras, sangat lugu dan polos.