
Di awal pernikahan padahal Nickolas lah yang membuat syarat agar pernikahan ini dirahasiakan, dia kira setelah sembuh Nick tak butuh lagi Naina, bahkan bersedia melepaskan wanita itu untuk pergi.
Tapi kini semua sudah berubah, Nick justru benci Naina yang terus menyembunyikan status pernikahan mereka.
Mulut Nickolas terasa gatal untuk mengungkap semuanya, jadi kini dia katakan yang sebenarnya pada Herli. Pria yang dengan terang-terangan mengagumi sang istri.
"Ja-jangan asal bicara kamu Nick!" balas Herli dengan suaranya yang gagap dan terdengar lebih tinggi, dia benar-benar terkejut mendengar pengakuan Nickolas.
Tidak, mungkin ssja kalimat itu bukan pengakuan. Mungkin kalimat itu hanyalah bualan Nickolas semata.
"Hais, aku sudah lama menikah dengan Naina," jawab Nick setengah malas, "Kami hanya sedang merahasiakan pernikahan ini. Setelah ibu mertuaku pulih barulah kami berencana untuk go publik," terang Nickolas pula dan membuat Herli makin tercengang.
Untung saja riwayat kesehatannya baik, jadi Herli tidak sampai mengalami serangan jantung. Sebutan Ibu Mertuaku membuatnya tak mampu mengelak lagi, berarti memang benar jika Nickolas dan Naina sudah menikah.
Hah! Herli membuang nafasnya dengan kasar. Seketika bersandar di sofa dengan tubuhnya yang lemah. Di saat dia hendak mulai serius pada satu wanita, Nickolas justru jadi penghalangnya.
"Grac, datang ke ruangan ku sekarang," titah Nickolas, entah kapan dia mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter wanita itu. Tiba-tiba Herli sudah mendengar Nickolas bicara dengan Gracia melalui sambungan telepon.
"Baik Dokter Nick," jawab Gracia di ujung sana, menjawab dengan suaranya yang terdengar antusias.
Setelah fakta buruk ini Gracia ketahui, dia berencana menggunakannya untuk memperdaya dokter Nickolas. Berencana mengatakan persis seperti yang dia ucapkan pada Naina tadi. Bahwa skanddal ini pasti akan mempengaruhi karir dokter Nickolas.
Maka untuk menghindari agar fakta ini tidak tersebar luas maka mereka harus merahasiakannya, termasuk dokter Nicholas harus mengakhiri hubungannya dengan Naina.
"Ya, aku akan jadi seseorang yang menyelamatkan hidup dokter Nickolas," gumam Gracia dengan yakin.
Setelah mengetahui satu rahasia dokter Nicholas, Gracia sangat yakin dia akan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan dokter berwajah dingin tersebut.
Bagaimana tidak? Dokter Nick pasti akan selalu merasa tidak enak hati padanya dan kesempatan itu bisa Gracia gunakan agar mereka bisa memiliki hubungan lebih.
Membayangkan hal tersebut wajah Gracia seketika jadi berseri. Awalnya fakta ini dia pikir akan membuat hidupnya terpuruk, tapi ternyata tidak. Justru Ini adalah titik baliknya untuk bisa mendapatkan dokter Nicholas.
Dengan langkah kaki lebar Gracia pun menuju gedung manajemen. Dia berjalan dengan kepala yang tegap, tidak menunduk meski sedikitpun. Sudah berangan-angan bahwa dia yang akan jadi istri dari pemilik Rumah Sakit ini.
Tiba di depan ruangan Direktur Utama Gracia pun langsung mengetuk pintu dan tak lama kemudian terdengar izin masuk, lantas dia membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam sana, cukup terkejut ketika melihat ada dokter Herli di sini.
Kenapa dokter Herli ada di sini? tidak mungkin kan dokter Nicholas memanggilku untuk membicarakan tentang pekerjaan? Batin Gracia.
"Selamat sore Dokter Nick, dokter Herli," sapa Gracia.
"Duduklah," titah Nickolas, dia bangkit dari kursi kebesarannya dan menuju sofa. Akhirnya mereka bertiga duduk di sana.
Dokter Herli tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Nicholas, kini tatapannya bahkan sudah terlihat kosong, masih terkejut dengan semua fakta yang didapat.
Apalagi ketika ingat bahwa dia pun sempat melihat ada tanda merah di leher Naina tadi dan jelas saja tanda itu adalah ulahnya Nicholas.
Rasanya Herli ingin sekali menendang panttat sang sahabat, geram, karena merasa dia pun dipermainkan. Tetap merahasiakan pernikahan ini meski dia sudah terang-terangan mengakui mulai menyukai Naina.
Arght! Geram Herli lagi, andai tidak ada Gracia di sini sudah dia tendang panttat Nickolas itu.
"Ada apa Dokter? apa Ada hal serius yang ingin dibicarakan?" tanya Gracia.
"Hem, tentang Naina," balas Nickolas.
Deg! Jantung Gracia berdenyut nyeri, namun akhirnya dia tersenyum siap menjalankan rencana.